Mungkin saya masuk kategori yang aneh. Di saat yang lain berharap untuk diterima, saya malah akan bersyukur jika tidak diterima. Ini memang berbeda dengan yang pernah saya tulis disini. Balada rekrutmen calon pegawai negari yang sedang happening akhir tahun ini. Apakah saya sombong? Saya pikir tidak. Dibandingkan jika nantinya saya malah jadi tidak produktif kemudian mengundurkan diri ditengah jalan sebelum kontrak habis atau melakukan hal-hal tidak bertanggung jawab lainnya. Saya tidak bilang saya tidak berminat jadi pns, ini hanya masalah siap-tidak siap untuk jadi pns saat ini. Jika suatu saat nanti saya jadi pns, mungkin saat itulah takdir saya.... Makanya saya harus putuskan mana yang saya pilih saat ini.
Ya... saya baru saja mengundurkan diri secara 'halus' pada sebuah kompetisi babak akhir untuk memenuhi satu formasi di lembaga pemerintahan negara ini.
Sedih? sedikit sih. Apalagi setelah melihat dan bercakap-cakap dalam satu sesi terakhir wawancara sore itu. Pewawancaranya begitu terbuka dan sangat enak diajak 'ngobrol'. Bahkan untuk acara yang mungkin bagi sebagian orang adalah saat yang mendebarkan, wawancara kali ini sungguh saya jalani dengan hati plong, bebas, ketawa2, rasanya seperti berbicara dengan orang yang saya kenal lama. Di akhir sesi saya malah yang banyak bertanya kepada pewawancara alih2 masih meyakinkan diri apakah saya lanjut atau tidak. Lanjut artinya saya serahkan surat perjanjian ganti rugi, dan mundur artinya surat itu tetap saya simpan sendiri.

