Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Selain FDS ada satu tema lagi yang minggu ini sedang ramai. Tak lain tak bukan adalah tema #NikahMuda yang dilakukan oleh putra Ust Arifin Ilham. Jujur saja waktu pertama kali berita tsb viral saya ikut penasaran, pengen buktiin itu hoax atau beneran. Setelah baca dari berbagai sumber *niat gak tanggung2*, baru deh percaya kalau berita tsb sungguhan. Soalnya biasa kan yang rame-rame gitu suka boong. 

therantinglatina.com

Ngomong-ngomong nikah muda, saya jadi teringat cerita mantan seorang atasan. Sebut saja Mrs S. Dulunya, beliau juga menikah muda, kisaran usia 20 tahun. Suaminya pun usianya sedikit diatasnya (atau sama?). Setelah menikah mereka tinggal di luar negeri untuk sama-sama menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral hingga dikaruniai beberapa anak.

Ternyata urusan nikah muda ini sedikit banyak menular ke anak beliau (yang perempuan). Cita-cita anaknya adalah menikah muda untuk kemudian sekolah bersama suami hingga jenjang tertinggi di luar negeri seperti yang ortunya lakukan dulu. Urusan memiliki momongan akan dilakukan sampai usianya cukup untuk hamil dan melahirkan. Keinginannya tersebut pun sudah disampaikan ke orang tuanya, Mrs S dan suami. Hanya saja, waktu itu calonnya belum ada, hehe.

Lalu bagaimana tanggapan beliau tentang ide anaknya tsb? So far, beliau setuju saja jika anaknya mau menikah selepas sekolah, tetapi baik anak maupun calonnya harus sudah yakin dan mantap secara mental. Calon menantunya juga harus sudah berpenghasilan meski seadanya - paling tidak cukup untuk menafkahi keluarga, dan mau sama-sama berjuang meraih pendidikan sampai tingkat lanjut. Meski mensyaratkan calon suami anaknya agar sudah berpenghasilan, Mrs S bilang bahwa dia tetap bersedia membantu anaknya dalam urusan rumah tangga, misal membiayai kuliah, jika dirasa keuangan yang dihasilkan masih belum cukup layak. Selain itu, Mrs S ingin agar keluarga kecil anaknya bisa tetap konsen menjalani pendidikan dengan optimal tanpa pusing memikirkan biaya hidup yang cukup besar.

Saya sih maklum ya dengan ide ibu dan anak tsb. Mereka memiliki pandangan dan tujuan masing-masing. Sepanjang yang dilakukan baik karena niat yang baik pula, saya gak kontra. Pun kepada keluarga ustad-ustad yang sudah menikahkan anak-anaknya di usia dini, sebut saja selain Arifin Ilham sudah lebih dulu dilakukan Aa Gym. Bahkan ketiga anak Aa Gym semuanya menikah muda, termasuk anaknya yang cowok sudah menikah pada usia 18 tahun. Kalau melihat akun IG-nya sih hidupnya sangat baik dan memancarkan aura keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, amin.

Naah... kalau ide menikah muda itu datang dari anak saya sendiri gimana ya?

Ehm! Meski saya gak kontra, tapi ya ngeri-ngeri sedap juga dengernya. Bagi saya menikah muda itu bukan tren yang bisa diikuti oleh semua remaja. Bukan juga ajang lomba cepet-cepetan, lalu yang belum nikah jadi gak gaul gitu. Karena menikah bukanlah akhir babak kehidupan yang selalu happily ever after layaknya kisah di negeri dongeng. Justru pernikahan itu gerbang baru yang didalamnya banyak tantangan. Sehingga sebelum memutuskan untuk menikah kedua calon mempelai harus sudah memikirkan banyak hal dan mempertimbangkannya masak-masak. Yang pasti jika itu terjadi, dalam memutuskan saya harus rembugan dengan Mr Suami dong... Demi lancarnya pembuatan tulisan mengetahui pendapat beliau, saya melakukan wawancara ke Mr Suami, hasilnya sbb:

Saya : Cin, cin, ngobrol dong jangan main hape aja. Cin, kalau nanti kita punya anak, terus anaknya pas lulus SMA minta kawin gimana?

Suami: Emm... masih mantengin hape, gimana ya? Anaknya cowok apa cewek?

Saya: Kalau cewek gimana, kalau cowok gimana?

Suami: Kalau cowok, ya mas akan pastikan umurnya berapa, sudah siap mental belum, suka galau labil apa enggak, sudah bisa kontrol emosi belum, sudah punya apa, sudah bisa menghasilkan apa, sekolahnya bener apa enggak, ibadahnya gimana, sudah siap mandiri apa belum, visi misi dan tujuan nikahnya apa, hubungan dengan orang tuanya gimana, boleh gak sama orangtuanya, cita-citanya apa, setelah nikah mau ngapain. Ya gitu-gitu lah standar cowok kalau mau nikah. Begitu juga hal itu akan ditanyakan ke calon mantu, jika anak kita cewek. Kalau salah satu dari syarat itu gak oke, ya gak boleh lah. Benerin diri dulu baru boleh nikah.

Saya: Lah kalau anak kita cewek boleh gak nikah muda?
 
Suami: Emm.....
 
www.maselliwarren.com

Saya: Gimana?
 
Suami: Gimana ya, kalau cewek jangan dulu deh kecuali cowoknya sudah lebih dewasa baik secara umur maupun mental. Terus anak kita (yang cewek tadi) juga harus dewasa secara mental, gak emosian, gak ababil, gak suka ngeluh, mandiri, ibadahnya sudah bener, berbakti pada orang tua, blablabla....

Saya: Jadi kalau anaknya cewek lebih susah ya diijinin kawin, eh nikah muda? Kalau pacaran gimana?

Suami: Sebisa mungkin gak pakai pacaran-pacaran lah, mau itu cowok atau cewek. Langsung nikah aja asal syarat tadi sudah kumplit.

Saya: Ooohh... Lah mas, kalau sudah kumplit syaratnya terus tetep mau nikah mas mau bantu2 finansial gak? Kan anak segitu gak banyak yang udah berpenghasilan layak tuh....

Suami: Ya lihat sikon. Tapi menurut mas ya, kalau anak, terutama cowok, sudah pengen nikah tandanya harus sudah mandiri secara finansial. Kalaupun bantu-bantu ya seperlunya aja, gak bisa nanggung seluruh hidupnya. Pun kalau anak kita cewek dan mau nikah muda, calon suaminya juga harus sudah memperhitungkan itu. Dia punya tanggung jawab penuh menghidupi istri dan anaknya, kan sudah diserahin mandat sama bapaknya (si cewek). Kalau kebanyakan ngebantu, nanti ortu jadi kayak intervensi dong di rumah tangga anak, jadi gak mandiri.

Saya: Iya sih... Tapi kalau ternyata anak kita gak punya duit atau apa gitu buat kehidupan paska nikahnya gimana?

Suami: Ya makanya syaratnya tadi mesti kumplit. Harus tahu abis nikah perencanaanya gimana-gimana. Bener kalau rejeki gak boleh takut, tapi kalau gak dihitung ya sama aja boong dong. Tapi yang paling penting ibadah dan sekolahnya harus bener. Juga hubungan keluarganya harus baik dan seimbang. Emang ngapain sih tiba-tiba ngobrolin begini, Cin?

Saya: Ya gak apalah, ngobrol masa gak boleh, huuuu... Anu sebenernya gegara 'ngasal' komen pengen nulis tema serupa di FB grup blogger, eaah abis itu jadi pusiang deh mau nulis apa. Nantangin diri sendiri sih. Hehehe....

Suami: Wuuu dasar...!


Yaak jelas ya, kira-kira sikap apa yang kami ambil ketika suatu saat nanti sang anak minta nikah dini. Yang saya tangkap sih Mr Suami ingin anaknya menikah setelahh lewat usia belasan tahun. Alias gak tujuh belas tahun jugaa keleeess boleh kawinnya, hahahhaa... Pun dengan saya, rasanya boleh dong sayang-sayang, udah dirawat selama itu, eh baru umur belasan udah mau hidup baru  dengan orang lain, aku jelas belum rela *bibit rabid mom*. Umur-umur matang nikah aja dah, 23 keatas *ini sih umur2 warga +62 yaaa, hahahaa*

Nah jika sudah dirasa cukup umur, biar bapaknya yang ngomong dan ng-uji langsung, baik anak maupun calon mantunya. Saya bagian mengulik data dari keduanya aja deh, hewhew... Serius loh! Saya punya rencana, kalau nanti punya calon mantu, saya akan cek-cek rekam jejaknya, baik secara langsung maupun tidak, bisa melalui wawancara orang terdekat, misal sahabat, atau melalui sosial media. Hati-hati lho, nilainya bisa minus satu-per satu manakala:

Suka mengeluhkan diri sendiri dan orang lain
Suka menuliskan kejelekan orang lain dan keluarga --> berpotensi menjelekkan pasangan dan keluarga
Suka menyindir pihak lain apalagi dengan bahasa gak sopan
Suka posting foto seronok
Suka membully orang lain
Suka marah-marah, sumpah serapah, memaki-maki
Suka memposting hoax dan berita-berita tidak jelas
Suka mengadu domba
Suka ngeyelan, fanatik buta dan sempit
Suka pamer yang kebangetan
Punya banyak mantan pacar
Solat wajibnya suka bolong-bolong
Kerjaanya gak pasti dan menyerempet hal-hal yang dilarang agama
Keluarganya ada yang gak ikhlas
Dan hal negatif lainnya.


Yaaa, bukannya sok suci atau merasa paling benar sendiri. Saya tahu semua orang punya salah dan khilaf, tapi ya gak terus-terusan. Lagian mencegah lebih baik daripada mengobati, toh masih diberi kesempatan memilih diantara opsi yang masih buanyaaaaak sekali. Anggep aja fungsi saya nanti semacam HRD yang akan menyeleksi karyawan, baik laki atau perempuan semuanya diperlakukan sama. Tapi insyaAllah gak akan milih-milih berdasarkan status sosial, misal harus anak pejabat, bangsawan keraton, anak jendral, anaknya ini itu cem macem. Gak mau juga kalau njomplang soalnya. Masa sini masih karyawan dapat besan direktur, aduh malah serem sendiri. Intinya asalkan secara umum baik dan berasal dari keluarga baik-baik mah silahkeun. Tujuannya tentu saja agar pernikahan yang dilakukan kaffah, baik dan berkah, bisa saling support ketika salah satu ada yang down, bisa saling memberikan solusi jika ada masalah dll. Caranya ya dengan memilih yang terbaik dari yang baik-baik. *berasa besok mau mantu, padahal punya anak juga belum, xixixixi*

Fiuuh....



\\
Share
Tweet
Pin
Share
17 Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates