Jajan Pasar Khas Purworejo

Sunday, January 05, 2014

Rasanya ada beberapa jajanan khas kota Purworejo yang selalu pengen saya bawa ketika pergi ke suatu tempat, dan selalu pengen saya ceritakan kepada siapa saja yang belum mengenal kota ini. Sini saya kenalkan kota Purworejo, sebuah kota kecil yang letaknya di sebelah barat Provinsi Jogjakarta dan sebelah timur Kabupaten Kebumen. Meski kecil, tapi kota ini memiliki cukup banyak kekayaan, termasuk diantaranya wisata jajanannya. Yang terkenal dan melegenda diantaranya adalah 4 ini.

1. Kue Lompong
Kue ini terbuat dari beras ketan hitam, dibungkus dengan daun pisang kering yang sudah berwarna coklat (dalam bahasa jawa disebut 'klaras'). Kue lompong yang berukuran sebesar tempe satuan ini punya warna coklat tua hampir hitam, konon katanya warna hitam ini terbuat dari bakaran merang (batang padi kering). Di dalamnya berisi kacang tanah berbumbu gula jawa yang ditumbuk agak kasar seperti isi pada bakpao kacang tanah.  Kalau dimakan rasanya manis, gak terlalu keras, tapi gak lembek - sedeng lah. Nikmat saat dimakan bersama teh hangat di sore hari yang cerah sambil membaca koran. Harganya per bijinya bisa dibilang agak mahal, sekitar 2000-3000 rupiah, tapi sebanding kok dengan rasanya. Bisa dibawa ke luar kota untuk jangka waktu 3-5 hari. 

2. Clorot
Pasti dengarnya aneh ya? Tapi rasanya enak loh, manis legit, seperti bubur candil coklat yang dipadatkan. Sudah pernah kan makan bubur candil kan? Bubur dari tepung beras yang dibuat dengan campuran gula jawa trus dikasih candil sebagai campurannya (kayak klepon tanpa ampas kelapa). Warna coklatnya dari warna gula jawa. Begitu juga dengan clorot. Cuma kalau clorot gak pake candil.

Kue ini dibungkus dengan daun kelapa muda yang disebut janur, di'gubet-gubet' sepanjang tubuhnya. Bentuknya seperti torong atau terompet. Cara makannya tinggal didorong dari bawah sampai kuenya nyembul keatas. Sayangnya kue ini gak tahan lama, karena sifatnya yang basah, cuma bisa untuk 1-2 hari di dalam kulkas. Dan sayangnya lagi yang jualan kue unik ini juga makin langka, padahal kuenya legendaris dan khas banget.

3. Dawet Ireng
Dawet khas Purworejo ini sebenernya sudah ada sejak jaman dahulu kala, tapi gak banyak yang jual. Kalau  sekarang penjual dawet ini bisa ditemui di sepanjang jalan arah ke Kota Purworejo. Terutama di sekitar Kecamatan Butuh, salah satu kecamatan di Purworejo yang dianggap sebagai tempat pertama si dawet ireng dibuat. Bahkan kepopulerannya sudah sampai kabupaten tetangga--Kab. Kebumen hingga ada yang sukses menembus ibukota.

Yang khas dari dawet ini tentu saja adalah warna hitamnya yang konon terbuat dari merang seperti kue lompong. Tekstur dawetnya lembut, kecil-kecil, dan rasanya legit. Disajikan dalam mangkuk cina kecil, dicampur dengan santan kental, cairan gula jawa, dan tape ketan warna hijau. Wuiiihhh segernyaaa, apalagi kalau diminum waktu panas menerjang.

Penjual dawet ireng paling pioner lokasinya ada di timur Jambatan Butuh (kalau dari arah Kota Purworejo). Yang beli tak cuma warga lokal, kebanyakan malah orang luar kota dari Jakarta Bandung Bogor dsb yang sedang transit istirahat saat perjalanan ke arah Yogja atau Solo.

3. Gebleg 
Baca geblegnya caranya adalah 'e' pertama dibaca seperti membaca gendang, 'e' kedua dibaca seperti kata bebek. Berhasil? yak berarti boleh dimakan geblegnya ^_______^. Makanan ini terbuat dari tepung ketela dan pati, jadi rasanya kenyal-kenyal agak alot, mirip cireng Bandung. Paling enak dimakan selagi hangat baru mateng. Terus dicelup ke bumbu pecel yang pedas, wussshhh... nikmaaaaat. Rasa asinnya nyatu dengan pedasnya. Sambil meneguk wedang ronde, ditemani gorengan mendoan dan ketela ubi yang sama hangatnya, rasanya cocok untuk menikmati malam hari yang dingin bersama rekan atau keluarga. Jajanan murah meriah nan nikmat ini bisa ditemui di sepanjang jalanan kota Purworejo.

4. Sate Winong
Sate ini adanya cuma di Purworejo tepatnya di desa Winong. Dengan pemandangan yang menyejukkan mata karena berada di area perbukitan dan persawahan, kita bisa berhenti di salah satu warung sate kambing ini. Yang special dari sate ini adalah penggunaan kambing muda sebagai bahan satenya. Jadi dagingnya mudah meresap bumbu serta tidak alot. Disajikan dengan nasi hangat dan sambal kecap cabe rawit yang dicampur irisan bawang merah segar, heemmmm enaaaakk. Selain sate ada menu gulai kambing yang kental dan berbumbu mantap, kalau baru matang aromanya benar-benar menggoda. Dijamin puas menikmati sajian ini. Sate ini pernah saya tulis di tulisan ini, rasanya gak mau berpaling dari cerita ini.

Jadi, mari mampir Purworejo, kota kecil berirama, sembari melepas lelah selama menempuh perjalanan panjang.

\\

You Might Also Like

0 Comments

Thankyou very much for dropping by. Tapi maaf saya moderasi ya, untuk menghindari spam dan komen dg link hidup. Bila waktunya luang pasti akan saya balas dan kunjungi balik blog kalian :)

Friends

Community

Blogger Perempuan

Subscribe