Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Hayo yang anak rantau ibukota sudah pada dapet tiket lebaran belum? Saya udah dong. Alhamdulillah yah, setelah perjuangan begadang 3 malem akhirnya dapet juga. Mana nyarinya dengan mata setengah watt lagi. Fiuuh! Sekalinya dapat rasanya lega bukan main. Jadi gak sabar untuk membuktikan keberhasilan ini menjadi kedua kali dalam pencarian tiket arus balik. Benar saja, ketika semua tiket pulang pergi sudah ditangan, rasanya legaaaa sekali. Puas. Karenanya saya berjanji pada diri sendiri untuk bagi-bagi resep mencari tiket tsb di blog acak kadul tercinta ini.


Share
Tweet
Pin
Share
20 Comments

Dulu, divisi dimana saya berada selalu mengadakan meeting bersama setiap Senin pagi. Pesertanya adalah semua anggota divisi. Selain update project dan kerjaan rutin, di meeting tsb juga diisi dengan sharing pengetahuan dan pengalaman. Selain itu, kadangkala diselipi warna sari yang membahas rencana jalan-jalan di luar urusan kantor.

Dari kegiatan sharing yang pernah dilakukan, ada satu materi yang cukup membekas dalam ingatan saya. Sharing tsb dibawakan oleh pak bos kepala divisi. Materinya apa?

Bentar.. gelar tiker dulu, sambil diseruput cappucino hangatnya...

Warisan akun kan? Yap benar, pasti abis liat judul tulisan ini ya. Hihi...

Hampir semua dari kita pasti punya akun kan ya? Dan pasti lebih dari satu. Mau itu akun bank, akun sosmed, akun email, dan lain-lain. Biasanya yang sering jadi masalah adalah lupa password karena saking banyaknya akun yang harus di-maintain. Kalau udah lupa gitu mesti reset password dan segala macem. Mending kalau cuma akun sosial media, ribetnya gak seberapa. Lah kalau yang kelupaan password atm? Mesti jalan ke bank-nya, kalau hari hujan becek gak ada ojek, kalau hari panas males ntar gosong. Ribet bin rempong kan? Nah, untuk antisipasi kelupaan, bos saya memberi saran sebaiknya semua akun itu terdata dengan rapi dan selalu diupdate ketika bikin akun atau password baru. Aman gak tuh nge-data akun dalam satu database? Ya pinter2 nyimpennya aja sih. Jangan ember juga mulutnya... Hoho...

Selain untuk jaga2 dari kelupaan, ternyata ada satu kelebihan lagi yang kita dapat dengan membuat database akun, loh. Kelebihannya adalah.... database tersebut bisa diwariskan kepada orang-orang yang dianggap berhak untuk tahu akun2 tsb. Misalnya anak atau suami. Fungsinya buat apa? Ntar kalau dimanfaatin sama mereka gimana? Lha.. masa gak percaya sama suami atau anak sendiri sih... asumsikan semuanya baik2 saja dan amanah ya...

Fungsinya tak lain tak bukan adalah untuk jaga2 in case terjadi apa2 dengan kita. Bos saya cerita, dulu waktu ayahnya (atau ayah saudaranya, lupa) meninggal dunia, gak ada satupun dari keluarganya yang tahu akun atau password rekening bank yang dimiliki ayahnya tsb. Sementara uang dalam rekening tsb memang diwariskan kepada istri dan anak2nya, mungkin ayahnya lupa gak ngasih tahu akun dan password sebelumnya. Begitu ke bank urusan pencairan uang jadi lebih ribet, meski sudah disertai dengan surat2 yang disyaratkan. Padahal pula itu yang ngambil istri atau anak kandung. Yang seharusnya cuma butuh beberapa hari jadi berhari-hari karena ternyata bank tetap melakukan beberapa prosedur tertentu demi menjaga dari hal-hal negatif, seperti adanya semacam interogasi dll. Sementara waktu itu, ceritanya, selain akan dibagikan sesuai wasiat, uang tsb juga akan digunakan untuk keperluan pemakaman, selametan, urusan ini itu, banyak. Nah dari situlah, bos saya menyimpulkan bahwa kita yang masih hidup ini memang perlu untuk mewariskan akun yang kita punya, agar keluarga yang ditinggalkan lebih gampang mengurusnya.

Saya pikir... bener juga ya...

Emm... ada satu lagi tambahan dari saya, selain akun perbankan, mewariskan akun sosial media juga penting. Rasanya suami, anak atau ortu perlu deh dikasih tahu akun dan password kita apa. Tentu saja demi menjaga dari hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Gambar dari sini.
\\
Share
Tweet
Pin
Share
11 Comments

Beberapa minggu belakangan ini wa saya bajir pesan masuk. Ini karena saya ikutan kelas online tentang tips trik berjualan online dengan internet marketing. Kelas tsb diberi nama Boss Keren 3 (BK#3), yang sepertinya pernah ada seri 1 dan 2. Kelas dibuat online via grup wa. Demi menjawab rasa penasaran, mendaftarlah saya di kelas tsb. Dan sampai sekarang masih bertahan. Hape juga masih baik-baik saja menerima ratusan pesan masuk setiap hari selama 24 jam.

Ada banyak materi yang cukup berharga yang didapat dari kelas ini. Selain materi teori yang bisa dipraktekkan langsung, ada juga cerita sukses dari para owner online/offline shop maupun sharing dari pakar yang benar-benar pakar internet marketing.

Berhubung lumayan capek kalau tiap hari harus manjat chat yang bisa nyampe ratusan, saya berniat menulis ulang apa-apa yang pernah di-sharing. Tujuannya tak lain sebagai dokumentasi pribadi, syukur-syukur berguna buat yang lain, khususnya sesama member grup yang juga ketinggalan beberapa sesi diskusi. Kalau sudah di dokumentasikan di media yang lebih luas kan saya bisa clear chat, agar hp tetap aman terkendali. Gak ngehang karena cepet panas dan memori penuh.

Kali pertama saya mau berbagi cara mem-branding sosial media (sosmed) yang kita punya sebagai modal mencari sebongkah berlian *lebay* alias meraih rejeki. Tapi noted ya kalau rejeki itu gak harus bentuk materi. Nambah teman dan saudara juga termasuk rejeki. Nah sosmed yang dimaksud adalah facebook. Kenapa facebook, karena sosmed ini masih jadi raja dikalangan penggunanya. Penggunanya paling banyak (sumber: panduanim.com), apalagi sekarang fiturnya makin powerfull. Iya kan?

Sharing ini dibawakan oleh Nadia, seorang enterpreneur muda yang sukses meraih omset sampai jutaan dengan berjualan online. Sebelum memulai sharing, dia melontarkan beberapa pertanyaan pancingan, yang kemudian dijawab oleh hampir semua member yang ikut, termasuk saya. Pertanyaannya saya copi-kan dibawah ya...

Note: sharing dilakukan pada 2016/02/27, 22:29

  1. Sudahkah kita memilih nama yg baik untuk facebook kita? jawab = sudaah.
  2. Bagaimana kalo anda di add oleh orang2 yg isi postingannya adalah hal2 negatif, misal : gosipin org lain, kata kata kasar, galau yg mendayu2, misal : ohh dunia sungguh kejam padaku.. dimanakah kan kucari dirimu yg tlah menghilang seabad lamanya..separuh jiwaku pergi nyasar entah kemana??? jawab = tergantung kenal apa gak orang tsb. Kalau pun kenal bolehlah di approve, tapi unfollow. Tapi setelah di approve, kemudian dalam waktu lama gak ada interaksi mungkin bisa di-unfriend.
  3. Boleh ya saya kepo dikit, coba cek ada berapa jumlah pertemanan di kontak anda. Terus klo anda bikin status, rata2 dapet berapa like, koment dan share? jawab = 1000-an teman, like n comment dikit, masih dibawah 20an.
  4. Temen 3000 yg komen 20.. ya lumayan. Tp belom ada 1% nya tuh, yg 99% ngumpet kemana yaa kira2? jawab = gak tahu pada kemana, ngumpet di kolong kali. Hehe
  5. Menurut anda, kenapa sih temen2 males atau pelit utk ngelike status anda? jawab = mungkin statusku ga sesuai dg hati mereka saat itu.
  6. Bagaimana perasaan anda klo ada temen baru diapprove, langsung kasih jempol atau komen di status kita? Dan apa yang akan anda lakukan utk merespon si temen baru kita ini? jawab = ya gpp seneng aja brarti dia add karena statusku atau akunya sesuai harapannya. Biasanya langsung aku like or komen balik.
  7. Ada temen baru kita approve, terus lngsung ngetag promo dagangan, inbox2 promo dagangan tanpa ijin lebih dulu, apa yg akan anda lakukan? jawab = liat2 dulu dagangannya apa, tapi klo di tag sembarangan emg aku kurang suka, paling aku un-tag dari dagangannya. Klo aku kurang suka sama produk yang dijual ya unfollow. Jarang unfriend, kecuali udah kebangetan ngetag2 yang mirip spam.
  8. Anda ngeadd temen baru, kemudian di approve  oleh mereka, tindakan apa yg akan anda lakukan selanjutnya terhadap temen baru ini? jawab = say thanks, klo kenal bs japri, klo gak kenal ya say thanks aja atau biasa aja gak ngapa2in.
  9. Tema apa sih yg paling anda suka posting.? Apakah postingan itu mewakili siapa anda, perasaan anda? jawab = tema2 yg berisi sharing yg bermanfaat dan positif, bukan berisi kebencian dan hal2 negatif. Tema kehidupan sehari2 aja.
  10. Sejujurnya anda ingin dikenal sbg apa dan sbg siapa? jawab = sbg diri sendiri yg bs bermanfaat, positif, gak banyakan ngeluh dan menghujat.
Dari pertanyaan diatas, ada banyak sekali jawaban yang diberikan. Jawaban2 tersebut tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Namanya juga pendapat kan? Di akhir sesi, Nadia memberikan kesimpulan dari semua hasil diskusi. Sumonggo, saya copy-kan dengan sedikit pengeditan agar lebih merasuk dibacanya.

  1. Buatlah akun facebook dan social media lainnya dengan nama yang baik, bukan nama alay.
  2. Jangan memosting sesuatu yg bernada negatif (keluhan, umpatan, sindiran, nyinyiran, dll).
  3. Like Komen Sedikit? Ayo mulai berinteraksi dg temen2 di akun sosmed.
  4. Jangan pelit utk kasih LKS (like, komen dan share) di status temen.
  5. Kasih feed back positif kepada temen2 baru kita terutama yang mulai ngajakin pedekate.
  6. Jangan nge-tag promo dagangan tanpa ijin.
  7. Perlakukan org lain sebagaimana kita ingin diperlakukan, kalau kita pengen orang lain gak pelit ilmu sama kita, ya kita jangan pelit ilmu sama org lain, kalau pengen status kita disukai dan dikomen, ya kita like komen status org lain dulu.
  8. Buatlah postingan yang menarik, sesuai dengan isi perasaan kita tapi jangan dibuat-buat dan jangan lebay.
  9. Isi postingan facebook (sosmed lain) menunjukkan identitas kita yang menunjukkan siapa kita. Apakah kita rela dicap sebagai biang gosip, preman facebook, galauwers atau alayers? Tentuu tidak kan.
Kira-kira itu yang bisa saya sharing dari hasil belajar via grup BK#3. Ada yang penasaran ada materi apa aja setelah ini? Mau banget dong eike dinantikan... Hahaha... 

\\

Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments


Plesiran di negara mayoritas non muslim memang cukup menjadi kendala buat wisatawan muslim seperti kami. Karena di tempat wisatanya gak ada yang menyediakan ruang solat, sementara kami tidak bisa meninggalkan kewajiban 5 waktu begitu saja. Makanya agar jalan-jalan tetep bikin hati nyaman, kita mesti pinter-pinter cari cara gimana biar solat lancar dimanapun berada :)

Nah di postingan kali ini saya mau sharing yang agak-agak bermutu nih *hihi*. Dari kapan tau pengen sharing cara kami solat waktu jalan-jalan di Jepang kemarin, tapi baru bisa ketulis sekarang deh, maafkeun. Khusus yang saya mau ceritakan solat dzuhur dan ashar ya.. karena waktunya pasti pas lagi diluar ruangan sembari jalan-jalan menikmati indahnya negeri sakura :D

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates