Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Ketika musim pernikahan mulai tiba, kadangkala kita dilanda kebingungan mau memberikan kado dalam bentuk apa. Hal ini bisa jadi karena memberikan kado atau bingkisan di acara pernikahan sudah menjadi budaya sebagai ungkapan selamat kepada sang pengantin. 


Tentu saja alternatif yang termudah sumbangan dalam bentuk uang tunai. Tapi ternyata tidak semua pengantin suka diberikan hadiah dalam bentuk uang. Bahkan ada pemikiran bahwa hadiah dalam bentuk uang sama dengan penghinaan. Makanya kita perlu sekali-sekali memikirkan kado lain yang sekiranya pantas dan bermanfaat bagi pengantin. 

Maka dari itu, mungkin 4 hal ini bisa menjadi pilihan kado pernikahan yang bermanfaat:
 
Voucher gratis
Siapa yang tak suka diberi voucher gratis? Pasti tak ada yang menjawab kan, karena kado voucher sangat menarik hati. Sebagai kado pernikahan bisa dipilih voucher menginap di hotel, voucher dinner di restoran mewah, atau sekedar voucher belanja di supermarket juga bisa membuat senyum sang penganti mengembang dengan lebar :)
 
Perabot dapur
Pengantin baru pasti sangat membutuhkan perabot dapur, setidaknya untuk melengkapi isian dapur rumah barunya. Dari berbagai macam perabot dapur, pilihan menarik bisa berupa satu set panci dan wok pan, kompor gas atau listrik, blender, mixer, atau sesederhana satu set piring dan gelas saji yang bentuknya cantik-cantik.

Perlengkapan kamar tidur
Satu set bedcover, sprei, ataupun meja rias pastinya bisa membuat sang pengantin terkesan. Kalau bisa kasih springbed-nya sekalian mungkin bisa dikenang sepanjang masa, lho, hehehe…

Alat-alat rumah tangga  
Ketika menikah dulu, saya mendapat kado berupa mesin cuci dan sampai saat ini masih dipakai. Maka dari itu, bisa saya bilang kado berupa perabot rumah tangga bakal membuat sang pengantin berbunga-bunga karena lumayan membantu mengurangi budget pembelian perabot, hehehe. Selain mesin cuci, kita bisa pilih lemari, kulkas, sofa, atau bisa bertanya langsung kepada pengantin ingin kado perabot apa untuk melengkapi rumah barunya.

Kira-kira 4 hal itulah yang bisa dijadikan sebagai pilihan kado pernikahan yang memberikan manfaat. Selain itu juga sebagai kado pernikahan yang berkesan. Jika ada pilihan lain boleh loh disebutkan di kolom komen. Atau jika mau silakan cek disini untuk alternatif yang lebih banyak.

\\
tiasangputri

Ref gambar: pexels

 
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Lagi buka-buka file lama di komputer kantor eh tiba-tiba nemu file desain karikatur yang pernah saya bikin menjelang hari pernikahan. Jadi pengen nulis tentang #throwbackofweddaniv nih:) Apalagi bulan ini kok ya pas banget bulan April, hari jadi kami gitu loh :P.

Sebenernya sekalian ngobatin sakit hati gegara hardisk laptop terindikasi sekarat, sementara semua data sama sekali belum saya backup. Kzl banget-banget dan pengen ngamuk sebenernya, cuma ya gimana lah ya.. berasa ngrawatin materi kuliah 4 tahun dan foto-foto momen spesial, masa sekarang harus menghilang dengan tiba-tiba. Padahal si laptop jarang dipake beberapa bulan belakangan. ahh... curhat hati ini. hikshiks.

kiri: draft gambar, kanan: hasil karikatur

Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Seminggu setelah resmi menikah di 20 April 2013 yang bertempat di Kebumen (rumah saya), kami boyongan ke Jakarta, tempat dimana suami tinggal. Di Jakarta acaranya adalah ngunduh mantu, sesuai yang telah direncanakan oleh keluarga besar suami. Hem... kebayang kan persiapan nikah saya jadi double deh rempongnya, mana si mas masih di Jepun lagi kan. Seneng sih kalau sudah solve semua, tapi puyengnya ampun-ampun kalau ada yang belum klir. 

Langsung aja kali ya ceritanya :

1. Tempat Resepsi

Acara digelar pada Sabtu 27 April 2013 bertempat di Gedung Pusat Pelatihan Pertanian Klender Jakarta Timur. Gedungnya terbilang bagus karena selesai renovasi. Jadi masih bersih dan megah. Kapasitas tamu yang dapat di tampung kurang lebih 200-an orang. Karena undangan kami ada 700-an jadi perlu nambah tenda di luar gedung. So far gedungnya cukup memuaskan, pelayanan parkir dan petugasnya pun oke. Hanya saja tidak ada kaca di ruang rias dan AC-nya kurang dingin. Meski begitu, semua bisa teratasi dengan baik kok.

2. Rias manten

Saya direkomendasikan saudara untuk menggunakan jasa Mas Asep - dia masih kuliah di jurusan tata rias UNY dan bekerja sebagai freelance untuk make up artis. Pengalaman meriasnya sudah sampai ke artis-artis ibukota, begitu sih kalau dilihat dari portofolio di facebook-nya. Dan meski bukan MUA papan atas, dia sudah punya banyak rekanan untuk menggelar acara pernikahan. Servis yang ditawarkan bisa jasa make up-nya saja bisa pula borongan. Saya sendiri pesan paket wedding mulai dari rias pengantin, dekorasi, dan fotografi.

Benar saja, hasil riasannya saya bilang JOSS GANDOS. Sangat modern, manglingi, dan gak menor samasekali. Tapii.... sayang seribu sayang untuk manajemen waktunya masih harus banyak di-improve. Karena beberapa kali saya hubungi untuk fitting, nanya2, dll agak lama responnya. Saya tanya kapan, dijawab kapan. Terus, saya juga kurang begitu cocok dengan konsep yang diusung, yang mana pengantin adalah satu2-nya point of interest alias pusat perhatian. Kenapa saya kurang setuju? Karena si pengantin jadi keliatan kece bangeeet sementara pengiring termasuk orangtua kesilap baik riasan maupun bajunya. Berasa kurang imbang gitu antara si pengantin dengan yang lain... Memang sih di acara ini kami tidak mengambil paket yang paling wow, karena sangat disesuaikan dengan budget :D, mungkin kalau paketnya yang super ya hasilnya super juga. Hehehe.

Selain makeup yang memuaskan, saya juga sangat puas dengan kebayanya. Bagi saya sih wow banget. Emejing!! Karena si mas Asep-nya kasih pinjem kebaya dari Sanggar Miarosa. Buat capeng2 ibukota mesti tau dong ya sanggar ini... Jadi sebelum memutuskan memilih kebaya ini, saya dikasih pilihan dulu mau baju pengantin yang sederhana alias biasa aja atau yang dari desainer. Waktu cek ricek kebaya biasa-nya kok saya gak ada tertarik-tertarik blas. Bagusan kebaya saya waktu di Kebumen. Yasudah daripada menyesal, akhirnya saya putuskan pakai kebaya desaigner. Ada rupa ada harga emang sih ya. Saya (kami) jadi harus merogoh kocek agak lumayan untuk pinjem kebaya desainer. Tapi mengingat ini acara yang insyaAllah satu kali seumur hidup dan dihadiri oleh tamu2 terhormat mau-tak mau ya pakai yang terbaik.
Berikut foto2 fitting hingga akhirnya saya dirias beneran :

Kebaya pengantin sederhana

Kebaya Miarosa

Finaly :) we are officialy married :D
3. Katering

Kami pakai katering dari bude-nya si mas, yang memang sudah tidak diragukan lagi rasa masakannya. Kateringnya memang baru terkenal diantara kerabat dan rekanan dekat bude. Tapi rasa dan tampilan masakannya tak kalah dengan katering besar. Kayaknya harus lebih kenceng pemasarannya tuh agar lebih dikenal masyarakat. Diantara menu yang saya inget ada sate kambing/kambing guling, es krim, sup daging, gurame asam manis, cah brokoli, dendeng cabe, siomay, bakso, puding. Kira-kira hampir sama dengan yang di acara Kebumen deh :D. Sayangnya lagi-lagi saya gak begitu bisa menikmati masakan-masakan istimewa tsb, karena udah kenyang salaman dan pringas pringis di panggung pelaminan. Haha.

4. Fotografer

Fotografer yang kami pake masih rekanan dari mas Asep. Sepertinya banyak sekali kami di jeprat jepret, tapi sampai tulisan ini publish memang belum jadi foto resminya. Saya memang tidak tau banyak dengan sang fotografer, saya hanya bisa komen servisnya waktu foto2in kami lumayan bagus dan ramah. Fotografernya juga mau ngarahin gaya kita kalau ada yang kurang luwes.
Marriage is the golden ring in a chain whose beginning is a glance and whose ending is  Eternity
~ Kahlil Gibran ~

Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments
Ini adalah WO yang dipakai oleh keluarga di acara nikahan saya. Ibu yang kasih rekomendasi berdasarkan informasi dari rekan-rekan kerjanya yang pernah memakai jasa WO ini. Awalnya saya pengen compare dengan beberapa WO yang dipakai oleh teman saya waktu nikahan. Tapi setelah di yakinkan ibu kalau nastiti ini bagus, saya akhirnya manut saja. Begitu diajak ke sanggarnya pun terlihat meyakinkan. Besar, mewah, dan lengkap. Tersedia baju, tenda, kursi, dekorasi, dan catering. Sepertinya Nastiti mengusung konsep full service wedding partner gitu...

Saya kasih nilah 8,75 dari 10 deh untuk servisnya. Mulai dari survei, fitting bolak balik, sampai milih-milih menu hidangan, serta dekorasi dan aksesoris. Yang paling menonjol menurut saya adalah pelayanan yang ramah banget, respon cepat baik melalui telepon atau sms, dan sebagian besar permintaan kami diusahakan tersedia dengan sebaik-baiknya. Untuk harga... memang ya ada harga ada rupa kali ya... saya gak bisa bilang persisnya berapa, tetapi untuk pesta yang kami adakan kemaren dengan biaya segitu masih cukup masuk akal.

Saya pengen cerita yang memang benar-benar saya yang jalani secara langsung, karena beberapa bagian yang paling tau adalah ibu saya, seperti urusan katering dan dekorasi. Yang pertama adalah fitting baju. Ini bagian yang paling dinanti pastinya bagi semua calon penganten, khususnya cewek ya... berkaitan sama penampilan dan baju-baju sih.. :)

Pilihan bajunya cukup banyak dengan berbagai model dan warna. Karena kebetulan ibu saya suka coklat, dan saya orangnya bingungan milih yang mana akhirnya diputuskan pakai coklat gradasi tembaga (kebaya 1) gitu... Kata ibu, adek dan yang lain kebaya gold copper lebih kelihatan mewah dibanding yang lainnya. Berikut beberapa foto waktu saya fitting baju :

Kebaya 1 : Coklat gold tembaga

Kebaya 2 : Red Gold ; Kebaya 3 : Full Gold
Untuk menu catering saya serahin ke ibu saja, menu gubugan (both) ada siomay, jus sirsak & jambu (ini yang paling laris katanya :)), tengkleng, es doger & dawet ireng khas purworejo, sate ayam, martabak, lupaa.... (soalnya saya gak ngeh2 amat sama menu, dan pas nyicipin juga uda diambilin. hehe.. ). Untuk menu buffet standar sih pake sup sosis sayuran, sambel goreng kresni, capcay jamur, empal daging, sama sambal. Rasanya enak, klo di kasih nilai ya 8,3 dari 10 poin.

Saya pun cukup puas dengan tata rias pengantin dari Nastiti, yang pasti gak menor kaya ondel-ondel :D. Cukup modern riasannya. Memang sih ya perias sekarang harus selalu update mengingat yang di riasin anak2 era gen-Y yang dasarannya suka protes dan melek informasi. Sama untungnya jaman sekarang penganten masih tetap bisa mengaca saat dirias. Jaman dulu mana boleh ngaca, pamali katanya. Kalau kata saya sih bukan pamali, tapi periasnya ogah di cerewetin ini itu sama pengantennya yang mungkin kurang puas dg hasil riasnya.... hehehe :P. cekidot hasil riasannya :


Kebaya pink saya... :D

Gold copper kebaya


Foto-foto official wedding nya ditunggu ... :)

Share
Tweet
Pin
Share
12 Comments
donamici style

Tadinya saya berpikir gak perlu beli sepatu pengantin karena bisa pinjem selop di salon. Eh tapi karena kebaya akad saya warna pink silver dan salon jarang yang punya selop warna silver, akhirnya saya 'terhasut' juga pengen beli sepatu pengantin. Selain itu karena di salon selopnya gak ada yang nyaman dan heelsnya ketinggian *alesan aja sih kakakk*

Siang itu saya putuskan mengekor teman saya yang juga mau beli sepatu pengantin di Mangga Dua. Toko yang kami tuju adalah Donamici, yang beralamat di ITC Mangga Dua Lt. III Blok A No. 25 Telp. 6126306, 70697756. Toko sepatu ini memang khusus melayani pembuatan sepatu pesta termasuk diantaranya sepatu pengantin. Hampir semua sepatu yang dibuat selalu diberi aksesoris permata, semacam swarowski, meski bukan swarowski asli alias hanya imitasi. Tapi kata penjualnya dijamin gak luntur, kusam atau menguning selama penggunaanya benar. Mereka juga kasih garansi jika permata tersebut copot atau ilang akan diganti baru, gratis. 

Harga sepatu di Donamici ini mulai dari 300ribuan sampai jutaan. Cukup mahal memang, terutama jika makin banyak permatanya. Sepatu saya di tataran low-end, dipas-pasin sama kantong saya biar gak jebol. Hhahaha. Tetapi menurut saya worth banget karena selain jual yang ready stock, toko ini specialis menerima pembuatan sepatu baru sesuai ukuran kaki kita, sepertinya sih handmade. Saya sendiri memilih untuk bikin baru, karena kalau beli jadi, ukuran sepatu kiri dan kanan kadang beda, walau secara umum saya biasa pakai ukuran 37. Dan ternyata waktu diukur sama Donamici, kaki saya bagian depan sesuai sepatu ukuran 36, tapi panjangnya sesuai sepatu ukuran 37.Untung ya....

Proses pembuatan sepatu memakan waktu 2-3 minggu. Setelah jadi, hasilnya langsung dikirim ke alamat saya. Begitu sepatu sampai di meja saya, rasanya sangat puas karena sepatunya pas banget dan waktu dipakai tidak membuat kaki sakit sama sekali walaupun bentuknya high heels. Di bagian telapak kaki serasa ada bantalan empuknya yang membuat kaki tetap nyaman. Menurut beberapa review, memang itulah kelebihan sepatu Donamici.

ps : recommended seller; 9/10 untuk sepatu saya.
tipsnya : jika mau buat sepatu baru lebih baik pakai model yang Donamici punya, karena mereka lebih terbiasa dibandingkan jika kita membawa model sendiri (ini berdasarkan benchmark ke blog dan forum2 di internet).

\\

Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Di acara lamaran, si mas pengen kasih saya hadiah cincin. Jadi kami mulai cari cincin sekitaran 3 bulan sebelum hari H. Googling dan tanya sana sini, nemu lah toko cincin yang pas menurut kami. Nama tokonya Soulmate Wedding Ring di Mall Artha Gading Jakarta Utara. Toko emas tersebut merupakan specialis cincin pasangan dan perhiasan-perhiasan untuk hadiah, tunangan, dan pernikahan. Model-modelnya bagus dan up to date, modern banget lah. Harganya juga bisa disesuaikan dengan budget. Jadi tinggal customer sendiri yang nentuin, mau mahal atau murah. Kisaran harganya  untuk sepasang cincin mulai dari 5-jutaan. Saya pilih Soulmate karena selain faktor model dan harga, disana bisa membuat cincin non emas. Kan si mas ga boleh pake cincin emas, jadi kami putuskan untuk buat cincin emas putih buat saya, dan palladium murni untuk si mas. Selain itu tempatnya ga jauh dari rumah si mas, jadi kalau terjadi apa-apa gak cape bolak baliknya.

Seperti saya bilang diatas, selain material emas, Soulmate bisa membuat cincin dari material lain seperti perak, palladium dan platina. Perak harganya paling murah diantara yang lain. Palladium harganya medium, dan platina yang paling mahal, bahkan lebih mahal daripada emas. Makanya agar efektif dan efisien *ngirit maksudnyah* kami pilih emas putih untuk saya dan palladium untuk si mas.

Kelebihan dan kekurangannya dari tiap material saya sarikan dari beberapa sumber menjadi sbb:
  • Cincin Emas Kuning: Cincin jenis ini paling sering dipakai oleh banyak pasangan pengantin di Indonesia. Kelebihannya ya nilai jualnya gak turun-turun amat kaya emas putih, warnanya juga lebih awet (gak pudar) layaknya emas putih yang jika dalam waktu lama memudar.
  • Cincin Emas Putih: Cincin kawin emas putih mempunyai harga lebih mahal daripada cincin emas kuning. Cincin jenis ini juga digemari oleh pasangan muda karena terlihat lebih modern dan elegan.
  • Cincin Palladium: Cincin kawin palladium memiliki warna yang lebih terang daripada emas putih dan harganya lebih murah dari emas putih. Bagi pasangan yang alergi terhadap emas dapat menjadikan cincin palladium sebagai pilihan. Cincin ini juga terkenal karena awet, kuat, dan ringan.
  • Cincin Perak: Cincin kawin Perak telah populer selama bertahun-tahun karena beberapa alasan. Cincin perak terkenal murah namun warnanya tetap bersinar indah. Jika didesain dengan indah, maka cincin kawin perak ini akan terlihat mewah. Perak sekarang juga sudah dilirik sebagai salah satu jenis investasi selain emas.
  • Cincin Titanium: Cincin kawin titanium sangat populer dalam dekade ini karena kelebihan yang dimilikinya. Cincin titanium sangat kuat bahkan lebih kuat dari emas, harganya lebih murah dari emas namun warnanya tidak kalah dari emas.
  • Cincin Stainless Steel: Cincin pernikahan stainless steel memiliki beberapa kelebihan antara lain: memiliki warna seperti emas putih, harga relatif murah, tidak menyebabkan alergi, perawatannya mudah. Bagi pasangan calon pengantin dengan dana terbatas dapat memilih cincin pernikahan stainless steel sebagai alternatif.
  • Cincin Keramik: Cincin pernikahan keramik dapat menjadi pilihan bagi pasangan calon pengantin yang tidak menyukai atau alergi terhadap logam. Cincin pernikahan keramik dapat dikombinasikan dengan bahan lainnya seperti emas, kayu, karet, berlian, dll. Cincin pernikahan keramik tidak serapuh barang pecah belah, bahkan beberapa pasangan calon pengantin memilih cincin jenis ini karena kuat dan anti gores.
Sebelumnya saya juga survei ke beberapa toko emas lain, seperti Felice dan Frank & co. Dua-duanya untuk model sih memang jagoan lah, keren-keren bangets. Hanya saja harganya ga sopan di kantong kami. Hehhe... Kalaupun murah modelnya gak cocok, harga emang gak bohong klo disitu mah. Makanya toko-toko itu saya delete dulu dari daftar, nunggu kantong saya tebelan aja.. :P. Trus juga survei ke toko2 emas di pasar, macam jatinegara dan cikarang. Sebenernya toko2 emas pasar ga kalah bagus kok, kendalanya, kebanyakan dari mereka ga bisa membuat cincin non emas. Yasudah, mau ga mau ya dihapus dari list juga.

Muter kesana kemari mencari solusi, untungnya Soulmate segera menjawab pencarian kami. Tanpa ba bi bu langsung deh pesan disitu dengan spek yang kami mau. Model yang kami pesan bisa dibilang sederhana, tapi manis dan elegan, dong. Walau dalam hati sih mau banget kalau bisa buat macam cincin jeng-jeng arisan sinetron yang berliannya bejibun itu. hihihi. Tapi apa boleh dikata, kantong kami mengatakan berhematlah, maka berhemat. ckckkc...
Berikut penampakannya :

yang cantik sederhana dan elegan', begitu kami menyebutnya :P

besok daah gw beli klo udah jadi bos. hihii..


\\

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Rasa-rasanya saya sudah gak tahan untuk tidak berunek-unek dan bercerita tentang persiapan pernikahan saya (:D). Ada banyak yang pengen saya ceritakan, seperti yang pernah saya baca2 di blog-blog wedding reparation and review gitu.. yang punyanya para blogger bridezila. Seru kayaknya. Berbagi tentang segala rupa di hari besar mereka. Keburu nguap juga soalnya apalagi abis merid nanti pasti saya uda sibuk ngurusin suami. haha.

Eh tapi eh tapi... saya jadi bingung mau mulai dari mana nulisnya. Okelah mulai dari hari dimana saya diminta secara serius untuk menjadi pendamping hidup si mas jepun itu. Prosesi lamarana sekitar bulan Juni-Juli tanggalnya sumpeh saya lupa.

Hari itu sebenarnya bertepatan dengan acara Family Gathering di kantor saya. Yang mana famgath waktu itu adalah yang terbesar karena digabung dengan anak perusahaan. Tapi berhubung acara saya lebih penting maka saya harus ijin gak ikut. Toh rencana lamaran ini sduah dijadwalkan jauh-jauh hari.

Acara lamaran berlangsung dengan sangat lancar, semua senang semua gembira. Hanya saja waktu itu belum ada keputusan tanggal berapa follow up-nya. Karena waktu itu si mas belum jelas kapan dia mau berangkat ke Jepang-nya. Jadi keputusan masih nunggu sampai waktu yang tidak ditentukan. ckckkckckck...

salah satu evident lamaran kami :P
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates