Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Selain dunia parenting dan tumbuh kembang anak, hal yang sedang saya gandrungi belakangan ini adalah yang berkaitan dengan kesehatan mental (mental health). Terus pas kemarin ngobrol-ngobrol sama Kunis (adek eike no 2) rasanya kayak tutup bersambut gelas gitu, karena dia juga lagi demen sama tema-tema ini. Bahkan yang kita ikutin sama: dr Jiemi Ardian, psikiater hits di jagat Twitterland. 


Funfact dari hasil obrolan yang ngena banget tuh kalau kesurupan itu bukan semata-mata karena gangguan jin seperti yang selama ini saya tahu. Karena ternyata kesurupan punya terjemahan dalam ilmu medis yang mengarah ke penyakit mental. Nama medisnya tuh Possession Trance Disorder. Lebih jelasnya mending googling sendiri aja yaak, biar postingan ini gak melenceng kemana-mana, hehe.

Dari dr Jiemi ini lah, saya dapat info tentang konsul psikologi online di www.ibunda.id. Setelah saya selami, portal ini menarik banget lho, mengingat konsul psikologi yang mahal, portal ini bisa jadi alternatif sebelum beneran konsul langsung. Siapa tahu dapet solusi lebih cepat. 

Selain layanan konsul online, di portal ini juga ada menu Quiz, yang salah satu diantaranya kuis mengenal diri sendiri. Judulnya Big Five. Isinya berupa pertanyaan-pertanyaan yang mengarah ke sifat2 personal kita. Gak ada jawaban benar dan salah, dan pas ngisi diusahakan dalam kondisi santai jadi hasilnya relate sama yang beneran kita rasakan. 

Nah lewat postingan ini saya mau berbagi hasil tes yang sudah saya kerjakan. Hasilnya big five personality saya tuh: Extraversion, Agreebleness, Consentiousness, Neurocitism, dan Openess to Experience, yang arinya adalah (langsung saya copy aja):

Extraversion

Kepribadian Extraversion menjelaskan tingkat kenyamanan seseorang dalam berinteraksi dan membangun hubungan dengan orang lain.
Kamu cenderung nyaman dalam situasi sosial dan secara bersamaan juga nyaman menjadi penyendiri. Kamu cenderung dapat menguasai berbagai situasi yang kamu hadapi, kamu juga tidak terlalu mudah untuk mengutarakan suatu hal namun kamu juga tidak berdiam diri hanya untuk mengamati suatu hal. Hal tersebut membuat kamu mudah beradaptasi di dalam kondisi apapun. Pertahankan yah kelebihan yang kamu miliki, jangan lupa tetap eksplorasi kemampuan kamu yaa.

Agreeableness

Kepribadian Agreeableness cenderung menjelaskan orientasi kepribadian dalam hal berpikir, perasaan dan perilaku.
Kamu orang yang cenderung memiliki kepercayaan penuh kepada orang lain tetapi secara bersamaan kamu juga berhati-hati dalam bersosiaisasi. Hal tersebut dapat membantu kamu untuk lebih waspada dengan kemungkinan yang ada direalitas. Disatu sisi kamu termasuk orang yang senang bergabung dalam suatu kelompok namun terkadang kamu senang dengan kegiatan yang personal yang berorientasi pada diri kamu sendiri. Dari segala kemampuan dan kelebihan yang kamu miliki jangan cepat puas ya, tetap ekplorasi diri kamu untuk hal yang lebih baik.

Conscientiousness

Kepribadian Conscientiousness menjelaskan kemampuan individu dalam organisasi, termasuk ketekunan seseorang dan motivasi untuk mencapai tujuan.
Kamu orang yang cukup disiplin namun kamu juga bisa santai sewaktu-waktu. Kamu cukup dapat diandalkan namun kamu terkadang senang menunda tugas. Hal tersebut membuat kamu cukup memiliki ambisi untuk menggapai tujuan tetapi kamu juga tidak terlalu memaksakan apabila di luar batas kemampuan kamu. Penjelasan di atas mungkin dapat membantu kamu untuk lebih mengenal diri, jangan cepat puas ya gali terus keampuan kamu untuk masa depan yang cemerlang.

Neuroticism

Kepribadian Neurocitism menjelaskan kestabilan dan ketidakstabilan emosi pada individu. Kepribadian kamu bisa dikatakan baik namun di level tertentu.
Namun disuatu waktu kamu akan menjadi seseorang yang berhati-hati bahkan lebih cekatan. Namun, ada baiknya kamu melakukan konsultasi dan cerita pada teman karena kalau terlalu berhati-hati tidak selalu baik lho da menimbulkan kecemasan

Openness to Experience

Kepribadian Openess to Experience menjelaskan cara individu dalam hal menggali hal baru dan penghargaan positif individu terhadap pengalaman yang individu dapatkan.
Kamu orang yang selalu tertarik dengan hal baru dan memiliki wawasan yang luas. Sehingga kamu terlihat sebagai orang yang tidak ketinggalan jaman karena akan selalu update dengan hal baru. Hal tersebut sangat baik karena membuat kamu menjadi kreatif dan selalu ingin melakukan aktivitas di luar zona nyaman kamu. Dari beberapa kelebihan kamu termasuk orang yang imajinatif lohh pertahankan untuk menemukan hal-hal baru yaa.


Secara keseluruhan, saya merasa pas atau sesuai dengan apa yang ditampilkan pada hasilnya. Terutama bagian yang kadang bisa sangat disiplin tapi kadang juga bisa menunda pekerjaan, tapi in the end tetap bisa menyelesaikan apa yang sudah dimulai. Ini iya banget, apalagi kalau udah berkaitan sama kerjaan atau project. Di kepribadian Neurocitism juga sama banget, karena ya memang saya tuh orangnya cenderung berhati-hati banyak mikir, tapi kalau udah overthinking lama2 bikin cemas dan malah gak pede. Terus yang Openess to Experience juga, sampai-sampai saya mendapat julukan mamak milenal karena suka banget mencari tahu hal yang kekinian, hehe.

Menarik kan Big Five Personality ini. Yang mau cobain klik aja ya di link yang saya kasih tadi. Jangan lupa save biar gak lupa hasilnya...
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Setelah sekian lama, akhirnya aku nonton drakor lagi dong... dimulai dengan Encounter lalu dilanjut Dr John. Diantara keduanya punya kesan yang berbeda. Meskipun Encounter ceritanya so-so, tapi insightnya  bagus banget untuk gak dilewatkan. Cocok dicontek buat ngajarin anak tentang "meminta hati orang tuanya saat jatuh cinta" eaaaaa..... "Nja should know it yaa!"


Sementara Dr John itu... auuuww... isinya semua-semuanya cakep. Baik cerita maupun pemainnya. Bikin meleleh parah. Who doesn't love Jisung? 

Rasanya aku gak cukup pintar untuk menuliskannya dengan bagus. Intine apik buanget buanget. Kisah yang disajikan berupa romance dewasa yang gak menyek2. Bahkan minim adegan kiss, huge, dan rangkulan, dll. Sampai jamuran nunggu, you baru ketemu Cha Yo Han ciuman itu di episode 30-an. Garing-garing dah. Hahaha.. Padahal adegan2 romantis inilah yang banyak ditunggu para fans. 

Hla gak ada bumbunya kok drama ini sukses mengaduk2 hati pemirsa? Tak lain karena digantikan dengan adegan lirikan, tatapan, dan gesture yang sangat "pakai hati". Cemistry-nya dapet banget. Kayak pasangan beneran. Yang begini2 justru malah bikin penontonnya gemesssss... kayak pengen nyorakin "ciumciumciummm" pas adegan tertentu karena harapan tinggal harapan. Hahahaha... Termasuk pas Si Young (lead female) kayak mau peluk dr Cha karena dah lama gak ketemu, eeeh malah diduluin sama temen2 sekolahnya meluk dr Cha, kan suweeek *penonton kzl*

Sama seperti Encounter, drama ini juga punya nilai plus. Diantaranya banyak ilmu2 baru tentang penyakit2 yang mungkin sebelumnya kita gak tahu. Aku aja mikir ih penyakitnya ngarang kali namane aneh2. Pas aku cek di google eh beneran ada dong.... Fix, sutradarane bikin riset dulu pasti, gak ngasal. Cuma satu anehnya, ini kan cerita tentang dokter anestesi ya, tapi kok hampir semua penyakit lariya kesini ya... dah macem dokter IGD aja di kliniknya. Karena setahuku dokter anestesi tugasnya di bagian bius pasen yang mau operasi. Hem... aku gak mau komen lebih sih, karena lagi males cari tahu juga, wkwkw...

Nah, yang menjadi magnet utama tentu saja si lead male alias si dokter John alias Cha Yo Han ssi. Ya ampuun karakternya yahud banget maliiih, jarang2 kayaknya nemu karakter yang begini. Nih aku jabarkan yaa: si dokter ini awalnya terlihat arogan dan shombonk, mungkin karena pinter kali yaa... tapiiii dibalik itu, dia sangat care sama pasiennya. Malah dia sempat yang terlalu banyak menaruh empati ke pasiennya. Sampai-sampai merasa sangat marah saat pasiennya ada yang meninggal dan merasa gak bisa bantu sembuhin. Kebetulan pasien yang meninggal itu punya nasib yang sama dengan dr Cha. 

Jika disimpulkan, karakter dr Cha tuh: cool, tapi baik, ramah dan care, bahkan punya selera humor receh lho (di episod2 akhir). Ya gimana sih, namanya dokter, mau se-dingin kutub utara kalau ketemu pasien ya harus ramah dan memotivasi kan? Ditambah lagi matanya sweet banget, orang bilang puppy eyes. Pas doi lagi jatuh cinta dan gak berani mengungkapkan tuuh hati hamba ikutan meleleh masaaaa... huaaaa...... apalagi yang dia nurut2 aja sama perintah Si Young. Kenapa doi gak ngomong? karena ada sesuatu --> nonton aja gaes! Worth to watch every second.

Lalu gimana karakter lead female-nya? Aku sih sama sukanya. Karena latar belakangnya yang gak timpang, terus gak menye-menye. Dewasa gitu loh. Tapi memang itungannya agak agresif sih, karena berani bilang duluan kalau naksir sama dr Cha dan justru ini yang aku suka. Soale dr Cha-nya cool gitu kan, bisa nyesek kalau kasih kode mulu, hahaha... pun cara agresifnya tuh smooth siih, enak aja gitu diikutin. Dan untungnya walau gak dapet jawaban langsung, cintanya gak bertepuk sebelah tangan.

Wes ah selebihnya aq mau bombardir postingan ini sama foto2nya aja yaaa... krn emang tujuan awal mau nulis ini ya buat merekap adegan2 di dr John. The best drama 2019 ever, sampai ngalah2in Dots dan Princess Hours kesayangan. Bye Song Jong Ki dan Jo Ji Hoon. Bye! Hahaha...






Foto-foto ganteng lainnya bisa banget di cek di Kocowa yaaa.. ada yutub channelnya juga...


\\




Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Sudah lama saya pengen menuliskan ini. Tapi kehalang terus sama waktu. Ini mumpung tetiba ada waktu luang barang secuil dan lagi semangat menulis, yuk cuss ada kejadian atau peristiwa apa saja yang saya alami waktu hamil Ahza...



1. Hamil yang tidak kelihatan hamil

Penyebabnya adalah karena badan hamba yang kurus bagai tongkat pramuka, yang kata orang bakal ketiup kalau angin kencang hahaha... Akibatnya pas lagi hamil saya gak kayak orang hamil. Bahkan sampai usia kandungan 6 bulan. Baru lah pas 7 bulan orang2 pada bilang "lho ternyata kamu isi toh" hehee... 

Nilai plus hamil model saya adalah nampak tidak mengalami pertambahan berat badan yang signifikan yang mana biasanya ini bikin para wanita2 insekyur takut gak bisa balik ke bentuk badan semula. Padahal kalau sejujurnya pertambahan BB saya lumayan loh, dari 39 kg (cem ukuran sepatu yaa?) menjadi 54 kg. Berapa dah itung kenaikannya? 15 kg meen, atau 38% dari berat awal. Lalu kemanakah berat itu perginya? Dokter bilang masuk ke BB bayi, yang alhamdulillah meskipun saya kurus, BB lahir Ahza standar di 3,2 kg. 

Sisi minusnya agak kesusahan saat harus naik angkutan umum. Susah minta bangku prioritas yang menjadi hak, lebih tepatnya. Jadi ya mau gak mau saya selalu bawa dan tunjukkan buku kontrol kehamilan yang dari RS kemana pun saya pergi. Dengan bekal itu alhamdulillah berhasil... kalau sekarang mah KRL udah banyak improvement buat pengguna bangku prioritas, salah satunya disediakan pin untuk ibu hamil...keren yaa!

