When Idealism meet Budget

Wednesday, November 21, 2012

Setiap orang pastinya punya idealisme, yang menurut saya idealisme adalah perasaan untuk selalu sesuai antara pemikiran/harapan dengan kenyataan. Emm, mungkin saat masih sekolah 2 x 2 = 4 - pasti 4! Nah saat sudah kerja bahkan saat sudah berkeluarga gak selalu 2 x 2  itu sama dengan 4. Karena nyatanya banyak hal yang membuat apa yang diinginkan melenceng dengan kenyataan yang terjadi, salah satu penyebabnya adalah budget.
 
Well, sebenernya saya cuma ingin cerita (:curhat) sih, bahwa betapa 'agak' puyeng rasanya saat apa yang kita inginkan dengan idealis tapi harus terhalang oleh budget yang terbatas. Misalnya gini, jaman masih kuliah dan belum kerja dulu sering membayangkan kalau sudah kerja nanti  pengen langsung beli atau bikin rumah yang megah, dengan desain eksterior dan interiornya sesuai yang kita mau, eh ternyata pas sudah kerja beneran, kita malah  tinggal di daerah yang padat penduduk, ramai, jauh dari areal pertanahan yang luas, cuma ada kavling sempit dengan harga rumah yang selangit. Belum lagi ternyata kalau dihitung-hitung gaji kita ya segitu2 saja, akhirnya mau gak mau beli rumahnya ya yang masuk di akal (kantong). Perumahan2 kelas menengah kebawah harus rela kita beli. Tentu saja kalau judulnya perumahan ya mesti seragam dengan rumah tetangga sekomplek. Mana ada developer yang mau buat rumah customized. Mimpi punya rumah dengan desain sendiri mau gak mau sementara jadi terkubur, sampai dana bertambah lebih banyak lagi.

Intinya setelah mengenyam kehidupan yang sebenarnya dalam bentuk kehidupan saat bekerja, yang ada dipikiran kita mungkin sudah gak seidealis dulu. Yang penting punya rumah sendiri, bisa buat berteduh, deket dari tempat kerja, lingkungan aman, dan yang pasti harga oke punya - alias sesuai kantong. Haha.

Contoh lainnya nih, idealisme nikah vs budget. Jelas! Acara nikah itu butuh biaya yang gak sedikit. Setidaknya untuk keperluan menjamu tamu yang datang. Masa iya tamu sudah sempatin waktu untuk datang, kasih kado, amplop, dan doa, eh kita gak kasih suguhan. Orang Jawa bilang 'saru'. Nah biasanya, sebelum kita memutuskan untuk nikah, pasti sudah bayangin tuh mau kaya apa konsep pernikahan kita. Mulai dari mau tema warna apa, baju model apa, souvenir, undangan, jumlah tamu, dan segala macam tetek bengeknya. Kita maunya pasti yang wah, oke, elegan, beda dari yang lain. Kalau tidak cermat bisa bengkak dan bangkrut pas nikah gara2 overbudjet. Kalaupun tidak overbudget, mungkin ada beberapa idealisme kita yang terkorbankan (fiuuhh, berat).

Trus gimana dunk biar gak terjebak dengan overbudjet dan perasaan tidak puas gara-gara idealisme kita tergilas? Ya pastinya kita mesti cermat, setiap tindakan dan keputusan harus disertai plan B, atau banyak-banyak bersyukur kali ya... misalnya rumah yang kita beli ternyata cuma bisa yang ukuran 36 padahal pengen yang 120, ya sabaar, berusaha lagi penuhin isi kantong biar bisa kesampaian tuh rumah 120 meter. Atau misalnya pas nikah kita pengennya pake baju warna pink dengan harga 500rb, tapi ternyata kita cuma dapat budget 200rb, ya cari warna lain yang disukai dan sugesti diri kita kalau pake baju apapun tetep oke dan cantik. Daripada pake baju mahal tapi ngutang. Atau contoh satu lagi deh biar impas, misal kita pengen banget kuliah master di Brussel, tapi eh tapi kita dapetnya cuma di kampus kuning ya gapapa,, biaya hidup masih bisa dikejar dengan kerja tooh, kalo di Brussel ntar bingung klo kekurangan dana !! hehehe... :D.

Yang pasti sadari betul bahwa setiap hal yang direncanakan pasti disertai kendala dan batasan, bisa besar atau kecil. Kita gak bisa lari dari kendala tersebut, justru kita harus mengolahnya semaksimal mungkin sehingga hasilnya positif. Jadikan kekurangan sebagai kelebihan #tsaahh. Anggep aja kita sedang mengamalkan teori ekonomi yang mana "mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin dengan modal (budget) yang minimal" :D

Baiklaah, akhir kata, semua contoh-contoh disini ya sebagai pengingat diri ini sekaligus mungkin ada yang mempunyai kisah senada ?

-HAPPY READING-

ilustrasi didapat disini : sungard


You Might Also Like

0 Comments

Thankyou very much for dropping by. Tapi maaf saya moderasi ya, untuk menghindari spam dan komen dg link hidup. Bila waktunya luang pasti akan saya balas dan kunjungi balik blog kalian :)

Friends

Community

Blogger Perempuan

Subscribe