What Kind of Group Chat (Socmed) Do You Have?

Tuesday, June 14, 2016


Berbeda dengan adek saya yang gak begitu suka grup2an di whatsapp (wa) ataupun sosmed, saya malah masih demen banget join aneka grup. Tapi sedemen-demennya tetep pilih-pilih juga dan penuh pertimbangan sih, mengingat saya ini bakatnya cuma jadi silent reader. Hehehee...

Kenapa saya masih mau ikutan banyak grup, sementara mulai banyak orang merasa terganggu oleh notifikasi maupun obrolan yang tidak nyambung? Alasannya karena grup tersebut punya tujuan masing-masing dan saya masih memerlukan aneka informasi dari setiap grup tsb. Juga untuk menjalin interaksi dengan beberapa anggota grup secara bersamaan. Ada juga yang karena mau gak mau harus masuk karena terkait pekerjaan di kantor. Zzzz.... *ini gegara saya yang jadi fasilitatornya sih*

Total kurang lebih ada 10-an grup wa maupun grup Fb yang saya bergabung didalamnya. Banyak ya? Beberapa grup yang saya ikuti maupun saya buat diantaranya:

1. Grup Keluarga
Setelah semua anggota keluarga mengenal wa saya berinisiatif membuat grup ini. Isinya cuma bapak ibu saya dan 2 adek saya. Para suami/mantu belum diikutkan, takut ngeganggu. Soalnya isinya semi-semi gak penting. Hahaha.... Aktivis di grup tak lain tak bukan adalaaah... saya? Nooo, tapi si ibuk tercinta. Wkwkwkkk.. paling sering kirim-kirim foto kegiatan waktu training, kerja atau dirumah. Karena aktifnya ini, ibuk pernah kena jebakan betmen berita hoax. Untung anak-anaknya ini ngerti itu hoax, jadi bisa dikendalikan. Hehehe.

2. Grup teman SMA & kuliah

Sesuai namanya isinya ya teman-teman saya semasa SMA dan kuliah. Yang paling rame kalau udah ngomongin kapan reunian, meski kadang berakhir jadi wacana, hehe.  Info lainnya ada lowker,  info baru, juga berita-berita hot. Grup akan rame kembali saat ada berita duka, ulang tahun, dan sekedar bercandaan. Sampai sekarang grup ini masih jadi grup yang damai sejahtera, minim drama, dan notifikasinya gak begitu mengganggu karena jarang banget ngobrol. Saya sendiri juga lebih sering jadi silent reader.

3. Grup Taklim Kantor
Bisa ditebak yang dibagikan berupa kajian dan info seputar keagamaan. Kadang ada juga yang nge-share info yang agak sensitif dan berbau politik. Ini yang sebenernya kadang bikin gak nyaman. Jadi gimanaaa gitu. Meski lebih sering jadi silent reader, kadang tangan saya ikutan gatel kalau gak pencet tombol send demi mengeluarkan pendapat terkait tulisan yang dikirim. Apalagi kalau ada artikel yang agak tendesius, pengennya share tulisan yang berkebalikan atau tulisan lain yang seger2. Hihi...

4. Grup Pengajian Perumahan
Ini sebelas duabelas dengan grup pengajian kantor. Tapi ada info tambahan lain terkait kegiatan di komplek, misal pemberitahuan posyandu, kerjabakti, dll.

5. Grup Kerjaan Kantor
Kalau ini kebetulan saya yang jadi salah satu adminnya. Jadi kalau ada yang tiba-tiba saya add masuk grup maap ya, biar koordinasi proyek lebih cepet aja. Termasuk kalau ada update terbaru bisa langsung ngobrol. Email kan bisa menyusul untuk evident yang lebih kuat. Walaupun obrolannya seputar kerjaan dan serius, beberapa orang di grup ini ada yang kocak kok, lumayan buat selingan. Tapi emang paling males kalau ada chat masuk sementara kita sedang liburan. Atau lagi enak2 mau tidur, eh ada pemberitahuan besok meeting dadakan. Hahahaa.

6. Grup Temen-temen Muda Kantor
Grup ini bukan grup resmi divisi yang isinya termasuk para atasan, karena tujuannya untuk (ngomongin bos) seru-seruan diantara teman-teman (muda) satu divisi. Isi grup ini kebalikan dari grup pengajian. Becandaaa melulu, dan tentu saja hosiphosip hot seputar kantor. Wkwkwk... untuk itulah grup ini ada. Meme2 kampret dan bully2an (becanda) selalu meramaikan grup ini, maklum mostly anggotanya para lelaki. Untungnya semua yang bergabung punya otak dan hati yang super antibaper.

7. Grup Para Sahabat
Ini grup paling mini yang saya punya. Isinya cuma 4 orang, saya dan 3 sahabat saat kuliah. Di grup ini saya cukup bisa banyak ngobrol dan bisa tanya apa saja, sekalipun mungkin berbeda pendapat dengan yang lain. Karena semua anggotanya open mind, alhamdulillah belum pernah ada drama yang terjadi. Meski bebas tanya dan ngobrol apapun, teman-teman di grup ini jarang becanda macam grup kantor saya yang cewawakan. Hihi, masih ada jaim-jaimnya, mungkin karena cewek semua kali ya...

8. Grup English Club Kantor
Sekarang grup ini seperti mati suri sejak jarang ngumpul offline untuk belajar bahasa inggris. Grup ini terdiri dari teman kantor yang secara tidak sengaja belajar bahasa inggris bareng, karena ada satu orang yang punya pengalaman pernah jadi tutor bahasa inggris. Palingan biar gak garing-garing amat, kadang ada yang share soal-soal toefl barang 2-3 nomor lalu tebak-tebakan jawaban.

9. Grup Enterpreneur Pemula

Grup yang beranggotakan lebih dari 200 nomor ini selalu aktif 24 jam 7 hari. Siang malam hp centang centing tiada henti. Saking aktifnya, sampai2 hp saya panas dan beberapa kali eror. Padahal secara kualitas harusnya cukup mumpuni. Demi kebaikan akhirnya saya out dari grup tsb, tapi masih sering sapaan dengan anggota grup yang sudah jadi teman di sosmed.

Selain di wa, saya juga join beberapa grup di Fb (sosmed), diantaranya ada grup kumpulan blogger, grup Tupperware karena saya dulu pernah jualan, grup alumni dari SMP hingga kuliah dan grup Sekolah Toefl (gratis). Satu lagi, saya baru saja ikut grup Generasi UNS 2016, gara-gara diminta adek bantu cari info seputar UNS. Ngubek-ubek FB dan nemulah grup ini, yang sebenernya bertujuan menghimpun anggota dari mahasiswa baru (maru) UNS 2016. So, bisa dibilang saya menyamar sebagai maru, wkwkwk... agar bisa menyerap aneka informasi yang ada. Lalu, adek saya apakah ikutan grup ini? Hemmm.. kayaknya gak deh, doi malah ikut grup line jurusannya yang informasinya lebih real time.

Ikut dalam banyak grup pastinya ada suka dan sebal-nya. Sukanya bisa dapet info segar dengan cepat, apalagi kalau lagi hot (baca: hociphocip) atau informasi baru lain yang bermanfaat. Sebalnya itu dapat banyak notifikasi, obrolan yang kadang2 gak penting, mungkin ada drama, atau berita2 yang tidak sesuai dengan hati. Info-info hoax, tidak imbang dan sentimentil yang paling bikin jengah. Kalau ada info semacam itu, kemudian di konter balik, biasanya si pengirim tiba-tiba jadi patung. Diam seribu bahasa. Wkwkwkwkk...

Makanya kitalah yang jadi filter buat diri sendiri. Sebisa mungkin gak ikut kepancing jika terjadi hal-hal yang gak diinginkan. Saya pun biasanya berbagi tulisan yang saya merasa menguasai, menghindari kontroversi, mencela, hinaan, dan hal negatif lain. Kalau gak paham dan merasa gak nyambung saya otomatis cuma jadi 'pengamat'. Gambar-gambar pun begitu, karena gambar seringkali menjelaskan lebih banyak dibanding kata-kata. Contoh kasus, ada teman share meme agak saru, niatnya bercanda, tapi ternyata menurut sebagian orang meme tsb agak keterlaluan. Sehingga memutuskan keluar dari grup dengan alasan agar mengurangi kiriman gambar sejenis, karena kuatir lupa nge-hapus dan bahaya jika dilihat anak kecil waktu hpnya dipinjam. Logis sih...

Nah, kalau isi obrolan di grup sudah dalam taraf sangat mengganggu sebaiknya segera cabut. Tetapi tentu saja dengan cara yang baik dan enak bagi kita sendiri juga bagi semua orang. Apalagi kalau kita tidak ada sangkut pautnya dengan masalah yang timbul, harusnya berpamitan jadi lebih gampang, ya kaan?
Kalau setelah out ada yang japri menanyakan alasan, ya dijawab saja sebaik mungkin, dan menurut saya komunikasi tetap bisa jalan kok walaupun sudah diluar grup. Hanya saja memang informasinya jadi suka telat karena kadang terlewat. Atau setelah keluar dari grup, kita jadi omongan anggota yang lain, ya sudah, mau gimana lagi. Toh sudah berpamitan dan kasih alasan. Lagian, kalau diomongin di grup juga kita gak bakal liat lagi, jadi ya santai saja. Hihi... 

Kira-kira begitulah aneka grup yang saya ikuti. Kalian ikut grup apa saja di wa maupun sosmed?

gambar dari : www.postcrescent.com

\\

You Might Also Like

12 Comments

  1. sama saya juga banyak ikut group mba bagi saya pribadi selain silaturahmi juga banyak informasi yang dishare dapet dari group dari mulai info loker sampe dengan berita kematian :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mba.. samaan berarti kita ya :)

      Delete
  2. e mang ibu pernah kejebak hoax sing ndi mb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hoax ikan lele berbahaya karo penyakit sing mengerikan kae loh, hiyy

      Delete
  3. Waduh, banyak banget grup nya ๐Ÿ˜‚ grup yang kupunya cuma beberapa. Grup temen sekelas kuliah, grup temen kkn, grup keluarga dr bapak, grup keluarga dr mama, grup temen sekelas SMA, grup temen les jaman mau masuk univerasitas, grup anak kos, grup temen deket kuliah grup temen deket les an, grup yg ngomongin beuty, grup....

    Lah, ternyata grup ku juga banyak. Hahahahaha. aku jd tertarik buat postingan ginian nih :D

    Tp emang kadang walo ada yg obrolin hal ga penting, males aja mau out. Ya kalo keganggu paling banter ya matiin notif nya


    tulisandarihatikecilku.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. nyaaa samaa juga ente sama eike... hihi. ayo dibikin postingannya, nanti aq samperin

      Delete
  4. gak jauh beda, di hape de juga ada beberapa grup WA:
    - keluarga
    - pengajian
    - alumni STM
    - teman kantor

    ReplyDelete
  5. saya juga termasuk yang banyak ikut group terutama di fb. yang paling seneng saya ikut di group penulis,banyak sekali info lomba nulis dan ada sebagian dari anggota group yang suka share karya tulisnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah grup penulis saya belum punya nih :D

      Delete
  6. aku cuman ikutin beberapa group tapi kebanyakn jg diem aja masalahnya ternyata walau diset mute, tetep ngabisin batre ya group2 ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya beneeeer banget mba, meski di mute tau2 batre bisa bocor juga. aku pernah tuh, selanjutnya aq yg out drpd hpnya mokad

      Delete

Thankyou very much for dropping by. Tapi maaf saya moderasi ya, untuk menghindari spam dan komen dg link hidup. Bila waktunya luang pasti akan saya balas dan kunjungi balik blog kalian :)

Friends

Community

Blogger Perempuan

Subscribe