2. Mengantarkan ibu penataran ke Depok dengan KRL pas hamil 3 bulan

Nekat siii... hahahaa...
Abis gimana, rasanya seneng aja gitu nemenin ibu yang jarang2 ke Jakarta kan. Padahal kala itu bisa dibilang lagi puncak2nya kliyengan. Untung saya gak yang mabokan2 amat.

Kenapa gak naik mobil? Karena waktu itu belum beli mobil. Kenapa pula gak nge-grab? simply karena mahal tarifnya, wkwkw.... Agak2 nyusahin diri sih emang ya? 

Benar saja, KRL ke Depok tuh padat meski gak di jam sibuk. Saya sampai susah cari bangku untuk berdua. Jadinya ibu yang berdiri sementara saya disuruh duduk sama ibu. Sampai Depok mampir beli nasi pecel dulu karena pas banget sama jam makan siang. Kekenyangan makan pecel kok saya kliyengan, hahhahaa... ibu jadi panik deh karena kondisi gak hamil aja sering mumet tiba-tiba... untung setelah duduk sejenak (dipinggir jalan) saya baikan, terus capcuss deh ke hotel tempat ibu menginap. 

Setelah ashar baru saya balik ke Bekasi lagi tapi sendirian. Sementara ibu sudah mulai opening kegiatan. Alhamdulillah KRL-nya kosong, jadi saya bisa duduk full bahkan ketiduran sampai stasiun terakhir. Tapi setelahnya saya agak menyesal kenapa saya gak ikut ibu nginep aja yaa toh itu Jumat, wikend pulaa hahahaa...

3. Hamil 3 bulan kena sambit orang di jalanan 
(lebih ke pelecehan sih, cuma saya males nulis detilnya, jijay)

Sumpah kejadian ini susah banget saya lupakan. Bahkan kadang saya masih sempat sumpah2in tuh orang yang hampir bikin saya celaka. 

Kejadiannya pas magrib, saya jalan keluar kantor mau pulang naik motor sendirian _yeah saya masih motoran sampai usia kandungan 6 bulanan. Suasananya gak sepi, tapi juga gak rame. Begitu sampai perempatan kawasan, tahu2 motor saya dipepet orang. Dia "nyenggol" badan saya lalu tancap gas. Otomatis langsung saya teriak, cuma tidak ada orang lain di sekitar situ yang ngeh. Seluruh tubuh saya lgsg merinding, pengen tancap gas buat ngejar tapi saya gak ada nyali, sampai lupa kalau lagi hamil pula. Alhasil yang kemudian keluar ya sumpah serapah.... sampai sekarang.

4. Tetap naik motor dan Elf sampai usia kandungan 6 bulan

Karena tidak ada cara lain selain naik motor dan elf waktu itu. Krl jurusan Cikarang pun belum ada. Mau-gak mau ya di-strong2-in biar bisa berangkat kantor. Tapi pas udah masuk 7 bulan teman2 mulai cerewet nyuruh nebeng. Akhirnya saya nurut sih buat nebeng walau gak sampai rumah langsung. 

Kenapa gak dari awal nebeng? Simply saya orangnya gak enakan. Saya juga males terlalu bergantung sama orang. Saya selalu kepikiran perasaan orang kalau pas saya ngaret atau pas saya pengen buru2 pulang. Yang pada akhir ternyata kekhawatiran2 saya itu gak semuanya terbukti. Teman2 saya baik2 deh, even pas saya harus pulang agak telat kadang masih ditungguin... ooh so lav...

Cumaaa... karena nebengnya pake mobil ya saya gak bisa pilih jalan yang langsung sampai rumah. Saya turun di area yang dilewati teman. Waktu itu pos anternya di MM Bekasi. Wes to, jadinya setiap sore saya pasti tawaf-in MM Bekasi sembari nunggu dijemput suami. Pantes aja skrg Nja juga suka ke mall kalau wiken, laa udah ditraining mamahnya sejak dalam kandungan, wkwkw...

5. Kalau hari hujan bikin nelangsa

Nelangsanya itu pas mau berangkat atau pulang kerja. Bayangkan saja: kondisi hamil pas hari hujan deras tapi untuk bepergian ngandelin transportasi umum. Pas mau jalan saya mesti rempong pake-pake mantol, terus naik motor sampai pangkalan elf yang becek dan licin. Naik elf lewat tol yang biasanya jadi macet. Rasanya pengen nangis kalau hujan pagi-pagi mah... Kalau udah pedih banget biasanya saya akhirnya pakai grab/gocar deh, walaupun dicarinya susah banget.... 

Beda lagi kerempongannya saat jam pulang. Kendalanya cuma di perjalanan yang bakal lebih macet dan bikin telat sampai rumah. 

6. Anemia sepanjang kehamilan

Dari kecil kayaknya saya memang ada kecenderungan kekurangan zat besi. Makanya sering puyeng kalau pas kelamaan di area panas, rame, sempit, dan sesak. Beberapa kali hampir pingsan di pasar atau di pusat perbelanjaan macem ITC. Dan ternyata anemia saya ini makin ketahuan pas hamil. Makanya dari awal saya diresepin maltofer untuk suplemen zat besi. Sudah minum itu tiap hari pun kondisi anemia dan HB saya gak baik2... sampai pernah transfusi zat besi pake infus 2 tabung. Geleeuh, mana waktu transfusi harus tiduran di IGD lagi. Kan ngeriih, saya kan trauma di IGD...

Oiya, salah satu tritmen untuk mengatasi anemianya adalah dengan memakan daging merah (sapi/kambing) setiap hari. Bahkan saya dibolehin loh makan steak sering2, syaratnya steak-nya harus yang welldone. Mau 300-400 gram boleh bangeettt...


7. Hampir lahiran dadakan saat UK 36 minggu

Errr... kejadian ini sungguh tak disangka-sangka. Ceritanya, malam itu jadwal saya kontrol rutin. Selagi antri saya sempatkan makan soto di kantin RS bareng suami. Pas makan gerakan Babypao (panggilan Ahza pas masih di perut) tuh aktif seperti biasanya. Nampak normal lah. Lha kok pas diperiksa gerakan janinnya lemah dan hampir gak terdeteksi. Raut muka dokternya juga langsung berubah, padahal biasanya beliau fun dan santai banget. Ucapan yang keluar cuma "Bu langsung ke ruang bersalin ya, observasi lebih lanjut di sana aja" Lah maliiih kaget dong hamba, plus langsung deg2an gak karuan. WHAT happened ini wong abis makan soto dan bocahnya rame2 aja di dalem kok tiba2 suruh lahiran? Tapi saya nurut aja, wong saya ya gak ngerti mesti gimana. Di ruang bersalin saya dipasangin alat cek DJJ. Bunyinya makin jedug2 nambah parno aja. Abis itu saya disuntik pematang paru-paru bayi karena usia 36 minggu usia bayi dianggap belum cukup umur lahiran. Duuu kok kedengeran makin serem yaaak.. Suami langsung telp keluarga minta doa yang terbaik. Saya mah pasrah aja, tapi ya lempeng aja gitu soalnya bingung. Cuma berdoa agar gak lahiran malem itu karena belum siap2.... Bahkan seinget saya mobil aja belum beli...

Setelah ditunggu2, alhamdulillah detak jantung babypao muncul lagi, saya bisa pulang deh walau sudah tengah malem, dengan catatan semaleman ini mesti cek bener2 hitungan djj/jamnya. Jangan sampai lewat. Kalau dirasa aneh saya harus lgsg masuk ruang bersalin lagi. 

Esok harinya saya memilih cuti, saya ke RS lagi memastikan DJJ nya baik2 saja karena jujur semalam saya ketiduran saking capeknya. Paginya pun nampak DJJ nya melemah. Dan sampai sekarang saya juga gak tau penyebab DJJ melemah tiba2 kenapa...

Duuh Zaa, kalau inget kejadian ini mamah teh bersyukur Nja lahir di waktu yang tepat dan sehat sampai sekarang...

8. Akhirnya beli mobil demi transportasi yang lebih mudah di UK 37-an

Yeaay... setelah ditimbang2 akhirnya kebeli juga mobil sendiri. Walaupun model dan merknya bukan impian saya tapi saya puas karena dibeli secara cash jadi gak nambah daftar hutang. Next time pengen cerita tentang si mobil pertama ini deh, hehe... 

9. Liburan injury time yang bikin lahiran dadakan: cerita lengkapnya udah dituliskan di posting ini yaaa... baca ajeee. Lengkap kap kaaap!

10. Hoek sama bau sabun mandi Biore Puremild

Padahal sabun ini kesukaan papanja banget lho... tapi saya hoek walau gak sampai muntah setiap mencium baunya. Makanya pas hamil saya ganti itu sabun dengan bau yang berbeda. Papanja awalnya protes, aneh banget pikirnya, tapi nurut juga sih karena sabun yang baru wanginya pun enak... hehe

11. Mandi air bangke tikus ~hoek najis gak tuh?

Ceritanya, peralon pompa air kebuka dengan tidak disadari. Terus ada tikus kecemplung, jadilah mati di dalam. Pokoknya tahu-tahu air dalam torent kok bau. Awalnya bau level ringan, lama2 kok bau level pengen maki orang. Najissssss banget kalau inget itu, soanya pas masih level ringan saya dan papanja tuh agak menyepelekan, pikiran kita ah palingan bau besi soalnya air tempat kita kadang2 bau besi. Tapi lama2 kok makin menyengat. Lanjut deh observasi dan cari2 masalahnya apa. Ketahuan deh ada tikus kejebak di peralon yang mana ketika dideketi ya ampuuunnn super hoexxxx... suami gak tahan kan, terus minta bantuan satpam buat ngambil si bangke tikus. Satpamnya abis itu muntah2 iyuuuh, maafkeen... Kelar urusan tikus giliran suami deh menyelesaikan PR menguras torent. Berliter2 pake detol dan tawas masiih ada rasa bau. Manalah pas hamil saya tuh kalau gosok gigi pake huek, eh laa kok airnya ketambahan kena bangke. BANGKE emang!!! 

Sekarang sih kalau inget kejadian itu saya dan suami ngakak2 ajaaa... mandi pake air BANGKE!

...

Gitu deh kira-kira kejadian2 yang sudah dilalui selama hamil Ahza. Kalau kamu kejadian apa yang paling membekas pas lagi hamil?

\\





Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Nja sekarang ikut di daycare (dc) loh, biar mengurangi kepusingan Mamah yang selalu kepikiran drama makan, momong, dan kegiatan sehari-hari Nja selama ditinggal kerja. Sekarang sudah hampir sebulan Nja dc, sudah terlihat hepi dan mulai bisa beradaptasi dengan teman2nya. Mamah jadi legaan.



Sejak Nja masuk dc, titel saya jadi nambah deh, sebagai wali murid. Maka dari itu dimasukkanlah nomor hape saya ke dalam grup mamah2 wali murid, eaaaa! Fungsi grup tsb tentu saja untuk komunikasi dari guru ke para wali yang berupa informasi2 terkini dan kiriman foto/video kegiatan anak-anak selama di dc. Para wali juga boleh kirim pesan ke guru, misal tanya tentang makan, tidur, pup, dll yang berkaitan sama anak masing-masing. Tapi kalau Mamah Nja kadang2 memilih jadi #timjapri gurunya biar puas, wkwkwk... *soale gak dikasih raport harian siih*

Alhamdulillahnya grup dc ini masih kondusif dari sebaran hoax dan berita2 yang simpang siur *ini yang kadang dikuatirkan kalau tergabung dalam grup emak2* Semoga selamanya begitu. Cuma ada satu negatifnya: para member masih terasa kayak gak saling kenal karena jarang sapaan atau sekedar mengucapkan "semoga lekas sehat" atau apalah ketika ada anak yang gak masuk karena sakit.

----

Setiap hari saya mendapat kiriman video kegiatan anak2 di dc melalui grup. So far melalui video itu saya jadi sedikit banyak tahu perkembangan Nja. Mulai dari Nja yang diem aja karena masih belajar adaptasi, Nja belum mau ikutan main sama temen, atau pas Nja agak-agak mewek karena suasananya lagi rame bocah2. Hingga suatu hari saya mendapat video yang isinya kok... koook... *ala2 sinetron* saya merasa gimana gitu...

Yaitu video saat acara mewarnai. Nja duduk satu meja sama para anak cowok yang umurnya sekitar 3-4 tahunan. Nja paling kecil sendiri. Sembari mewarnai kok ada temennya Nja yang colek-colek pipi Nja, terus beberapa yang lain ketawa-tawa, kayak bercandaan sih tapi ke arah Nja. Terus ada yang maju kayak mau kiss ke muka Nja. Tapi Nja-nya diem aja sambil cemberut dan lirak lirik. Keliatan bete gitu. Saya share video itu ke Papanja dan temen, minta pendapat karena kok hati ini terasa mencelos. Papanja langsung nyuruh saya wa gurunya.

Dalam hati "Ngopooo iki bocahkuu? Kok beda banget sama Nja yang di rumah. Di rumah Nja bisa protes kalau gak suka, bahkan teriak kalau lagi digodain.  

Yaudah deh, saya langsung japri gurunya, untuk memastikan Nja baik2 aja, sekalian nanya temen2nya bercanda apa. Untung gurunya gercep, dijawab kalau itu bercanda biasa aja. Baiklah, hati mamah lega. Sementara, tapi.

Tadinya saya sempat mau langsung tanggapi di grup. Cuma mikir lagi, takutnya ada ortu yang gak terima terus saya dicap baperan. Walaupun sejujurnya ya emang baper sih, hahahaa... Lah gimana dong, mungkin masih new mama anak sekolah syndrom kali yak? wkwwk..

Sementara hati saya yang lain seperti bilang "ya kalau bercandanya kebangetan masa gurunya diem aja? kan itu yang ngrekam juga gurunya langsung, jarak dekat juga" --> iya juga siiih..

Begitu Nja di rumah, saya langsung bombardir Nja dengan beberapa pertanyaan tentang kegiatannya di dc tadi, gimana perasaannya dll. Nja sih jawabnya hepi2 aja, la iyaa wong dia juga gak ngerti arti hepi, mamaaah! Yang pasti Nja cerita kalau dia gak nangis, maem banyak, dan minum susu okat. Lega, Mah?

YHA BELUM!

Jujur aja saya masih kepikiran sampai beberapa hari berikutnya. Bahkan saya akhirnya nanya ke temen2 yang anaknya udah sekolah, kira-kira yang saya kuatirkan wajar gak. Mereka bilang wajar aja, tapi mereka juga bilang bahwa anak gak selamanya berada di tempat yang aman, termasuk di sekolah/dc. Jadi baiknya ya tetap dipantau, jangan sungkan untuk japri gurunya.

Dari kejadian ini kayaknya saya musti lebih intens ngajarin Nja tentang sikap asertif alias berani bilang tidak saat merasa gak nyaman, untuk bela diri plus biar gak jago kandang. Ntr gedean dikit sudah niat masukin Nja ke kursus beladiri apapun bentuknya.

Gitu yaa ternyata rasanya jadi mamak2 yang anaknya baru masuk sekolah. Lebih ngeri mendapati anaknya kenapa2 (dibully atau membully) daripada sekedar bersua dengan "geng macan ternak", hehehe

Semoga ini hanya sebuah kebetulan yang ndilalah pas hati mamah lagi edisi baper. Moga2 Nja makin bisa beradaptasi dengan baik lalu punya temen banyak deh...

\\
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Hari Minggu kemarin, Nja naik kereta lagi. Kali ini berdua aja sama Mamah. Jaraknya dekat aja, dari rumah Bekasi menuju rumah Akung di Cipinang. Mamah sekalian uji nyali nih pergi berdua doang sama Nja, hahaha... Selain itu, dalam rangka memenuhi janji ke Nja yang setiap diceritain tentang kereta selalu bilang "Mas Aja mau naik kereta Mamah alias KRL"

Pertama-tama yang Mamah siapkan adalah barang bawaan. Sebenernya pas berangkat ke Bekasi barang bawaannya Nja lumayan banyak. Satu tas ransel gede. Karena ini mau percobaan naik kereta, maka Mamah perlu menyortir barang yang bisa dibawa Papah balik duluan. Hasilnya Mamah hanya akan bawa 1 tas slempang kecil (tukeran sama tas Papah) berisi: 1 pcs pampers, 1 pack tisu basah, 1 stel baju tipis, botol susu 100 ml, dompet dan hape. Sisa barang dan tas ransel dibawa Papah pake mobil. 

Kedua, Mamah mesti menentukan jam berangkat yang nyaman, sekitar jam 4 sore sehabis asharan. Pokoknya setelah tidur dan makan siang, biar nggak crangky dua-duanya 😆. Kan kalau mata udah nggak ngantuk, perut udah kenyang biasanya stok sabar Mamah jadi nambah.

Selesai solat ashar Mamah langsung cek jadwal kereta. Ternyata masih sekitar 1,5 jam lagi. Mamah masih merasa santai tuh. Agak amnesia sama jalanan Bekasi yang suka mencla mencle. Kadang macet kadang lancar. Mulai sadar untuk bergegas setelah di WA Papah. Yasudah manut aja deh daripada ketinggalan kaan...terus nggak dijemput deh...

Jam 16.05 Grab datang menjemput. Sementara kereta berangkat jam 16.50. Pikir Mamah kekejar lah 50 menit. Mamah nampaknya lupa lagi kalau yang dipesan tuh Grabcar buka Grabike. Udah gitu si driver nggak berani tancap gas karena banyak polisi tidur dan pantatnya lagi sakit, *EHHH PANTATNYA! Pas sudah sampai jalan raya kok kena lampu merah yang durasinya bisa kali buat solat ashar 4 rokaat, lamaaa men. Pak driver juga ngoceh bae dari sejak pertama kali jalan. Nja jadinya ikutan rusuh, eaaaa. Mulai dari buka tutup sepatu, gonta ganti posisi duduk berdiri tiduran - repeat 642047x, minta susu, pengen liat jendela, dll dll. Bikin Mamah mulai terintimidasi, alias pengen ngomel 😪😤 

Lalu tahu-tahu jarum jam menunjuk pada angka 16.45, 5 menit lagi kereta lewat, sementara mobil yang kami naiki masih 10 km-an. Depannya macet pula. Pengen nangis, tapi gimana atuhlah. Lalu terlintas ide untuk re-route ke St Bekasi. Alhamdulillah bisaaa. Ya meskipun durasi mendengarkan ocehan supir Grabnya jadi lebih lama sih 😷

Singkat cerita, jam 17.05 Mamah dan Nja sampai di St. Bekasi. Kereta menuju ke Jakarta Kota penuh, gerbong wanita juga _ya ini gak usah ditanya laah, hahahaa... Ternyata lagi banyak emak2 dan anak2 baru plesiran ke Planet Bekasi dan mau balik ke kota, eh atau sebaliknya? 


Biarpun penuh, Mamah dan Nja dapat bangku dong, karena masuk ke dalam golongan prioritas. Tapi buat dapet bangku kok ya mesti pake "ngusir" orang dulu. Ya gimana, wong itu bangku khusus kok ditempati, ketika yang berhak datang ya harus legowo saat diminta pindah 😋. Btw, kalau menurut saya nih, saat perlu bangku prioritas, begitu masuk kereta/busway yang dituju pertama kali kalau bisa ya bangku prioritas yang dipinggir-pinggir itu, biasanya pasti dapet kok. Jangan langsung "ngusir" orang yang duduk di bangku biasa, kecuali urgent matter dan penuh sesak  gak ada sela untuk jalan (di-bold biar gak miskom). Karena bagaimana pun, mereka juga usaha biar dapat bangku. Urutan kedua yang bisa diminta-in bangku adalah laki-laki muda dan nampak bugar, biasanya sih dikasih. Urutan selanjutnya ya mau gak mau sesama emak2 dan embak2.

Di dalam kereta, mulanya Nja malu-malu. Duduknya juga anteng. Beberapa menit kemudian mau juga dia ngobrol sambil minta berdiri lihat kereta lain di luar. Bolak balik bilang "wih kereta mamah, wih kereta uti Embun (ibuknya mamah), wih keretanya kenceng..." Nampak ceria dan hepi doi... Mamah jadi ikutan hepi dan antusias deh...

Kurang lebih 30 menit sampailah kita di tempat tujuan, St. Klender. Sampai pintu tiket ternyata Papah dah nongol, langsung difoto deh kitaa... Hasilnya kirain teh bagus yaa, instagramable gitu, menggambarkan keharmonisan hubungan ibu dan anak. Eh la kok ngeblur. Errr... emang Papanja bukanlah seorang #instagramhusband, meskipun tetep Mamah share di IGS sih fotonya sebagai bahan pencitraan tiada taraa.. hahahahaha...#dasarpengabdikonten.

Overall, percobaan quality time kali ini cukup memuaskan. Mamah jadi ketagihan ngedate berdua Nja lagi, next cobain ke mall ya... seberapa challenge-nya ke mall berdua bayik yang lagi aktif-aktifnya ini 😊😋

\\






Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Newer Posts
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates