Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?



Ini ramadhan pertama setelah saya menikah.Ada yang beda walau masih banyak yang sama dengan tahun lalu. Yang pastinya menjelang hingga saat memasuki bulan suci ini saya sudah sangat antusias. Rindu yang belum pernah saya rasakan sebelumnya sepertinya. Selain karena ini juga menjadi titik awal saya untuk mengisi ramadhan dengan status baru :).

Seperti yang saya bilang di awal, walaupun ada yang beda dan baru, tetapi aktual pelaksanaannya masih banyak kesamaan dengan sebelumnya, yah... saya tetap sendiri di tanah rantau selama ramadhan. Kalau biasanya saya full sendirian, kali ini cuma sampai minggu ke-3 saya sendirian. Karena akhir ramadhan si mas suami dapat jatah pulang untuk liburan 1 bulan :*

Bukan satu hal yang aneh sih ramadhan sendirian, toh tahun sebelumnya juga begitu. Saur seadanya, buka sesukanya. haha... Justru kalau dipikir-pikir mendingan jauhan gini deh ramadhan pertama penganten baru :P. Yang penting line, sms, facebook tetap on sih no problemo ya.

Manisnya adalah waktu sahur dan buka kita gak samaan (eerrhhg.. !). Karena di sana sedang summer, buka lebih malem, saur lebih pagi.     Bukanya si mas jam 7 malem (di indonesia masih jam 5an) dan saurnya jam 01-02 tengah malem. Jadinya kita cuma bisa ngobrol saat buka saja. Itupun terbatas karena saat saya buka si mas uda jam siap-siap tidur. Sedang kalau saur mandiri bener-bener deh, bisa mabok saya kalau harus melek sampai jam 1 malem cuma untuk bangunin si mas, walau kadang kalau sedang gak bisa tidur saya sempetin sih bangunin, kasian anak rantau yang hilang. hehe...

Buat si mas, puasa saat summer jadi pengalaman pertama juga. Saya sendiri sempat khawatir si mas susah puasanya, mengingat ceritanya saat trial puasa (sebelum ramadhan) malah batal gara-gara haus banget. X__X. Tapi alhamdulillah sampai menjelang mudik si mas sukses puasanya, walaupun beberapa kali gak saur karena kelewat imsyak. hihii...

Buat saya puasa kali ini adalah kebebasan buat saya bisa call si mas kapan aja, bisa bilang kangen, bisa bilang sayang, bisa beliin kado lebaran,apapun deh tanpa merasa semacam dosa, cause he is my superhusband right now :*

semoga ya doa-doa kita selama ramadhan didengar dan diijabah. amin !



Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
26 Juni 2013 :
That day is my Bapak's Birthday. Dan sms pagi yang saya kirimkan terasa konyol. Hhaa...
"Bu hari ini ultah bapak ya? Ibu kasih kado apa?"

Well, I purposely did not send the text directly to dad, but send to mom. One reason, because I want to know how romantic my mom to dad at the more than 25 years of their marriage . hahaha... I'll send you greeting text later dad... :)

Doa saya teriring lewat kutipan puisi dibawah ini biar manis gitu deh.. :)

Dad, I'm praying a birthday prayer for you,
Peace and happiness in all you do.
Lord, my father gave his all for me,
I pray You'll hear my extra special plea:
Keep him safe so he can still be near;
Lord, my father is so very dear.
Role model, an extraordinary man,
He's my dad and I'm his biggest fan.
Dad, I'm praying to the Lord for you
That He will give you all the good you're due.

back to 17 June 2013 :
That was always be special day, especially after we got married. Yes, my man aka my hanny bunny sweety husband's birthday. Although we actually separated by the sea and the island at this time, we still live in the same earth and under the same sky. I have sent him a cute video, i put some of our photos as the content of it than combined with mellow music (I love depapepe).
I asked him at 12 pm to find that video that I recorded on an external hard drive, and ... I could make him shed tears of emotion. He said that how romantic I am. hahahhaa ...

May you live happily ever after.
May each second bring you laughter.
Every wish will be fulfilled. And every nightmare gets killed.
May this continue till the end.
Loving you is what I intend.
You have always been so dear.
And will be more…with every year.
It’s your day today.
Happy birthday! 


10 June 2013
My mom birthday... the first in June 2013. As I do to my dad and my 'mas' I also sent her a big pray. May Allah blessed her everyday..

Every day since I was born,
My mother cared for me.
Now that’s a lot of caring,
As anyone can see.
Please, Lord, protect my mother,
And keep her safe from harm,
For she is a cherished person,
With great wisdom, love and charm.
Lord, it’s my mother’s birthday
So please, help her to see
How much she means to us,
Her loving family.
but not least, I just wanna say that "Nulis pake bahasa inggris bikin tulisan saya gak romantis dan ga lucu deh, plus rempong. Tapi ini sekalian latian nulis inggris ya, masa iya ga ada perkembangan signifikan setelah kerja... :D
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Ketika saya mendapat kabar ketika bapak dan ibu masuk dalam daftar lunas tunda jamaah haji 2013, saya merasa shock. Meski sebelumnya kami sudah memasrahkan diri atas apapun yang akan terjadi, tetap saja berita tsb membuat kami sedikit kaget. Lunas tunda artinya keberangkatan haji ditunda sampai tahun depan karena tanah suci sedang direhabilitasi. Alasannya adalah demi keselamatan dan kesehatan jamaah sehingga pihak Arab mengurangi jatah haji hingga 20% dari seluruh jamaah di dunia. Alasan penundaan itu saya coba terima, tapi menelusur kebelakang, saya jadi bertanya-tanya kenapa ya kami ikut kena dampaknya? Seketika itu saya seperti menanyakan diri sendiri "sudah benarkah saya dalam mendoakan mereka berangkat haji ?" atau "kemana saja saya selama ini kok sepertinya lebih sering berdoa hanya untuk diri sendiri ?" Saya jadi berpikir sudah berperan apa untuk membantu bapak sama ibu meraih cita-citanya, diluar bantuan yang bersifat material dan fisik.

Saya kok jadi merasa 'egois' dalam berdoa. Porsi doa yang saya panjatkan sepertinya tidak seimbang, lebih banyak untuk diri sendiri dibanding yang lain terutama untuk orang tua. Apalagi pas saya sedang gencar-gencarnya ingin meraih sesuatu, seperti ujian kuliah, kerja, dan sebagainya. Seringkali kita menangis minta tolong kepadaNya untuk keselamatan diri sendiri saja. Padahal sering minta bantuan orang tua agar dibantu bantu doa agar mudah dalam meraih kesuksesan. Dan orang tua tentu saja dengan senang hati tanpa memilih-milih mau berdoa untuk anak yang mana. Semua didoakan. Ah, saya jadi menyesal.......

Tapi, dari kejadian ini saya jadi tersadar untuk segera memperbaiki tata cara berdoa dan memohon. Saya akan selalu menyertakan nama orang tua dan saudara-saudara dalam porsi yang seimbang, bukan membeda-bedakan lagi mana prioritas dan mana tidak. Toh Allah Maha Besar, gak ada prioritas dalam mengabulkan, semua yang dipanjatkan secara terus menerus pasti didengar dan dikabulkan.

Semoga bapak dan ibu diberi kesabaran dan kekuatan menunggu sampai hari baik itu tiba. Semoga selalu diberi kesehatan sehingga bisa beribadah dengan sempurna. Amiin.

picture credit : flickr

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Meski setelah nikah saya mesti pisahan hidup sementara sama si mas ganteng tidak menyurutkan saya buat mberempong-rempong masak. Justru makin semangat, at least buat ngurang2in kebengongan gara-gara kangen sama si mas ganteng itu. Alih-alih latihanlah sebelum suami pulang. Ya kali aja saya bisa kaya farah quinn yang jago masak. :D

Wiken ini saya memang sudah niat mau masak-masak. Pas ke pasar eh gak sengaja liat jantung pisang. Jadi keinget sayur lodeh jantung pisang buatan ibu di rumah. Langsung deh cuss jantung masuk ke daftar belanjaan selain cabe, bawang merah, putih dan bumbu-bumbu lainnya. Belanja saya cukup minimalis. Secara cuma buat sendiri ngapain banyak2 ya kan? Seringnya memang sekali belnja buat sekali atau dua kali masak biar sayuran tetap segar.


Resep lodeh jantung pisang buatan saya sedikit modifikasi dari resep aslinya ibu. Ini gara2 saya lupa ga beli kemiri. Tapi rasanya masih oke punya kok :P. Berikut buat yang mau nyobain, berikut bumbu-bumbunya :
# cabe merah dan rawit, bawang merah, bawang putih, garam, gula pasir sedikit, merica bubuk. Bumbu-bumbu tersebut dihaluskan. Siapkan pula santan encer dan sedikit royko (kalau suka)#

Cara olah jantungnya adalah : kupas/buang bagian kulit jantung yang berwarna merah sampai ketemu bagian jantung yang warnanya putih atau kuning gading. Alias merah2nya dihilangkan semua. Lalu potong2 jantung, masukkan ke air mendidik (oiya sebelumnya mesti siapin rebusan air ya, jadi waktu jantung sudah dikupas langsung masukkan ke air mendidih di atas kompor yang masih nyala). Rebus jantung sampai lunak.

Lalu setelah jantung lunak, angkat dan tiriskan dari air yang menghitam. Isi lagi panci yang sudah bersih dengan air (3-4 gelas, suka-suka). Didihkan kembali air tersebut sambil dimasukkan bumbu halus yang tadi. Setelah bumbu tercium wanginya masukkan jantung yang sudah tiris. Aduk-aduk, setelah mendidih masukkan santan encer dan tunggu sampai semua matang. Sajikan selagi hangat.

... Hemmm.... saya tau suaaami saya penasaran :D


Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Seminggu setelah resmi menikah di 20 April 2013 yang bertempat di Kebumen (rumah saya), kami boyongan ke Jakarta, tempat dimana suami tinggal. Di Jakarta acaranya adalah ngunduh mantu, sesuai yang telah direncanakan oleh keluarga besar suami. Hem... kebayang kan persiapan nikah saya jadi double deh rempongnya, mana si mas masih di Jepun lagi kan. Seneng sih kalau sudah solve semua, tapi puyengnya ampun-ampun kalau ada yang belum klir. 

Langsung aja kali ya ceritanya :

1. Tempat Resepsi

Acara digelar pada Sabtu 27 April 2013 bertempat di Gedung Pusat Pelatihan Pertanian Klender Jakarta Timur. Gedungnya terbilang bagus karena selesai renovasi. Jadi masih bersih dan megah. Kapasitas tamu yang dapat di tampung kurang lebih 200-an orang. Karena undangan kami ada 700-an jadi perlu nambah tenda di luar gedung. So far gedungnya cukup memuaskan, pelayanan parkir dan petugasnya pun oke. Hanya saja tidak ada kaca di ruang rias dan AC-nya kurang dingin. Meski begitu, semua bisa teratasi dengan baik kok.

2. Rias manten

Saya direkomendasikan saudara untuk menggunakan jasa Mas Asep - dia masih kuliah di jurusan tata rias UNY dan bekerja sebagai freelance untuk make up artis. Pengalaman meriasnya sudah sampai ke artis-artis ibukota, begitu sih kalau dilihat dari portofolio di facebook-nya. Dan meski bukan MUA papan atas, dia sudah punya banyak rekanan untuk menggelar acara pernikahan. Servis yang ditawarkan bisa jasa make up-nya saja bisa pula borongan. Saya sendiri pesan paket wedding mulai dari rias pengantin, dekorasi, dan fotografi.

Benar saja, hasil riasannya saya bilang JOSS GANDOS. Sangat modern, manglingi, dan gak menor samasekali. Tapii.... sayang seribu sayang untuk manajemen waktunya masih harus banyak di-improve. Karena beberapa kali saya hubungi untuk fitting, nanya2, dll agak lama responnya. Saya tanya kapan, dijawab kapan. Terus, saya juga kurang begitu cocok dengan konsep yang diusung, yang mana pengantin adalah satu2-nya point of interest alias pusat perhatian. Kenapa saya kurang setuju? Karena si pengantin jadi keliatan kece bangeeet sementara pengiring termasuk orangtua kesilap baik riasan maupun bajunya. Berasa kurang imbang gitu antara si pengantin dengan yang lain... Memang sih di acara ini kami tidak mengambil paket yang paling wow, karena sangat disesuaikan dengan budget :D, mungkin kalau paketnya yang super ya hasilnya super juga. Hehehe.

Selain makeup yang memuaskan, saya juga sangat puas dengan kebayanya. Bagi saya sih wow banget. Emejing!! Karena si mas Asep-nya kasih pinjem kebaya dari Sanggar Miarosa. Buat capeng2 ibukota mesti tau dong ya sanggar ini... Jadi sebelum memutuskan memilih kebaya ini, saya dikasih pilihan dulu mau baju pengantin yang sederhana alias biasa aja atau yang dari desainer. Waktu cek ricek kebaya biasa-nya kok saya gak ada tertarik-tertarik blas. Bagusan kebaya saya waktu di Kebumen. Yasudah daripada menyesal, akhirnya saya putuskan pakai kebaya desaigner. Ada rupa ada harga emang sih ya. Saya (kami) jadi harus merogoh kocek agak lumayan untuk pinjem kebaya desainer. Tapi mengingat ini acara yang insyaAllah satu kali seumur hidup dan dihadiri oleh tamu2 terhormat mau-tak mau ya pakai yang terbaik.
Berikut foto2 fitting hingga akhirnya saya dirias beneran :

Kebaya pengantin sederhana

Kebaya Miarosa

Finaly :) we are officialy married :D
3. Katering

Kami pakai katering dari bude-nya si mas, yang memang sudah tidak diragukan lagi rasa masakannya. Kateringnya memang baru terkenal diantara kerabat dan rekanan dekat bude. Tapi rasa dan tampilan masakannya tak kalah dengan katering besar. Kayaknya harus lebih kenceng pemasarannya tuh agar lebih dikenal masyarakat. Diantara menu yang saya inget ada sate kambing/kambing guling, es krim, sup daging, gurame asam manis, cah brokoli, dendeng cabe, siomay, bakso, puding. Kira-kira hampir sama dengan yang di acara Kebumen deh :D. Sayangnya lagi-lagi saya gak begitu bisa menikmati masakan-masakan istimewa tsb, karena udah kenyang salaman dan pringas pringis di panggung pelaminan. Haha.

4. Fotografer

Fotografer yang kami pake masih rekanan dari mas Asep. Sepertinya banyak sekali kami di jeprat jepret, tapi sampai tulisan ini publish memang belum jadi foto resminya. Saya memang tidak tau banyak dengan sang fotografer, saya hanya bisa komen servisnya waktu foto2in kami lumayan bagus dan ramah. Fotografernya juga mau ngarahin gaya kita kalau ada yang kurang luwes.
Marriage is the golden ring in a chain whose beginning is a glance and whose ending is  Eternity
~ Kahlil Gibran ~

Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments
Newer Posts
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates