- Ceritakan sedikit tentang diri anda…
- Apa motivasi anda untuk mendapatkan beasiswa ini?
- Bidang apa yang anda ingin pelajari dan apa alasannya?
- Apa pencapaian anda yang terbesar?
- Apakah ada pelajaran atau proyek yang pernah anda kerjakan yang membuat anda bangga?
- Apa yang anda akan kerjakan di masa depan? Lima tahun dari sekarang? Sepuluh tahun dari sekarang?
- Dari semua buku yang anda pernah baca tahun ini, buku apa yang menjadi favorit anda dan mengapa?
- Bagaimana anda menggambarkan diri anda sendiri pada orang yang belum anda kenal?
- Kegiatan ekstra kurikuler apa yang penting bagi anda?Apa kesalahan terbesar yang pernah anda lakukan dalam hidup?
- Jika anda diberi kesempatan untuk berdiskusi atau makan siang dengan seorang yang spesial, (yang masih hidup atau sudah wafat), anda akan memilih siapa? Apa pertanyaan pertama anda dan kenapa anda menanyakan itu?
- Siapa orang yang anda anggap pahlawan anda dan mengapa?
- Mengapa menurut anda, anda layak menjadi penerima beasiswa ini?
- Apa yang anda akan lakukan buat orang orang di sekitar anda setelah program anda selesai?
Alhamdulillah… puji syukur bgt akhirnya penantianku berakhir juga. Aku dpt beasiswa PPA ( pengembangan prestasi akademik). Seneng bgd rasanya. Ibu bpk…aku dpt beasiswa nie…!! Indah bgd rasanya hari itu. Apalagi ada isu dptnya cukup lumayan banyak. Wuihh asyik betul. Yang pasti rencananya sebagian disisihkan buat adek2. yah walaupun mungkin gak seberapa, tapi insyaallah adek2 ikut seneng.
Beasiswa “salahguna”…??? Maksudnya???
Iya biasanya mahasiswa tuh klo dapat beasiswa bukannya untuk keperluan kuliahnya eh malah buat beli ini itu yang sekiranya gak urgen2 amat. Misal beli hp baru, beli baju baru, beli tas baru… yah emang gak ada yang nglarang juga sich. Tapi pasti harapan kampus ngasih beasiswa tuh buat bantu mahasiswa agar lancar bayar SPP, partisipasi seminar2 yang berkaitan dengan kuliah, bayar praktikum, dll. Iya kan ?
Jadi dengan andanya kebijakan baru “pemotongan” beasiswa untuk membayar IOM, SPP, praktek dirasa wajar juga. Gak ada yang dirugikan sich menurutku. Toh itu juga buat kepentingan kita…Yahh walaupun pada akhirnya apa yang tertera gak sama dengan nyata yang diperoleh.
Yuuuk tambah dunk semangatnya belajarnya… kan dah dapet beasiswa. HIDUP MAHASISWA!!!
Make our parents proud with our success!!
Teman-teman… sekarang tugasku dari lab
bertambah loh… tugasku sekarang adalah ngajar autocad. Semester genap ini
angkatan 2007 ada mata kuliah menggambar mesin. Dalam menggambar mesin software
yang harus dikuasai diantaranya adalah autocad. Nah.. autocad ini diajarkan
oleh asisten 2006 pada praktikum autocad. Dan sekarang jelas sudah jobdesc ku
di lab… selain jaga, admin web, dan tutorial, tugasku juga ngajar. Uhhh…
senengnya ngajar… mengajar itu menyenangkan.
Autocad yang diajarkan masih pake yang 2002. yang dasar saja. Kenapa gak pake 2004 keatas? Yang mudah dulu dikuasai. Nanti klo yang 2002 udah lancer mau pake yang versi berapapun juga insyaallah bias. Lagian 2002 mudah diajarkan.
Praktikumnya dilaksanakan dari senin sampai sabtu, wooowww hamper tiap hari labku penuh orang. Satu hari maximum 2 shift. Dari pagi sampai sore. Oh ya yang diajar gak Cuma kelas regular, y7ang non reg juga. Makanya harinya sampai sabtu. Belum lagi nanti klo ada tugas besar. Ayo asistensian. Hehehe….
tulisan ini disadur dari tugas mata kuliah ergonomi dan higiene perusahaan. karena waktu itu konsentrasi TI UNS banyak mengarah ke pertulangan, makanya salah satu tema yang diambil adalah bagaimana tulang buatan itu dibuat. tulang buatan ini sangat berguna untuk membantu manusia yang memiliki kebutuhan khusus (cacat) dalam menjalankan perannya layaknya manusia normal lainnya. nah seperti apa tulang buatan itu, dibawah ini penjelasannya.
Tulang buatan dari coral laut
Para ahli telah menggunakan koral sebagai bahan pengisi tulang (bone filler) dan bahan perancah (scaffold). Tapi koral sulit diolah sesuai kebutuhan individu yang memerlukan Dan pada akhirnya menuai protes dari para pencinta lingkungan, mengingat untuk membuat diperlukan cora laut yang sangat banyak.
Para ahli telah menggunakan koral sebagai bahan pengisi tulang (bone filler) dan bahan perancah (scaffold). Tapi koral sulit diolah sesuai kebutuhan individu yang memerlukan Dan pada akhirnya menuai protes dari para pencinta lingkungan, mengingat untuk membuat diperlukan cora laut yang sangat banyak.
Tulang buatan dari tulang manusia lain
Hal lain juga bisa dilakukan dengan menggunakan tulang manusia lain, biasanya tulang orang yang telah meninggal. Namun, hal ini berisiko karena kerap kali ada perbedaan imunologi yang menjadikan pergantian tulang tidak berjalan baik. Dengan cara ini, risiko penularan penyakit juga sangat besar.
Tulang buatan dari kapur (hidroksi apatit)
Dua dasa warsa terakhir ini banyak dikembangkan material Hidroksiapatit (HA) dengan rumus kimia Ca10(PO4)6(OH)2 sebagai tulang sintetis. Di samping sifat-sifat yang menonjol dari Hidroksiapatit adalah berpori, terserap ulang (resorpsi), bioaktif, tidak korosi, inert dan tahan aus. Akan tetapi kelemahan sifat-sifat pada Hidroksiapatit adalah getas, mudah patah, ini menjadi kendala dalam desain.
Upaya untuk itu telah dilakukan penelitian sintesis Ti-HA dengan mensubstitusi titanium pada Hidroksiapatit dengan cara basah/ larutan di Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik ditinjau dari aspek porositas, densitas, daya serap air, kuat tekan, kekerasan, kuat tarik dan modulus elastisitas.
Pada penelitian ini dilakukan sintesis Hidroksiapatit yaitu mereaksikan suspensi 0,5M Ca(OH)2 dan 0,3M H3PO4 (Mo). Sintesis Ti-HA dilakukan dengan mereaksikan 0,3M H3PO4 dengan konsentrasi tetap yang telah dicampur dengan larutan TiCl3 dengan variasi ; 0,490M Ca(OH)2 dan 0,010M TiCl3 (Ml); 0,485M Ca(OH)2 dan 0,015M TiCl3 (M2) ; 0,480M Ca(OH)2 dan 0,020M TiCl3 (M3) ; 0,475M Ca(OH)2 dan 0,025M TiCl3 (M4).
Reaksi dilakukan dalam reaktor dengan pengadukan terus menerus dan dimonitor pH, saat reaksi suhu dipertahankan 40-50°C. Reaksi dilakukan selama 2½ jam dan dilakukan replikasi 4 kali. Hasil dicuci dengan aquades supaya bebas khlor, disaring kemudian dipanasi pada suhu 110°C. Hasilnya dihaluskan berupa serbuk dan dicetak dalam bentuk kubus untuk uji kuat tekan, silinder tipis untuk uji kekerasan dan sifat fisika, bentuk balok untuk uji degradasi. Dari kelima senyawa hasil sintesis M0, M1, M2, M3, M4 diidentifikasi komposisi kimianya dengan sinar-x.
Pada senyawa hasil sintesis Titanium-Hidroksiapatit substitusi 0,025M TiCl3 (M4) dilakukan analisis DTA dan TGA untuk menentukan suhu pembakaran yaitu 800°C, 1000°C, 1100°C, 1200°C. Hasil pembakaran, pada Hidroksiapatit suhu 1200°C, dan hasil sintesis Titanium-Hidroksiapatit suhu (M4) 1000°c, 1100°c, 1200°c diidentifikasi komposisi kimianya dengan sinar-x. Hasil komposisi kimia dari Hidroksiapatit adalah Ca5(PO4)3OH; Ca3(PO4)2.xH2O ; Ca3(PO4)2, sedang hasil komposisi kimia dari sintesis Titanium-Hidroksiapatit (M4) adalah CaS(PO4)30H; Ca Ti(PO4)6; Ca3(PO4h .xH20 ; Ca5(PO4)3OH; Ca Ti(PO4)6; Ca3(PO4)2.xH2O; Ca3(PO4)2.
Kemudian dilakukan pengujian sifat mekanik yang meliputi porositas, densitas, daya serap air, kuat tekan, kekerasan, kuat tarik dan modulus elastisitas. Pengujian didapat makin tinggi suhu pembakaran dan makin tinggi substitusi titanium pada HA makin kecil porositasnya. Harga densitas makin besar dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium pada HA. Harga daya serap air makin kecil dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium pada HA Harga daya serap Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 0,49% lebih kecil dibanding dengan Hidroksiapatit (M0) adalah 3,28%.
Harga kuat tekan makin tinggi dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium pada HA. Harga kuat tekan pada Ti-HA (M4) suhu 1200°C adalah 36,268 MPa dan lebih tinggi dibanding dengan Hidroksiapatit (M0) 24,162 MPa . Harga kekerasan makin tinggi dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tinggi substitusi titanium pada HA. Harga kekerasan pada Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 18,093 MPa dan pada HA (M0) adalah 11,878 MPa. Harga kuat tarik makin tinggi dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium, demikian pula harga modulus elastisitas makin naik dengan makin naiknya suhu pembakaran dan makin tinggi substitusi titanium pada HA Harga kuat tarik pada Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 4,690 MPa dan pada HA (M0) adalah 2,542 MPa. Adapun harga Modulis Elastisitas pada Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 53,295 MPa dan pada HA (M0) adalah 30,622 MPa.
Pengujian degradasi dilakukan dengan merendam senyawa hasil dengan larutan SBF/ Syntetic Body Fluid selama 12 minggu, hasil bentuk fisik HA maupun Ti-HA tetap seperti semula, tidak terdekomposisi dan tidak terdegradasi.
Pengujian biokompatibilitas dilakukan dengan pengujian toksik dan penumbuhan sel fibroblast (cell line BHK 21 clone 13) secara in vitro, dengan hasil pengujian HA(M0) maupun Ti-HA (M4) pada suhu 1200 °C tidak toksik dan dapat ditumbuhi sel, pertumbuhan sel yang terbanyak adalah Ti-HA (M4) pada suhu l000°C.
Tulang Buatan Dari Gipsum (Karbonat Apatit)
Potensi untuk menghasilkan tulang buatan ini terbuka luas, mengingat Indonesia sangat kaya akan mineral, yakni gipsum dan batu kapur. Dengan memakai bahan gipsum dan batu kapur ini biayanya bisa ditekan sehingga harganya bisa lebih murah, menjadi Rp 200.000 per gram.
Cara ini juga ramah lingkungan dan tak berisiko sebagaimana halnya bila memakai tulang manusia. Terlebih lagi, proses penyerapan oleh jaringan tubuh berjalan lancar. Sehingga remodeling tulang menjadi sempurna. Hal ini disebabkan zat karbonat apatit sesuai jaringan tubuh.
Berdasarkan riset yang telah dilakukan, proses penggantian tulang cedera menggunakan karbonat apatit lebih bagus jika dibandingkan dengan cara kimiawi yang sudah digunakan yang disebut dengan hidroksi apatit yang menunjukkan remodeling tulang berjalan lambat. Jika menggunakan hidroksi apatit dalam waktu 2-4 minggu masih tersisa hidroksi apatitnya. Tetapi jika menggunakan karbonat apatit setelah empat minggu tulang baru yang benar-benar bersih sudah dapat menggantikannya.
Pembuatan tulang dari gipsum dan batu kapur ini menggunakan teknik karbonasi dan fosfatisasi. Dengan cara itu, batu kapur dan gipsum bisa diubah menjadi karbonat apatit yang memiliki kandungan yang sesuai dengan sistem metabolisme dan jaringan tulang manusia.
Dalam sistem kimiawi dasar, gipsum merupakan kalsium solfat, sedangkan kapur adalah kalsium hidroksida. Ketika dicampur air, sesuai sifatnya gipsum akan menjadi bahan yang mudah dibentuk. Sedangkan kapur ketika bereaksi dengan karbon dioksida akhirnya bisa membentuk kalsium karbonat. Selanjutnya dengan fosfatisasi akhirnya membentuk karbonat apatit. Gipsum disini hanya membentuk setting-nya untuk pembentukan tulang sesuai yang dibutuhkan.
Bahan Bioaktif Pengganti Tulang
Mengembangkan bahan bioaktif karbonat apatit dari beberapa jenis mineral untuk dijadikan scaffold atau perancah tulang berporus tiga dimensi adalah sesuatu hal mungkin. Hal ini telah dilakukan beberapa profesor dari jepang yaitu Prof. Ishikawa, Prof. Matsuya, dan Dr. Yumiko Suzuki yang bekerja dengan gipsum sintetik.
Jika serbuk scaffold yang diproduksi dapat dikombinasi agar tidak usah prefabrikasi, akan lebih menguntungkan. Sebab nantinya penggantian tulang menjadi lebih baik karena bahan penggantinya dapat disuntikkan, mengisi bagian yang hilang, dan membentuk porus nano-interkonektif di dalam tubuh.
Nano kalsium dan posfat komposit dipergunakan sebagai tulang sintetis sebagai penggan tulang manusia. Contohnya BATAN, P2TBDU mengembangkan teknologi pelapisan grafit pada struktur untuk menjadi pelumas padat. P3IB sedang mengembangkan bahan fero magnetik untuk agen kontras MRI, dan nanokomposit NdFeB. P3TIR sedang membuat bio-material hydroxyapatite (HAp) sebagai bahan biokompatibel untuk mengganti bahan gigi dan tulang manusia.
\\
Tiga hari sudah tugas saya mengawal adek baru mengenal kampus UNS. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Walaupun capeknya bukan main. Orientasi studi mahasiswa baru 2007 – osmasru – tlah usai. Kegiatan yang berjalan mulai tanggal 23-25 agustus itu begitu memberikan banyak kesan dan pengalaman buat saya. Hemm... ini emang pertama kalinya saya ikut sebagai panitia.
Mau tahu ngapain aja di osmaru 2007?
Osmaru part one
pembukaan osmaru dari universitas. Yah.. sambil mengenang upacara bendera yang cukup lama mereka tinggalkan karena liburan. Dari hasil pemantauan sih upacara berjalan sukses. Setelah upacara, maru dipersilakan pergi ke fakultas masing2 untuk acara selanjutnya.Suasana teknik
Panitia hari pertama pakai dress code hitam putih, kaya panitia wisuda gitu.... Ada briving sebentar buat memastikan tugas masing2 seksi siap dilaksanakan dengan baik.
Saya dapat tugas jadi sie P3K. Nolongin maru yang sakit. Persiapannya membawa obat2an ringan untuk mengurangi gejala2 sakit. Ada paracetamol, antalgin, obat asma, obat maag, revanol, betadine, dll. Lumayan banyak. Kerjanya mondar mandir dibelakang barisan waktu apel pagi sambil tanya2 ada yang sakit gak. Trus jaga stan P3K yang terbagi dalam tiga tempat. Satu di kantor BEM, satu di ruang seminar dan satu lagi di ruang multimedia ( tempat maru melasayakan aktivitas ).



