Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Kali ini saya ingin nulis yang gak ada hubungannya dengan kehidupan pribadi. Pengen jadi pengamat. Yang mau saya komentari adalah dunia persinetronan indonesia yang menurut saya semakin gak beraturan. Aneh bin gak jelas. Yang sempat ngrecoki pikiran saya adalah sinetron-sinetron tipe sinetron ajaib+dunia khayal, sinetron ramadhan yang aneh dan sinetron remaja yang tanggung.

Sinetron dunia khayal
Contoh konkret nih ; Eneng, Entong, Si Eneng, 1001 Malam, dan mungkin masih banyak lagi. Maksudnya apa coba dengan tayangan itu? Terlalu khayal menurut saya. Mana ada benda mati punya kekuatan ajaib di dunia ini. Sekarang kan bukan jaman timun emas lagi. Apalagi benda-benda ajaib itu digunakan buat membantu sang tokoh dalam menyelesaikan permasalahan. Syirik tuh namanya. Semua penganut agama kan menyembah Allah/Tuhan? Masa sih anak-anak sudah dijejali tontonan yang mengarah pada kesyirikan?
Kadang orang-orang sinetron serasa gak berfikir efek lanjutannya apa. Cuma mengarah pada tontonan bersifat hiburan dan mengejar rating. Tontonan dengan biaya produksi sekian diharapkan rating yang melojak dan keuntungan yang gede.
Denger-denger sih dalihnya tontonan itu buat anak kecil usia 5-12 tahun. Daripada nonton sinetron yang berbau pacaran kan mending liat ”keajaiban” sinetron. Eeeeh... gak tahunya– menurut saya—sinetron ajaib itu malah jadi bom waktu buat anak-anak yang masih dalam tahap belajar agama. Kemasannya memang baik, gak ada unsur kekerasan atau pelecehan atau pacaran, tapi kenapa harus yang mengarah pada kesyirikan?

Sinetron Ramadhan yang terang-terangan gak sesuai islam
Emang ada dalil yang membolehkan pacaran dalam islam?? Ada sih tapi pacaran setelah nikah. Bukan pacaran pranikah. Tengok deh sinetron-sinetron yang akan tayang romadhon tahun ini. Aisyah, solehah, dkk. Pede banget isinya memaparkan percintaan remaja yang ngaku islami. Katanya sinetron islami, ujung-ujungya sinetron cinta—cengeng juga.
Sama kayak sinetron ramadhan itu. Mana nilai-nilai islami yang diusung?? Gadis berjilbab? Rajin salat? Suka membantu? Rela berkorban? Saling menyayangi? Yah semua itu emang ada dan benar-benar mencerminkan islami. Tapi sekarang orang berjilbab banyak, kayak jamur yang tumbuh dimusin hujan. Tapi yang benar-benar ”berjilbab” masih sedikit. Lebih banyak orang berjilbab karena maksud ”tertentu” yang gak jelas. Maksudnya masih belum sempurna+sepenuhnya berjilbab gitu... seharusnya sinetron itu ambil pesan murni islami lewat pemainnya. Pakaian muslimnya seharusnya mencerminkan kekafahan seorang muslimah. Bukan pakaian gaul dengan kerudung seadanya atau pakaian ketat yang memperlihatkn lekuk tubuh sang tokoh. Rajin solat emang dah kewajiban seorang muslim pada-Nya. Bagus kalau sinetron islami punya misi agar umat islam bisa lebih meningkatkan ibadah utamanya. Yang bikin rancu adalah ya itu tadi, sinetron islami yang dibumbui percintaan lawan jenis diluar pernikahan. Ada adegan katakan cinta lagi yang terkesan norak gitu.... biar laris dan rating tinggikah sehingga tega memutarbalikkan ajaran agama??? Berani ngelawan ajaran agama?

Sinetron remaja yang ”menggelikan”
Ini lebih bikin kita – saya-- bisa geleng kepala sendiri. Geli!! Anak kecil usia sekitar 12-14 an sudah bisa bilang ” i love u” pada lawan jenisnya. Belajar dari mana ya? Apa ini termasuk indikator kemajuan zaman? Atau malah kemerosotan zaman? Ini yang ditonjolkan disinetron anak-anak tapi sudah sok-sokan jadi dewasa. Saya rasa semua bisa menebak sinetron apa itu. Dewasa sebelum waktunya. Ini sesuatu yang terbilang cukup gawat. Yang dewasa asli saja masih banyak yang kekanak-kanakan atau masih merasa ”anak-anak” kok yang anak-anak – yang baru kemaren—sudah bertingkah sok dewasa. Tuh kan semua jadi kebalik-balik. Bikin pusing saja.

Sebenarnya saya sih bisa saja berlaku cuek bebek. Saya juga gak merasa paling bener dan gak mau sok suci. Hanya risih saja. Walau setelah mengamati yang keluar hanya sepotong komentar. Saya pikir positif saja. Semoga bisa membuka hati siapa saja tentang semua ”keanehan-keanehan” ini. Dan kita perlu waspada. Jangan sampai kita turut menjadi korban ganasnya kehidupan saat ini yang terkotori oleh persaingan yang tak lagi sehat.

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates