Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Teknologi memudahkan kehidupan manusia, komputer kecil atau portable seperti notebook (laptop) sudah menjadi perangkat umum digunakan masyarakat. Tetapi ada penelitian bahwa posisi perangkat seperti notebook bisa membahayakan kesehatan. Ukuran notebook yang kecil membuat penguna harus terus menunduk. Bahkan posisi duduk yang tidak berubah dengan menyesuaikan sudut pandang dapat menyakiti 3 sisi dari tulang tubuh manusia.


Hal ini tergantung dari berapa lama. Professor Joseph Sweere dari Northwestern Health Sciences University dan Charlotte J. Schmitz dari Ergontron. Posisi yang salah akan menyebabkan rasa sakit, dengan posisi layar monitor notebook lebih rendah dari kepala dan tangan harus lebih tinggi untuk mengetik umumnya dapat membuat sakit di 3 titik yaitu persendian tangan, tulang punggung dan tulang leher.

Posisi yang benar adalah mata harus sejajar dengan layar computer atau notebook sehingga tulang leher dan tulang punggung tidak terlalu membungkuk. Mengukur sudut pandang terbaik pada monitor adalah dengan meluruskan tangan kearah monitor dan titik jari berada ditengah layar monitor ataupun notebook.

Untuk tangan harus membentuk sudut 90 derajat. Pilihan bagi pemakai notebook, sebaiknya mengunakan adaptor pada keyboard untuk dihubungkan dengan keyboard ukuran besar dan tidak mengunakan keyboard dari notebook. Posisi notebook juga harus dinaikan agar sejajar dengan mata penguna.

referensi : dari berbagai sumber

//
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments



Teman-teman… sekarang tugasku dari lab bertambah loh… tugasku sekarang adalah ngajar autocad. Semester genap ini angkatan 2007 ada mata kuliah menggambar mesin. Dalam menggambar mesin software yang harus dikuasai diantaranya adalah autocad. Nah.. autocad ini diajarkan oleh asisten 2006 pada praktikum autocad. Dan sekarang jelas sudah jobdesc ku di lab… selain jaga, admin web, dan tutorial, tugasku juga ngajar. Uhhh… senengnya ngajar… mengajar itu menyenangkan.

Autocad yang diajarkan masih pake yang 2002. yang dasar saja. Kenapa gak pake 2004 keatas? Yang mudah dulu dikuasai. Nanti klo yang 2002 udah lancer mau pake yang versi berapapun juga insyaallah bias. Lagian 2002 mudah diajarkan.

Praktikumnya dilaksanakan dari senin sampai sabtu, wooowww hamper tiap hari labku penuh orang. Satu hari maximum 2 shift. Dari pagi sampai sore. Oh ya yang diajar gak Cuma kelas regular, y7ang non reg juga. Makanya harinya sampai sabtu. Belum lagi nanti klo ada tugas besar. Ayo asistensian. Hehehe….

Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

tulisan ini disadur dari tugas mata kuliah ergonomi dan higiene perusahaan. karena waktu itu konsentrasi TI UNS banyak mengarah ke pertulangan, makanya salah satu tema yang diambil adalah bagaimana tulang buatan itu dibuat. tulang buatan ini sangat berguna untuk membantu manusia yang memiliki kebutuhan khusus (cacat) dalam menjalankan perannya layaknya manusia normal lainnya. nah seperti apa tulang buatan itu, dibawah ini penjelasannya.

Tulang buatan dari coral laut

Para ahli telah menggunakan koral sebagai bahan pengisi tulang (bone filler) dan bahan perancah (scaffold). Tapi koral sulit diolah sesuai kebutuhan individu yang memerlukan Dan pada akhirnya menuai protes dari para pencinta lingkungan, mengingat untuk membuat diperlukan cora laut yang sangat banyak. 

Tulang buatan dari tulang manusia lain

Hal lain juga bisa dilakukan dengan menggunakan tulang manusia lain, biasanya tulang orang yang telah meninggal. Namun, hal ini berisiko karena kerap kali ada perbedaan imunologi yang menjadikan pergantian tulang tidak berjalan baik. Dengan cara ini, risiko penularan penyakit juga sangat besar.

Tulang buatan dari kapur (hidroksi apatit)

Dua dasa warsa terakhir ini banyak dikembangkan material Hidroksiapatit (HA) dengan rumus kimia Ca10(PO4)6(OH)2 sebagai tulang sintetis. Di samping sifat-sifat yang menonjol dari Hidroksiapatit adalah berpori, terserap ulang (resorpsi), bioaktif, tidak korosi, inert dan tahan aus. Akan tetapi kelemahan sifat-sifat pada Hidroksiapatit adalah getas, mudah patah, ini menjadi kendala dalam desain.
 
Upaya untuk itu telah dilakukan penelitian sintesis Ti-HA dengan mensubstitusi titanium pada Hidroksiapatit dengan cara basah/ larutan di Laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan sifat mekanik ditinjau dari aspek porositas, densitas, daya serap air, kuat tekan, kekerasan, kuat tarik dan modulus elastisitas.

Pada penelitian ini dilakukan sintesis Hidroksiapatit yaitu mereaksikan suspensi 0,5M Ca(OH)2 dan 0,3M H3PO4 (Mo). Sintesis Ti-HA dilakukan dengan mereaksikan 0,3M H3PO4 dengan konsentrasi tetap yang telah dicampur dengan larutan TiCl3 dengan variasi ; 0,490M Ca(OH)2 dan 0,010M TiCl3 (Ml); 0,485M Ca(OH)2 dan 0,015M TiCl3 (M2) ; 0,480M Ca(OH)2 dan 0,020M TiCl3 (M3) ; 0,475M Ca(OH)2 dan 0,025M TiCl3 (M4).

Reaksi dilakukan dalam reaktor dengan pengadukan terus menerus dan dimonitor pH, saat reaksi suhu dipertahankan 40-50°C. Reaksi dilakukan selama 2½ jam dan dilakukan replikasi 4 kali. Hasil dicuci dengan aquades supaya bebas khlor, disaring kemudian dipanasi pada suhu 110°C. Hasilnya dihaluskan berupa serbuk dan dicetak dalam bentuk kubus untuk uji kuat tekan, silinder tipis untuk uji kekerasan dan sifat fisika, bentuk balok untuk uji degradasi. Dari kelima senyawa hasil sintesis M0, M1, M2, M3, M4 diidentifikasi komposisi kimianya dengan sinar-x.

Pada senyawa hasil sintesis Titanium-Hidroksiapatit substitusi 0,025M TiCl3 (M4) dilakukan analisis DTA dan TGA untuk menentukan suhu pembakaran yaitu 800°C, 1000°C, 1100°C, 1200°C. Hasil pembakaran, pada Hidroksiapatit suhu 1200°C, dan hasil sintesis Titanium-Hidroksiapatit suhu (M4) 1000°c, 1100°c, 1200°c diidentifikasi komposisi kimianya dengan sinar-x. Hasil komposisi kimia dari Hidroksiapatit adalah Ca5(PO4)3OH; Ca3(PO4)2.xH2O ; Ca3(PO4)2, sedang hasil komposisi kimia dari sintesis Titanium-Hidroksiapatit (M4) adalah CaS(PO4)30H; Ca Ti(PO4)6; Ca3(PO4h .xH20 ; Ca5(PO4)3OH; Ca Ti(PO4)6; Ca3(PO4)2.xH2O; Ca3(PO4)2.

Kemudian dilakukan pengujian sifat mekanik yang meliputi porositas, densitas, daya serap air, kuat tekan, kekerasan, kuat tarik dan modulus elastisitas. Pengujian didapat makin tinggi suhu pembakaran dan makin tinggi substitusi titanium pada HA makin kecil porositasnya. Harga densitas makin besar dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium pada HA. Harga daya serap air makin kecil dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium pada HA Harga daya serap Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 0,49% lebih kecil dibanding dengan Hidroksiapatit (M0) adalah 3,28%. 

Harga kuat tekan makin tinggi dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium pada HA. Harga kuat tekan pada Ti-HA (M4) suhu 1200°C adalah 36,268 MPa dan lebih tinggi dibanding dengan Hidroksiapatit (M0) 24,162 MPa . Harga kekerasan makin tinggi dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tinggi substitusi titanium pada HA. Harga kekerasan pada Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 18,093 MPa dan pada HA (M0) adalah 11,878 MPa. Harga kuat tarik makin tinggi dengan makin tingginya suhu pembakaran dan makin tingginya substitusi titanium, demikian pula harga modulus elastisitas makin naik dengan makin naiknya suhu pembakaran dan makin tinggi substitusi titanium pada HA Harga kuat tarik pada Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 4,690 MPa dan pada HA (M0) adalah 2,542 MPa. Adapun harga Modulis Elastisitas pada Ti-HA (M4) pada suhu 1200°C adalah 53,295 MPa dan pada HA (M0) adalah 30,622 MPa.

Pengujian degradasi dilakukan dengan merendam senyawa hasil dengan larutan SBF/ Syntetic Body Fluid selama 12 minggu, hasil bentuk fisik HA maupun Ti-HA tetap seperti semula, tidak terdekomposisi dan tidak terdegradasi.

Pengujian biokompatibilitas dilakukan dengan pengujian toksik dan penumbuhan sel fibroblast (cell line BHK 21 clone 13) secara in vitro, dengan hasil pengujian HA(M0) maupun Ti-HA (M4) pada suhu 1200 °C tidak toksik dan dapat ditumbuhi sel, pertumbuhan sel yang terbanyak adalah Ti-HA (M4) pada suhu l000°C. Hasil sintesis substitusi titanium pada Hidroksiapatit pada penelitian ini adalah meningkatkan sifat mekanik meliputi porositas, densitas, daya serap air dan kuat tekan, kekerasan serta memenuhi persyaratan sebagai biomaterial tulang sintetis. Adapun senyawa Ti-HAyang diperoleh M1, M2, M3, M4 dapat digunakan sebagai tulang sintetis alternatif: yang dalam aplikasinya harus disesuaikan dengan peruntukan dan tempat implannya perlu dikaji lebih lanjut.

Tulang Buatan Dari Gipsum (Karbonat Apatit)

Potensi untuk menghasilkan tulang buatan ini terbuka luas, mengingat Indonesia sangat kaya akan mineral, yakni gipsum dan batu kapur. Dengan memakai bahan gipsum dan batu kapur ini biayanya bisa ditekan sehingga harganya bisa lebih murah, menjadi Rp 200.000 per gram.

Cara ini juga ramah lingkungan dan tak berisiko sebagaimana halnya bila memakai tulang manusia. Terlebih lagi, proses penyerapan oleh jaringan tubuh berjalan lancar. Sehingga remodeling tulang menjadi sempurna. Hal ini disebabkan zat karbonat apatit sesuai jaringan tubuh.

Berdasarkan riset yang telah dilakukan, proses penggantian tulang cedera menggunakan karbonat apatit lebih bagus jika dibandingkan dengan cara kimiawi yang sudah digunakan yang disebut dengan hidroksi apatit yang menunjukkan remodeling tulang berjalan lambat. Jika menggunakan hidroksi apatit dalam waktu 2-4 minggu masih tersisa hidroksi apatitnya. Tetapi jika menggunakan karbonat apatit setelah empat minggu tulang baru yang benar-benar bersih sudah dapat menggantikannya.

Pembuatan tulang dari gipsum dan batu kapur ini menggunakan teknik karbonasi dan fosfatisasi. Dengan cara itu, batu kapur dan gipsum bisa diubah menjadi karbonat apatit yang memiliki kandungan yang sesuai dengan sistem metabolisme dan jaringan tulang manusia.

Dalam sistem kimiawi dasar, gipsum merupakan kalsium solfat, sedangkan kapur adalah kalsium hidroksida. Ketika dicampur air, sesuai sifatnya gipsum akan menjadi bahan yang mudah dibentuk. Sedangkan kapur ketika bereaksi dengan karbon dioksida akhirnya bisa membentuk kalsium karbonat. Selanjutnya dengan fosfatisasi akhirnya membentuk karbonat apatit. Gipsum disini hanya membentuk setting-nya untuk pembentukan tulang sesuai yang dibutuhkan.

Bahan Bioaktif Pengganti Tulang

Mengembangkan bahan bioaktif karbonat apatit dari beberapa jenis mineral untuk dijadikan scaffold atau perancah tulang berporus tiga dimensi adalah sesuatu hal mungkin. Hal ini telah dilakukan beberapa profesor dari jepang yaitu Prof. Ishikawa, Prof. Matsuya, dan Dr. Yumiko Suzuki yang bekerja dengan gipsum sintetik.

Jika serbuk scaffold yang diproduksi dapat dikombinasi agar tidak usah prefabrikasi, akan lebih menguntungkan. Sebab nantinya penggantian tulang menjadi lebih baik karena bahan penggantinya dapat disuntikkan, mengisi bagian yang hilang, dan membentuk porus nano-interkonektif di dalam tubuh.

Nano kalsium dan posfat komposit dipergunakan sebagai tulang sintetis sebagai penggan tulang manusia. Contohnya BATAN, P2TBDU mengembangkan teknologi pelapisan grafit pada struktur untuk menjadi pelumas padat. P3IB sedang mengembangkan bahan fero magnetik untuk agen kontras MRI, dan nanokomposit NdFeB. P3TIR sedang membuat bio-material hydroxyapatite (HAp) sebagai bahan biokompatibel untuk mengganti bahan gigi dan tulang manusia.

\\

Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
UAS selesai juga. Cukup lega deh rasanya. Sekarang tugasnya tinggal banyak2 berdoa biar hasilnya memuaskan. Setelah susah payah belajar, pake lemburan tiap malam tentunya gak mau dong dapat hasil yang gak maksimal. Makanya sekarang tugasnya adalah nambah doa, tapi gak boleh maksa n nuntut ya berdoanya. Terus berdoa dan serahkan semuanya pada Allah. 

Ngomong2 tentang ujian, pasti hasil akhir yang diharapkan adalah dapat nilai bagus, yang ujung2nya mengharap dapat IPK bagus. Gak munafik itulah hal yang sangat2 wajar. Mana ada orang habis ujian minta nilai buruk toh??? Bohong banget deh. Begitu juga saya. Walaupun saya sadar dengan sesadar-sadarnya dan tahu klo IP itu bukan hal mutlak yang harus dicari di dunia perkuliahan. Dosen bilang IP bagus itu Cuma 4% untuk meraih sukses di dunia kerja. Istilahnya IPK bagus itu adalah gerbang untuk masuk perusahaan yang bagus dan bonafit atau perusahaan yang ingin kita masuki. Sekarang dimana2 disetiap lowongan pekerjaan IPK minimal harus 3.00. Nah loh... kLo kita gak Bisa ngeJar itu.... ya.... tunggu keberuntungan saja buat masuk perusahaan yang kita inginkan. 
 
Saya mungkin salah satu orang yang masih menganggap IPK adalah hal penting yang mesti diperjuangkan. Tiap kali mau ujian coba untuk buat target perolehan nilai. Buat apa??? Buat memacu semangat belajar. Walaupun kita belajar bukan semata-mata mau cari IPK. Tapi belajar utamanya adalah cari tahu, ngerti apa yang dipelajari then mengaplikasikannya dalam kehidupan. Tapi gak salah juga salah satu tujuan belajar adalah dapat nilai bagus. Tapi jangan karena pengen banget dapat nilai keren, terus pakai cara instan, cheating misalnya.... ntar kaya mie instan, enak tapi sebenarnya racun. 
 
Buat saya IPK adalah salah satu bukti konkret yang bisa kita kasihkan ke ortu. Walaupun masih banyak cara2 lainnya, misalnya kita menang lomba karya ilmiah, jadi mawapres, dll. Ortu siapa sih yang gak seneng kalau anaknya dapat nilai bagus. Wong setiap abiz ujian pasti yang ditanya pertama kali adalah ”gimana ujiannya tadi” atau ”berapa nilaimu”. Iya apa gak?? 
 
Dalam dunia kerja yang diperlukan sekali memang bukan IPK. Saya gak menutup mata banyak juga manusia2 ber-IPK cumlaude tapi gak dapat kerja. Mungkin karena belum siap kerja, tak punya softskill yang cukup buat kerja, atau gagal waktu tes kerja. Ya..ya..ya.. semua memang serba mungkin. Berdasarkan cerita dan pengalaman banyak orang yang diceritakan kepadaku, dunia kerja lebih membutuhkan softskill—keterampilan – dibanding kemampuan akademik. Kita gak akan banyak berteori nantinya. Tapi bagaimana kita mengaplikasikan apa yang kita dapat dibangku kuliah dalam dunia nyata. Kadang2 teori itu gak sama dengan kenyataan. Perlu pengembangan yang mungkin gak pernah kita duga sebelumnya untuk menyelesaikan suatu masalah.

Kesimpulannya... walaupun kita menganggap penting IPK, tapi jangan lupa kita juga harus mengembangkan softskill bisa dengan ikut organisasi, bikin penelitian, karya ilmiah, buat relasi yang baik dengam banyak orang—terutama orang2 sukses, dan terus belajar... karena belajar menurut saya bukan selalu duduk dengan banyak buku kuliah didepan mata. Tapi belajar teori, aplikasi, dan pengalaman. Jangan mau dong hanya karena pengen dapat cumloude trus Cuma kampus-kos-kampus-kos.....hehehe.... gak tahu juga ding di kos ngapain. Belajar or malah tidur. Hehhehe.. lagi. 

Semangat... sukses buatku n buat yang baca ya... =)


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Ini waktu praktikum bubut (permesinan). ini yang namanya mesin bubut. kita buat benda kerja "benteng catur" dari baja. asyik loh ternyata praktikum ini. walau harus capek berdiri terus selama 5 jam. sayangnya ku ga ada nih di foto. malu... =D.
ini lagi proses pemakanan baja untuk posisi vertikal. jadi ngehalusin baja dengan kedalaman beberapa milimeter. oh ya yang di foto namanya angga, be2l, ma ida.

ini "beteng catur" bajanya.




ini foto sewaktu praktikum modul kedua: pemotongan dan pengelasan ( kerja bangku)

ini kita lagi motong kawat baja. kita mau bikin bangku. ternyata motong kawat baja tuh berat ya. keras buanget. klo ngliat cowok yang motong kayaknya enteng. pas saya nyoba cuma bertahan 5 menit. itu aja udah lumayan.
 
nah klo ini kita mau mejeng dulu sembari membuat pola lengkung pada kawat. klo pekerjaan ini saya bisa. gak seberat gergaji. tapi ya lumayan butuh banyak tenaga. abis nglengkungin satu kawat, keringat bagai hujan deras. hehehe.... tapi asyik.

ni bukan lagi ngerumpi atau ngegosipin asisten loh... tapi ni lagi kerja bakti ngampelas semua potongan2 kawat yang mau dibikin bangku. nah ini dia.... '' Berani kotor itu baik" . kotor buanget tangannya bahkan bajunya abis ngampelas kawat baja. item2 gituloh. manis banget kali yak klo salaman.... ngampelas tujuannya buat ngilangin kerak dan karat pada kawat baja, agar gak ganggu proses pengelasan.

siapkan matamu buat satu sinar yang sangat terang. ayo ngelas nak!! ngelas itu proses penyambungan semua bahan yang telah dipotong2 biar menjadi satu bagian yang diinginkan. ngelas itu ternyata seperti itu toh... tak kira gampang, eh ternyata susah juga. pertama pegang mesin las, deg degan, kaget juga pas lihat sinarnya. coz silau meeennn.... jadi mesti pake topeng las. biar matanya ga sakit. soalnya klo pas ngelas gak peke topeng ntar matanya jadi berkunang-kunang.
nah what the effect of ''ngelas''? menangis semalam. yap. malam harinya matanya pedes bnget. sakit, dan berair terus. nah kata tanteku biar ngurangi efek negatif dari ngelas, matanya haru dikompres pake irisan kentang. silakan di coba buat yang abiz ngelas... atau dicari referensi kebenarannya.

terakhir adalah pengecatan. nah setelah kursi jadi tugas kita adalah mengecatnya biar kursinya punya value added-- nilai tambah- sayang fotonya belum upload, coz lupa. hehe... tunggu ya...

Selain output berupa produk jadi yaitu beteng baja dan bangku, adanya praktikum ini bikin satu angkatan jadi kompak loh. Hampir tiap hari—selama hari2 praktikum—selalu dihabiskan bersama di kampus, demi terselesaikannya laporan. Jadi kita emang kerja sama bikin laporannya. Saling melengkapi antar kelompok. Mungkin yang selama ini ada yang belum akrab jadi bisa akrab, bisa kenal deket, ini baik buat kelangsungan satu angkatan. Trus jadi tahu karakter masing2 teman. Ada yang baik hati gak pernah marah, murah hati, cerdas, terampil, tapi ada juga yang ceriwis, emosian, gampang capek, mudah ngeluh. Wahh komplet deh. Menyenangkan sih sebenernya dengan adanya praktikum ini. Susah2 seneng juga. Klo dibawa enjoy ya bakal asyik juga akhirnya.

Nambah: praktikum PP kostumnya bener2 bengkel banget. Gak cowok gak cewek sama aja pakaiannya. Pakai werpack. Itu loh pakaian langsungan dari atas sampai bawah. Kayak celana kodokan tapi lengan panjang. Bengkel banget deh pokoknya. Yang cewek banyak yang pakaiannya gak sesuai ukuran. Aku aja dapat ukuran XL. Gede abis. Jadi kaya teletabis. Tapi nyaman2 aja tuh dipakenya. Coz klo udah pegang benda kerja+mesinnya udah gak kerasa risih makenya.

begitulah praktikum di semester tiga ini. mengasyikan, menyebalkan, menegangkan, dan everything.....


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
PraktikumIni namanya praktikum pengetahuan bahan (PB). Kegiatannya tentang pengenalan material bahan, misalnya baja, alumunium, tembaga, dan besi. Gunanya untuk mengetahui sifat-sifat bahan yang nantinya akan digunakan dalam industri, misalnya industri logam. Sifat-sifat yang diteliti adalah sifat keras bahan, sifat getas, dan kekuatan bahan. Ada tiga modul yang diujikan, yaitu uji tarik, uji impack, dan uji keras.

Uji tarik tujuannya adalah untuk mengetahui kekuatan luluh bahan, kekuatan tari, elastisitas bahan terhadap tarikan,dan tingkat keuletan bahan. Alat utama yang digunakan adalah universal testing machine. Dengan bahan uji baja ST-37. yah begitulah.... sedemikian rupa sehingga bahan diuji dengan alat tadi sampai terjadi kepatahan. Ini sebagai indikator uji tarik. Trus dianalisis deh... gak mungkin kan ku tulis laporanku di sini... ntar susah nge ACC nya.=D

Modul kedua adalah uji impak. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat ketangguhan atau keuletan suatu bahan. Bahannya masih sama Baja ST 37, dengan sebelumnya dilakukan pencelupan terhadap baja tsb. Ada tiga jenis perlakuan, quenching(=pencelupan) udara, air, dan oli.

Modul ketiga adalah uji keras, uji keras yang digunakan adalah dengan metode rockwell. Buat apa sih uji rockwell? Gunanya adalah untuk mengetahui tingkat kekerasan bahan. Bahan yang dipakai baja dan tembaga. Alatnya Rockwell tester.

Yang jadi asisten praktikum PB bukan dari industri, tapi dari teknik mesin. Nah kayak yang pernah saya bilang, praktikumnya anak industri tuh senada sama teknik mesin. Jadi jangan pernah underestimate lagi ya ma industrial engineering.... =D

oke deh tetap semangat buat kita semua


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Tiga hari sudah tugas saya mengawal adek baru mengenal kampus UNS. Alhamdulillah semua berjalan lancar. Walaupun capeknya bukan main. Orientasi studi mahasiswa baru 2007 – osmasru – tlah usai. Kegiatan yang berjalan mulai tanggal 23-25 agustus itu begitu memberikan banyak kesan dan pengalaman buat saya. Hemm... ini emang pertama kalinya saya ikut sebagai panitia.
Mau tahu ngapain aja di osmaru 2007?

Osmaru part one
Terjadi 23 agustus 2007 ( .. sory i'm late to post )
Sesuai jadwal kegiatan dimulai jam 06.30. berbondong2 para mahasiswa baru – maru-- dari segala penjuru Indonesia datang ke kampus UNS. Dengan almamater biru muda, dipadu pakaian putih2 dan semangat mahasiswa semua berkumpul di lapangan upacara depan rektorat. Mereka memang diwajibkan mengikuti upacara pembukaan osmaru dari universitas. Yah.. sambil mengenang upacara bendera yang cukup lama mereka tinggalkan karena liburan. Dari hasil pemantauan sih upacara berjalan sukses. Setelah upacara, maru dipersilakan pergi ke fakultas masing2 untuk acara selanjutnya.

Suasana teknik
Panitia harus standby di markas BEM jam 6. Cukup pagi buat seorang mahasiswa yang tiap hari kuliah jam 8-an. Untung si puput ga telat. Untung juga ada yang jemput. Makasih ya....
Panitia hari pertama pakai dress code hitam putih, kaya panitia wisuda gitu.... Ada briving sebentar buat memastikan tugas masing2 seksi siap dilaksanakan dengan baik.
Saya dapat tugas jadi sie P3K. Nolongin maru yang sakit. Persiapannya membawa obat2an ringan untuk mengurangi gejala2 sakit. Ada paracetamol, antalgin, obat asma, obat maag, revanol, betadine, dll. Lumayan banyak. Kerjanya mondar mandir dibelakang barisan waktu apel pagi sambil tanya2 ada yang sakit gak. Trus jaga stan P3K yang terbagi dalam tiga tempat. Satu di kantor BEM, satu di ruang seminar dan satu lagi di ruang multimedia ( tempat maru melasayakan aktivitas ).
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates