Wanita itu harus.....

Thursday, April 21, 2016

Wanita itu harus cerdas, sehat dan kuat. Sebuah quote cantik dari dosen saya dulu. Sangat membekas, meski saya lupa kapan beliau mengucapkannya. Rasanya cocok lah dengan momen perayaan hari Kartini kali ini.

http://guetau.com/wp-content/uploads/2014/04/kartini.jpg

Kemudian beliau menjelaskan tiap kriteria wanita tsb. Dengan sedikit interpretasi, kira-kira berikut penjelasannya.

Wanita itu harus cerdas.
Cerdas akal (intelektual) maupun mental. Jika wanita bisa sekolah sampai jenjang paling tinggi, hal itu akan menjadi nilai tambah. Namun jika tidak, maka hendaklah tetap mencari ilmu tanpa henti. Toh kecerdasan tidak selalu disimbolkan dengan gelar. Cerdas akal haruslah dibarengi dengan cerdas mental, dalam hal ini emosi. Para pakar pun telah banyak melakukan penelitian bahwa orang yang mempunyai kecerdasan emosi, tingkat kesuksesannya bisa mencapai 80% dibandingkan yang hanya mengandalkan kecerdasan intelektual. Kenapa wanita harus cerdas? Sang ibu dosen menjawab karena wanita memiliki peranan mendidik anak-anaknya. Jika dia pintar, maka kemungkinan anak-anaknya bisa pintar menjadi lebih besar.

Wanita itu harus sehat.
Jika seorang ibu/istri selalu sehat, maka kondisi rumah akan selalu terjaga, begitu kata beliau. Akan ada yang menyiapkan masakan dengan gembira, merapikan rumah dengan senang hati, melayani suami dengan ceria, dan mendidik anak dengan semangat. Makanya seorang wanita harus terus menjaga kesehatannya. Dengan cara apa? Ya olahraga, mengonsumsi makanan sehat dan berpikiran positif. Klise? Tapi bener kan. 

Wanita itu harus kuat.
Banyak wanita yang tiba-tiba menjadi tulang punggung keluarga karena berbagai sebab. Kalau sudah begitu salah satu yang diperlukan adalah fisik dan jiwa yang kuat. Ibu dosen saya ini tiba-tiba harus menjadi penyokong keluarga setelah suaminya jatuh sakit yang cukup parah. Kalau tidak salah sakit yang menyebabkan kelumpuhan. Sementara waktu itu, beliau masih harus mengemban tugas sebagai istri, ibu, dosen, dan mahasiswa doktoral. Kekuatannya sangat diperlukan untuk  mengurusi rumah, mengantar suami berobat di dalam maupun luar kota, mengajar, membuat disertasi dan penelitian, mengurus fakultas, organisasi, dll. Bahkan beliau pernah harus nyetir sendiri Solo-Surabaya demi mengantar sang suami berobat. Sungguh takjub dan ngefans sekali dengan beliau, dosen sekaligus profesor pertama di jurusan saya. Meski usianya sudah separuh abad lebih, tapi beliau tetap semangat dan enerjik menjalani semua aktivitasnya. 

Rasanya dosen saya itu pas sekali menjadi gambaran seorang kartini versi masa kini. Tapi kartini abadi sepanjang waktu bagi saya tetaplah kanjeng mami tercinta. Dan adek saya telah menuliskannya dengan sangat apik dan aaah.. saya merinding membacanya. Sebagai blogger lawas tapi gini-gini aja, rasanya saya belum pernah menulis sebaik ini, yang masih 17 tahun dan baru akan lulus SMA :)

Btw, anak2 ibuk bisa dibilang melankolis semua ya? pada doyan bisa nulis.


Last but not least, selamat hari kartini untuk ibuk, mamanya mas, adek2, dan para wanita di seluruh nusantara.

\\

You Might Also Like

16 Comments

  1. Ibu yang hebat akan melahirkan anak-anak yang hebat juga.. :)
    Dek Tia, dek Itul dan adek yg satunya lagi, kalian luar biasaaa... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hey mba arin apa lah awak ini... ;D

      Delete
  2. Selamat Hari Kartini Mbak, semoga kita semua membawa manfaat buat dunia :)

    ReplyDelete
  3. Setujuu,, karena wanita (ibu) adalah sekolah pertama anak2nya kelak, jadi harus pinter, dan kuat serta selalu sehat, gak boleh sakit nanti rumahnya berantakan hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. yups... emang seharusnya begitu ya mba ayu

      Delete
  4. Aah seorang ibu memang begitu ya mbak, aku terharu baca post fb diatas. Di depan kita selalu antusias tersenyum , merasa semua baik baik saja. Padahal kalau misal sekali saja kita memposisikan diri ada di posisi ibu kita.. belum tentu kita bisa.

    Yap wanita memang harus kuat, kuat.. sehat.. pintar.. dan yang jelas.. mau merawat ibu .. ketika ibu nanti tak sanggup merawat dirinya sendiri kemudian *nulis komentar ini sambil nangis
    *Balada anak merantau

    Btw... template blog kita samaan. hihi

    ReplyDelete
    Replies
    1. aah iyakah? template ini yang paling bisa diandelin soalnya mba

      Delete
  5. Salam kenal mbak. Baru pertama kali mampir kayaknya aku... Mbke Nita si gembul yaa..

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam kenal kembali mba sulis, terima kasih sudah mampir ya

      Delete
  6. bener banget mba.. kadang kita tidak bisa seperti apa yang ibu kita lakukan,.

    ReplyDelete
  7. So true. Ibu tiang keluarga. Tanpa ibu, rumah runtuh. Bangga pada para ibu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yes, betul Mba Lusi, tanpa ibu apalah kita ini

      Delete
  8. Hands Up..
    makin baper, habis baca yang tadi baca beginiann... T.T
    pagi pagi lhoo ini...kok yo tak klik sih XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bapeer...bapeer...
      tapi emang nek lagi nulis gini2an itu penuh perasaaan ya cit

      Delete

Thankyou very much for dropping by. Tapi maaf saya moderasi ya, untuk menghindari spam dan komen dg link hidup. Bila waktunya luang pasti akan saya balas dan kunjungi balik blog kalian :)

Friends

Community

Blogger Perempuan

Subscribe