Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

sore itu sesampainya dari penerbangan yang panjang saya diajak ke toko kelontong langganan suami. letaknya lumayan jauh dibelakang apartemennya. sekali jalan kaki makan waktu 15 menit. tapi tetep senang. iya karena akhirnya bertemu setelah sekian bulan berjauhan. romantis lah ya... tapi bukan tentang romantisme jalan-jalan belanja berdua ditempat asing yang saya ingin ceritakan. karena ya memang gak seromantis itu sih. hahaha...

 
jadi sebenernya saya cuma mau cerita tentang cabe. cabe-cabean di negeri sakura yang kala itu sedang berangin dingin. apakah fenomena cabe-cabean dikenal ada juga disana? hoho... bukan kok... bukan tentang gadis-gadis abege (jablay) yang hobi boncengan 3 malem-malem di perempatan gelap. tapi cabe dalam arti denotatif, yang rasanya pedas dan menggugah selera sebagian orang. termasuk saya yang baru sehari keluar kandang sudah kangen pedesnya cabe, meski di kampung gak tiap hari makan cabe juga sih. entah kenapa, mungkin gara-gara tetiba kesal waktu membongkar barang bawaan ternyata saos cabenya ketinggalan. akkh!

maka sore itu, mata langsung berbinar dan hati girang begitu melihat hijau-hijau panjang. gak cuma hijau sih, ada yang semu-semu oranye. langsung aja nyolek si mamas minta dibeliin sekantong. tapi apa lacur. permintaan saya ditolak mentah-mentah dong. dijelaskannya bahwa itu bukan cabe seperti di indonesia. itu cuma mirip dan rasanya jauh dari enak. meski saya ngeyel dan merajuk, pendirian si mamas (gembub *mulai kesel*) tetep kokoh. ya sudah, akhirnya kami hanya membeli ayam halal dan beberapa liter air mineral serta sedikit cemilan.

ternyata kejadian yang hampir sama terulang kembali di beberapa hari berikutnya. saking pengennya makan pedes. bukan ngidam kok. cuma memang saya gak gitu tahan dengan makanan yang kurang berasa bumbunya. penolong utama cuma yang berkeju-keju ala masakan italia. hanya saja yang seperti itu harus benar-benar yakin bebas babi atau hal-hal terlarang lainnya. ya, meski menyukai negara tempat suami merantau, ternyata saya agak kerepotan beradaptasi dengan makanannya untuk jangka waktu yang lumayan. oh, mungkin saya harus merayunya agar bisa tetap tinggal lebih lama ya. hahaa... alasan!

ah jadi lupa mau cerita tentang "cabe" part-2. waktu itu kami mampir sebentar di stasiun pertama sebelum lanjut ke tokyo, kuki namanya. tujuan sebenernya adalah membeli sedikit oleh-oleh untuk dibawa pulang di toko hyiakueng. begitu masuk lorong, mata saya benar-benar silau, banyak barang lucu-lucu dengan harga murah meriah. jepang memang jagonya membuat barang kawai--imut, lucu dan unik. kalau tidak dijagai oleh kangmas tercinta pasti saya sudah gelap mata memasukkan apa saja ke dalam keranjang belanja. pun ketika tiba-tiba menemukan berbotol-botol "saos cabe". warna merah menyalanya benar-benar membuat silap hati. saya langsung ambil 3 botol. tapi begitu sampai kasir, eeehh tak satupun diijinkan oleh sang pembayar alias si mamas gembup. sempet berdebat kecil. tapi lagi-lagi saya kalah dengan penjelasannya yang sangat meyakinkan, bahwa itu bukan saos cabe seperti yang ada di indonesia.

hingga suatu waktu, kami diajak makan bersama teman kerja si mas. kami disuguhi sepiring besar sushi segar dan sate khas jepang (yakitori). nah, salah satu hidangan yang dibakar adalah sayuran yang dicampur daging dan ikan. sayuran itu..... ada yang mirip cabe, persis dengan yang saya temukan ditempat belanja beberapa hari sebelumnya. ya, si "cabe" hijau. akhirnya saya dapet juga, yes! begitu masuk mulut ternyata... akh! rasanya getir-getir aneh. sumpah aneh. that's not chilli at all! suami saya cuma nyengir aja, dan tentu saja ketawa puas waktu kami jalan pulang. hahaa... oke, saya lalu tanya google, jawabannya ternyata namanya shishitou. bentuk boleh mirip, tapi rasa beda jauh.


(saos) "cabe" kedua apakabar? apakah saya sempet merasakannya disana? saya lupa, tapi sepertinya itu semacam tabasco - tulisan kanjinya mengaburkan mata, dan kalau memang iya berarti saya pernah mencobanya di warung pizza paling banyak di indonesia. sebenernya tabasco punya kandungan cabe, cuma sudah diolah dengan cuka jadi rasanya cenderung kecut dan saya gak begitu suka. oalah! untung saya gak ngotot beli 3 botol waktu itu di kuki. alhamdulillah.

oh ya, akhir kata #lesson learnt-nya kalau kamu penggila pedas kemanapun kamu pergi jangan lupa bawa cabe, saos sambal, sambal botolan, cabe kering atau merica yang banyak. serius!

note:
# tentang jepang yang belum tertulis. jangan bosan ya!
# gambar dari flickr & vemale.com

\\
Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments


Plesiran di negara mayoritas non muslim memang cukup menjadi kendala buat wisatawan muslim seperti kami. Karena di tempat wisatanya gak ada yang menyediakan ruang solat, sementara kami tidak bisa meninggalkan kewajiban 5 waktu begitu saja. Makanya agar jalan-jalan tetep bikin hati nyaman, kita mesti pinter-pinter cari cara gimana biar solat lancar dimanapun berada :)

Nah di postingan kali ini saya mau sharing yang agak-agak bermutu nih *hihi*. Dari kapan tau pengen sharing cara kami solat waktu jalan-jalan di Jepang kemarin, tapi baru bisa ketulis sekarang deh, maafkeun. Khusus yang saya mau ceritakan solat dzuhur dan ashar ya.. karena waktunya pasti pas lagi diluar ruangan sembari jalan-jalan menikmati indahnya negeri sakura :D

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Saya punya satu cerita tak terlupakan dengan rokok ini. Masih seputar Jejepangan sih, gak apa-apa ya..? Karena emang banyak banget yang pengen saya ceritakan dari hasil plesiran ke Jepang kemarin. Kalau bahasa gaulnya, saya mah gagal 'move on'. Hahaha.

Ceritanya, kemarin saya memborong beberapa rokok pesenan temen-temen mas yang asli orang Jepang. Rokok-rokok inilah yang mereka inginkan sebagai oleh-oleh dari saya. Kata mereka rokok sejenis harganya jauh lebih mahal kalau dibeli di Jepang dan rasanya gak seenak yang dibuat di Indonesia.

Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

www.madamemo.com

Pernah denger ada supir bis ngucapin terima kasih pas kamu turun dari bis atau kernet ngucapin terimakasih pas kamu bayar ongkos? Saya pernah dong. Sayangnya bukan di Indonesia, tapi di Jepang. Saya langsung takjub loh pemirsa pas dengernya. Gimana gak takjub, wong di negeri sendiri yang katanya terkenal ramah tamah ini, saya belum pernah tuh di terima kasih-i sama supir atau kernet bis. Yah, kalau dibalesin "sama-sama" pas saya bilang terima kasih sih sering :)
Ketika sedang jalan di area stasiun yang padat, saya pernah gak sengaja nyenggol orang. Hayo tebak siapa yang bilang maaf duluan? Yaaa bukan sayalah #kokyabangga! Tapi si orang Jepang yang saya tabrak, yang duluan bilang "sumimasen" sambil membungkukan badan. Malu beneeer saya, gak otomatis bilang maaf udah ngeganggu orang lain.

Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
http://www.nic-nagoya.or.jp/en/e/archives/4721

Ketika pergi ke suatu tempat yang jauh (misalnya ke luar kota, luar pulau, atau luar negeri), kita pasti akan mengalami semacam perasaan kaget, kagum, sebel dan lainnya begitu sampai di tempat tersebut. Karena kita pasti akan menemui banyak hal baru yang mungkin berbeda, terutama yang berkaitan dengan budaya. Keadaan ini bisa disebut sebagai bagian dari kondisi gegar budaya (culture shock). Gegar budaya sendiri diartikan sebagai perasaan disorientasi, kebingungan, dan perubahan emosi yang terjadi ketika seseorang berkunjung atau tinggal di budaya yang berbeda.

Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Hari terakhir itu tiba juga. Masih dengan agak malas saya bangun pagi buta untuk membereskan perintilan yang belum masuk koper. Mungkin baru kali itu saya merasa sangat berat untuk pulang kampung. Karena selama setengah hidup saya merantau, pasti selalu bersemangat kalau sudah mencium bau-bau pulang, mudik, liburan, dan sejenisnya. Ternyata magnet si pak suami dan suasana negeri ini begitu kuat :D.


Pesawat saya tinggal landas jam 12 siang. Jadinya kami mesti berangkat pagi-pagi karena jarak Hanyu-Narita lumayan jauh. Kami juga tidak membuat tambahan itenerari di akhir liburan ini. Semua demi tepat waktu sampai bandara, minimal 1 jam sebelum pesawat berangkat. Berabe soalnya kalau sampai ketinggalan pesawat. Sayang ongkos tiketnya bo! 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Aaaa..!! Sudah hari ke-7 aja. Itu artinya tinggal sehari lagi saya merasakan udara Jepang. Hiks. Di hari-hari terakhir ini rasanya udah mulai kecium aroma kesedihan #mulai-lebay-deh. Balik lagi ke Indonesia yang semrawut, balik LDR-an, balik lagi deh hidup sementara single. Hiks lagi.

Yasudahlah ya.. untuk mengaburkan yang sedih-sedih, kami melanjutkan itenerari berikutnya ke Odaiba City. Odaiba merupakan sebuah pulau buatan di Teluk Tokyo yang dihubungkan dengan pusat kota Tokyo melalui Jembatan Rainbow. Odaiba merupakan salah satu tujuan wisata di Tokyo yang ramai dan modern. Hal-hal menarik yang disuguhkan diantaranya Rainbow brigde, Ferris Wheel, Kantor Fuji TV, patung Liberty, patung Gundam raksasa, dan mall-mall besar nan modern.

Seperti dijelaskan sebelumnya, Rainbow bridge adalah jembatan yang menghubungkan Odaiba dengan pusat kota Tokyo. Jembatan akan terlihat sangat cantik jika dilihat pada malam hari, karena di penuhi oleh lampu warna warni. Jika melihat ke Rainbow brigde, kita juga bisa melihat Tokyo Tower dari kejauhan.

Rainbow Bridge & Tokyo Tower
Ferris Wheel adalah kincir angin raksasa. Jika naik kincir air raksasa ini kita bisa lihat kecantikkan Odaiba dari atas. Kincir angin ini punya 2 tipe 'kurungan', 1 berwarna, 1 lagi transparan. Nah pas naik ini kami pilih yang berwarna karena gak pake ngantri dan jumlahnya jauh lebih banyak. Harga tiketnya 900 yen per orang, cukup mahal yak? Tapi worth it kok dengan pemandangan yang disuguhkan. Kincir berputar dengan cukup pelan, jadi kami bisa menikmati semilir angin Odaiba sambil foto-foto pemandangan dibawahnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Salah satu hal yang ingin saya liat di Jepang selain sakura adalah salju. Dua hal yang mungkin sulit saya temui di negara tropis seperti Indonesia. Walaupun pas ke Jepang kemarin sudah bukan musim salju lagi, tapi saya cukup berharap kali aja nemu salju dimana gitu.. :). Tahu saya ngarep banget bisa ketemu salju, si mas suami yang baik hati dan tidak sombong itu langsung menambahkannya ke itenerary. Dengan usaha dan daya upaya deske searching-searching tempat wisata beraroma salju, dan ketemulah Gala Yuzawa Ski Resort #kissu si mas :*. 

skiing in front of the Gala's building
Gala Yuzawa Ski Resort adalah wisata untuk bermain dan berolahraga ski. Letaknya ada di gunung daerah Echigo, Perfektur Niigata, 200 km kearah utara Tokyo.
"... the area is famous for its impressive snowfall, and with skiing from 1,181m down to 358m, GALA Yuzawa resort is the perfect place to enjoy the excellent snow conditions..."

Share
Tweet
Pin
Share
14 Comments
Perjalanan semaleman dari Osaka, mengantarkan kami di pemberhentian terakhir di Shinjuku (新宿区; -ku), salah satu dari 23 distrik khusus Tokyo. Shinjuku menjadi pusat perniagaan dan pemerintahan sekaligus lokasi salah satu stasiun pergantian (interchange) transportasi umum terbesar dan terpadat di Tokyo, Stasiun Shinjuku. Pagi itu terlihat diantara mata kami yang masih merem melek, orang-orang berseliweran ngejar kereta. Gak kenal alon-alon asal kelakon. Telat sedetik aja mungkin udah jadi problem disana. #Hooaam..!!
Shinjuku Night
Share
Tweet
Pin
Share
6 Comments
Hari keempat di negeri sakura, kami habiskan dengan mengunjungi Universal Studio Japan (USJ) yang letaknya di Osaka. Ini universal pertama yang saya datangi, seneng sih, secara tahun lalu ada rencana Universal Studio Singapura gagal gara-gara drama tipus dan demo buruh #hiks. Sebenernya di USJ ini kami gak full seharian. Karena pagi harinya kami masih nyelesein satu (harusnya 2) itennerari di Kyoto, seperti yang saya ceritain disini. Rencana awalnya kami ke Osaka itu sebelum waktu dzuhur, tapi apa mau dikata, ternyata di Kyoto hujan seharian ditambah kami salah memperkirakan bus balik dari Fushimi Inari ke terminal Kyoto. Alhasil nganggur nyampah lah kami di halte Fushimi sampai lumutan #sejakm_lebih_nunggu_bus_balik kaka! Molor deh sampai jam 2-an baru bisa capcus ke Osaka. Untungnya jarak Kyoto-Osaka cuma setengah jam. Jadi masih keburu masuk USJ-nya yang tutup jam 8 malem. 
welcome to Universal Studio Japan
"....jadi kalau ada yang ke Universal Studio Osaka yang jauhnya ampun-ampun dari Jakarta cuma buat nampang foto doang di lambang bola dunia dan muter-muter, padahal udah beli tiketnya jauh-jauh hari, mungkin ya cuma kita #kikiikiii... :D
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Keinginan ke Kyoto muncul sejak Jepang menjadi salah satu negara impian saya. Di benak saya, Kyoto adalah kota yang cantik, menarik dan 'wajib' dikunjungi. Benar saja, pas beneran kesampaian kesana, saya sama sekali gak nyesel. Malah nagih super nagih pengen kesana lagi :). Tapi karena itenerary tour de Japan saya cukup banyak, di Kyoto-nya ya dicukup-cukupin cuma 1,5 hari saja. Sediih!

Kinkakuji 'Gold' Temple | Kyoto's photogenic icon

Sejarahnya, dulu Kyoto adalah ibukota Jepang, kemudian dipindah ke Tokyo pada tahun 1869. Makanya di Kyoto terdapat peninggalan istana kerajaan yang disebut Istana Kekaisaran Kyoto di Kyoto Gyoen Park. Selain itu Kyoto juga menyimpan banyak situs bersejarah dan kuil-kuil cantik yang bisa dikunjungi wisatawan.

Memutuskan perjalanan dari Tokyo ke Kyoto hampir sama seperti pergi dari Jakarta ke Surabaya. Jauh ya? Dengan jarak tempuh yang lumayan jauh itu, alat transportasi yang bisa dipakai adalah kereta cepat dan bus malam (over night bus). Jika ditempuh dengan kereta cepat (Shinkansen atau bullet train) memakan waktu kurang lebih 2,5-3 jam, dengan biaya tiket per-orang 14 ribu yen atau 1,6 juta rupiah. Mahal ya, tetapi sangat worthy karena jarak sejauh itu bisa ditempuh dengan sangat cepat. Bayangkan dengan Jakarta-Surabaya yang harga tiketnya 500-700-ribu, tapi waktu perjalanan hampir 10 jam. Berbeda jika ditempuh dengan bus, Tokyo-Kyoto makan waktu kurang lebih 7 jam perjalanan, dengan harga yang bisa lebih dihemat.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Tujuan jalan kami di hari kedua adalah Tokyo Disneysea seharian dan di akhiri dengan perjalanan ke Kyoto. Kata wikipedia, Tokyo DisneySea adalah taman hiburan yang berada di Tokyo Disney Resort, tepatnya di Urayasu, Prefektur Chiba,Jepang. Taman hiburan ini dibuka pada tanggal 4 September 2001. Tokyo Disnesysea memiliki 7 tema yang masing-masing mempunyai gaya yang unik dan permainan seru. Pintu masuk terletak di Mediterranean Harbor, yang menghubungkan kita dengan 6 tema lagi, yaitu : American Waterfront, Lost River Delta, Port Discovery, Mermaid Lagoon, Arabian Coast dan yang terakhir, Mysterious Island.

just two of us, yang lain ngontrak :D

Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
I always drooling when everybody go,
Then, I just dream and 
put it into my prayer and resolution
Yeah, resolution in every year
When can I see another side of world 
And yesterday, He answered all my prayer
He sent me to see my hubby bubby
Though it was just a moment
I had to thanks for the really great grant
And I believe, someday He will give me another big one, again..

Yaa.. that was just my feel after sent to Japan. The place that I really dreamed of. Seneng seneng seneng. Just it. Akhirnya resolusi saya untuk bisa jalan ke luar Indonesia kesampaian. Alhamdulillah..
Narita International Airport - Japan

Jumat, 25 April 2014 jam 24.00 Wib, saya take off dari Soeta menuju Jepang. Perjalanan makan waktu kurleb 7jam, udah kayak mudik ke Prembun rasanya :). Keesokan paginya, kira-kira jam 07.00 waktu Jepang, sampailah saya ditempat tujuan. Bersyukur banget perjalanan, pengurusan bagasi dan keimigrasian bisa dilalui dengan lancar jaya. Walaupun saat pengambilan bagasi agak sedikit rempong karena alurnya asing ditambah ketemu sama petugas yang kurang ngerti bahasa Inggris. Keluar pintu area bagasi, ketemulah saya dengan my lovely one - si mas suami yang sudah dari tadi nungguin. Gak taunya ternyata si mas udah nyiapin penyambutan dengan sekotak coklat cantik loh di kasih pita-pita gitu deh #gak nyangka benget | tumben romantis | hihii.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Hampir seminggu di Jepang nemenin mas suami baru kali ini beneran masak yang bener2. Dari kemarin2 jalaaan mulu keliling2 dan selalu sampai malem, makanya ga ada waktu masak. Keburu cape kakak. Selain itu karena terinspirasi oleh adanya oven microwave yang menggiurkan. Jadilah saya bisa praktek bikin macaroni schotel kesukaan.

Resep macaroni schotel yang saya buat disini sangat amat minimalis karena susah cari bahan2nya diantara keterbatasan waktu. Tapi hasilnya tetep oke punya kok :P.

Bahan2 yang mesti disiapin : telur ayam (saya pake 2 utk 2 porsi), keju, garem, merica bubuk, susu plain, macaroni, dan masako kalau suka.

Cara masaknya :
1. Rebus macaroni sampai empuk, setelah empuk tiriskan.
2. Kocok telur, beri bumbu2 seperti lada, garam, dan masako. Tambahkan 5 sdm susu plain (sesuai selera)
3. Potong2 atau parut keju.
4. Siapkan alumunium foil yang sudah berbentuk, tuangkan adonan telur, masukkan macaroni dan keju. Tata dengan cantik :)
5. Panggang dalam oven kurang lebih 3 menit.
6. Setelah matang sajikan hangat dengan cocolan saus cabe dan tomat.

PS:
* Sebenernya resep ini ada yang kurang, yaitu bawang putih dan bawang bombai agar berasa lebih gurih. Lalu sebelum dipanggang biar tampilan lebih cantik bisa ditaburi seledri cincang.
* Bisa ditambahkan daging cincang
* Paling cocok dimakan dengan tomat dan kentang oven.
* Tapi overall, resep yang saya tulis diatas sepertinya resep dasar, jadi rasa gak gtu berubah dan tetep enak :D  #suerr!!


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Pernah ngalami perasaan aneh demi menyambut sesuatu yang kita nantikan dengan amat sangat gak? Biasanya perasaan yang muncul tuh susah diungkapin dengan kata-kata. Pokoknya aneh aja. Misal besok pagi mau lebaran atau dapet hadiah atau mau pergi ketempat impian. Pasti malemnya jadi susah tidur kan? Nah, malem ini kayaknya saya mengalami hal yang mirip.

Kenapa bisa? Karena jumat besok saya insyaallah akan terbang pertama kalinya ke negeri orang. Huu..! Sangat antusias. Ga berlebihan kan kalau saya bilang gitu, soalnya ini semacam penantian panjang -mungkin hampir satu tahun- dan besok waktunya datang. What a joy right? Apalagi setelah kejadian mau ke singapur pertama kalinya waktu itu tertunda gegara tipus, makanya kali ini saya bener2 berharap dikasih kesempatan kedua untuk bisa ke luar negeri. :")

Saya gak peduli jika ada yang komen "lebay banget mau ke LN aja sampai gak bisa tidur". Karena emang sudah sangat ingin tau kehidupan di luar Indonesia itu seperti apa. Mencicipi sehari dua hari jadi masyarakat global, mengamati dunia luar. Sampai2 saya tulis jadi salah satu resolusi tahun lalu dan tahun ini. Selain itu, tujuan pergi kali ini karena... karena... karena mau ketemu digratisin mas suami. Gimana gak antusias lebay coba, secara udah berapa bulan gak ketemu (padahal ya biasa aja sih). Hihi.

Aah.. semoga besok dikasih lancar dari berangkat sampai pulang lagi ke Indonesia. Semoga saya bisa kantongin hal-hal menarik dari sana dan bisa dibagi-bagi disini yaa... #ayo dong cepet pagi..:)

See u soon, Tokyo..!

\\
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Happy new year...!!! masih November sih, tepatnya tahun baru Islam. Seperti biasa tahun baru identik dengan muhasabah dan resolusi.  Yang pasti doa yang selalu terucap adalah semoga keburukan ditahun lalu terhapuskan dan memulai dengan hal-hal yang baik agar tahun berikutnya menjadi pribadi yang lebih baik.

Saya sedang tidak membahas acara tahun baru ada apa. Karena memang gak ada perayaan. Apalagi di kota perantauan dimana tinggal saja statusnya numpang :D. Saya cuma baru sadar saja beberapa hari lalu sebelum tahun baru waktu meeting departemen kok ndilalah membahas tentang 'mimpi' . Sudah banyak banget orang sukses bilang 'bermimpilah maka itu akan menjadi awal kesuksesan kita' atau 'gantungkan mimpimu setinggi langit, lalu capailah hingga dapat' atau “All our dreams can come true, if we have the courage to pursue them.” ― Walt Disney Company, dan masih banyak lagi. Waktu ditanya mimpi saya apa... emm... saya bilang kalau mimpi saya salah satunya adalah bisa ke luar negeri karena dapat penghargaan, entah itu beasiswa, penugasan kerja, atau apapun. Tapi saya lebih mengharapkan saya menang beasiswa sih, rasanya gimanaa gitu kalau dapat beasiswa ke LN. Bangga luar biasa pasti. :)

Tentang kapan waktunya mengusahakan mimpi itu terwujud, saya memang belum state. Banyak hal masih dalam pertimbangan. Dunia kerja saat ini masih membuat saya betah. Gelas saya masih setengah kosong dalam menimba ilmu disini. Intinya saya masih ingin belajar yang banyak dulu saat ini, itung-itung sambil mencari ide-ide kalau-kalau saya diproposal penelitian yang mungkin bisa saya ajukan kelak. Atau sambil belajar bahasa asing lagi. Gak lucu dong keinginan ada tapi gak dimodalin :D.

Kira-kira suatu nanti saya ingin ke beberapa tempat ini :

tempat dimana saya bisa melihat kanji disetiap arah jalan


atau tempat dimana saya menemukan molimod atom raksasa

dan juga tempat dimana saya bisa melihat menara
megah ini sambil berteduh dari hujan

boleh juga di tempat dimana saya bisa merasakan
hembusan angin di area perkebunan tulip :)


Just be aware with our words, semoga doa doa kecil saya di tahun baru ini didengar, dicatat, dan dikabulkanNya... aaamiin!!
anyone help me ? :D

semoga setiap mimpi kita adalah doa yang diijabah, dan never stop to dream, never lazy to make it really happen!


beberapa sumber foto : disini

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates