Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?



YES ! akhirnya bisa nulis juga. Kemarin-kemarin masih banyak sekali kegiatan yang sulit untuk diduakan, jadi banyak ide nulis yang tertelantarkan, bahkan ada yang hilang entah kemana. Setiap kali ada ide atau hal seru yang muncul di otak, selalu saja terkalahkan untuk hal lain yang lebih urgen. Sampai-sampai rasanya kepala ini mau meledak kebanyakan ide buat nulis tapi tak tersalurkan *lebay*.

Nih sebenernya pas nulis ini juga rasa cape lagi nempel banget dibadan, setelah seharian jaga ujian Autocad 2008 dan buat laporan praktikum RLE. Tapi daripada dibawa tidur dah sore bentar lagi magrib ya mending nulis aja deh. 
Hemm.. jadi ngelantur kemana2 kaan. Jadi temanya adalah lagi pengen berkhayal, alias berandai2 jika ST berubah jadi Ir lagi” Gara-gara beberapa hari terakhir mendengar isu tentang hal tsb.

Pernah terpikir gak pengandaian itu? Inget gak mungkin dulu waktu kecil ditanya cita-cita mau jadi apa? Kayaknya banyak yang jawab ingin jadi Insinyur…wah yang dulu pernah bercita-cita itu sekarang gak akan kesampaian kali ya.. coz Insinyur dah gak ada, diganti ST ( ini buat yang sarjana teknik).
Gak munafik, gelar insinyur di alam pikirku masih terkesan lebih2. Ya lebih oke, lebih elegan, lebih keren. Kalau di 2010 (semoga, insyaallah,amieen) namaku jadi Ir. Tia Putri… WOWW Ajaib!! *ngarep*

Ada pepatah bilang apalah arti sebuah nama. Nah kalo ini “apalah arti sebuah gelar” kalo tidak bias memberikan manfaat untuk sekitarnya. Apalah arti sebuah gelar kalo iman dan takwanya nol, kalo softskill-nya tiarap, kalo gak bisa kerja dengan bener, kalo gak bisa ngehargain waktu, kalo gak yang lain.

So, mari terus berjuang agar nantinya bias saling memberi manfaat daripada sekedar mengejar gelar. Akan lebih bagus lagi kalau kita manfaatkan gelar yang dimiliki untuk berbagi manfaat dengan sesama. Jangan pernah malas melakukan suatu kebaikan, jangan malas untuk belajar, karena belajar bukan hanya textbook, banyak hal yang bisa dipelajari dalam hidup, jangan sungkan untuk bertanya pada yang lebih tahu.

\\



Share
Tweet
Pin
Share
No Comments



Minggu-minggu awal maret 2008 ini saya sedang ada banyak kerjaan yang cukup menguras waktu dan tenaga. Juga pikiran ding. Jadi jadwal posting terpaksa di tunda. Walau sebenarnya kegiatan ngenet tidak pernah absent.
 

Ni beberapa tugas yang harus saya selesaikan:
  • Kegiatan Kontes Kreativitas dan Forum IPTEK Mahasiswa Nasional—KONTEKNAS—2008. Alhamdulillah kegiatan yang sudah di rintis sejak bulan puasa lalu akhirnya selesai sudah. Kemarin 12-13 maret 2008 adalah acara puncak yang berupa grandfinal bagi peserta lomba. Lomba ini diikuti banyak perguruan tinggi di Indonesia. Kemarin finalisnya ada dari UI, UGM, ITS, ATMI, UNDIP, UNSOED, dan tentu saja UNS sendiri (pernah ku posting sebelumnya). Persiapan untuk kegiatan ini membuatku harus pulang sore bahkan pernah malam hari. Apalagi ku dapat tugas sebagai PI C alias penanggung jawab yang mana acara ini diadakan sebagai salah satu acara di DIES NATALIS UNS. Jadi harus bener2 totalitas tanpa batas.
  • Praktikum Autocad untuk angkatan 2007. Kali ini saya berperan sebagai asisten autocadnya. Hmmm jadwal praktikumnya padat sekali. Hampir tiap hari karena ada 4 shift. Dan jadwal kebanyakan memang dilaksanakan diwaktu siang sampai sore hari.
  • Praktikum rangkaian listrik elektronika (RLE). Klo disini aku yang jadi praktikan.
  • Tugas2 kuliah dan kuis yang semakin menumpuk saja rasanya. Huhuhu… apalagi semester 4 ini hampir tiap dosen menerapkan tiap pertemuan kuis. Bahkan tiap hari perlu buka e-learning, siapa tahu ada tugas yang disampaikan lewat internet.
Ya ya ya… semua memang harus dijalani. Pintar2 saja membagi waktu, memilah dan memilih mana yang mesti diprioritaskan. So semua berjalan dengan lancer.
Semangat…!


\\
 
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
UAS selesai juga. Cukup lega deh rasanya. Sekarang tugasnya tinggal banyak2 berdoa biar hasilnya memuaskan. Setelah susah payah belajar, pake lemburan tiap malam tentunya gak mau dong dapat hasil yang gak maksimal. Makanya sekarang tugasnya adalah nambah doa, tapi gak boleh maksa n nuntut ya berdoanya. Terus berdoa dan serahkan semuanya pada Allah. 

Ngomong2 tentang ujian, pasti hasil akhir yang diharapkan adalah dapat nilai bagus, yang ujung2nya mengharap dapat IPK bagus. Gak munafik itulah hal yang sangat2 wajar. Mana ada orang habis ujian minta nilai buruk toh??? Bohong banget deh. Begitu juga saya. Walaupun saya sadar dengan sesadar-sadarnya dan tahu klo IP itu bukan hal mutlak yang harus dicari di dunia perkuliahan. Dosen bilang IP bagus itu Cuma 4% untuk meraih sukses di dunia kerja. Istilahnya IPK bagus itu adalah gerbang untuk masuk perusahaan yang bagus dan bonafit atau perusahaan yang ingin kita masuki. Sekarang dimana2 disetiap lowongan pekerjaan IPK minimal harus 3.00. Nah loh... kLo kita gak Bisa ngeJar itu.... ya.... tunggu keberuntungan saja buat masuk perusahaan yang kita inginkan. 
 
Saya mungkin salah satu orang yang masih menganggap IPK adalah hal penting yang mesti diperjuangkan. Tiap kali mau ujian coba untuk buat target perolehan nilai. Buat apa??? Buat memacu semangat belajar. Walaupun kita belajar bukan semata-mata mau cari IPK. Tapi belajar utamanya adalah cari tahu, ngerti apa yang dipelajari then mengaplikasikannya dalam kehidupan. Tapi gak salah juga salah satu tujuan belajar adalah dapat nilai bagus. Tapi jangan karena pengen banget dapat nilai keren, terus pakai cara instan, cheating misalnya.... ntar kaya mie instan, enak tapi sebenarnya racun. 
 
Buat saya IPK adalah salah satu bukti konkret yang bisa kita kasihkan ke ortu. Walaupun masih banyak cara2 lainnya, misalnya kita menang lomba karya ilmiah, jadi mawapres, dll. Ortu siapa sih yang gak seneng kalau anaknya dapat nilai bagus. Wong setiap abiz ujian pasti yang ditanya pertama kali adalah ”gimana ujiannya tadi” atau ”berapa nilaimu”. Iya apa gak?? 
 
Dalam dunia kerja yang diperlukan sekali memang bukan IPK. Saya gak menutup mata banyak juga manusia2 ber-IPK cumlaude tapi gak dapat kerja. Mungkin karena belum siap kerja, tak punya softskill yang cukup buat kerja, atau gagal waktu tes kerja. Ya..ya..ya.. semua memang serba mungkin. Berdasarkan cerita dan pengalaman banyak orang yang diceritakan kepadaku, dunia kerja lebih membutuhkan softskill—keterampilan – dibanding kemampuan akademik. Kita gak akan banyak berteori nantinya. Tapi bagaimana kita mengaplikasikan apa yang kita dapat dibangku kuliah dalam dunia nyata. Kadang2 teori itu gak sama dengan kenyataan. Perlu pengembangan yang mungkin gak pernah kita duga sebelumnya untuk menyelesaikan suatu masalah.

Kesimpulannya... walaupun kita menganggap penting IPK, tapi jangan lupa kita juga harus mengembangkan softskill bisa dengan ikut organisasi, bikin penelitian, karya ilmiah, buat relasi yang baik dengam banyak orang—terutama orang2 sukses, dan terus belajar... karena belajar menurut saya bukan selalu duduk dengan banyak buku kuliah didepan mata. Tapi belajar teori, aplikasi, dan pengalaman. Jangan mau dong hanya karena pengen dapat cumloude trus Cuma kampus-kos-kampus-kos.....hehehe.... gak tahu juga ding di kos ngapain. Belajar or malah tidur. Hehhehe.. lagi. 

Semangat... sukses buatku n buat yang baca ya... =)


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Alhamdulillah, puji syukur akhirnya ku bisa melewati hari2 yang melelahkan itu. Hari-hari dimana saya habiskan didalam laboratorium. Hari2 saat saya harus berkutat dengan mesin bubut, mesin las, gergaji besi, ampelas, baja, seng, jangka sorong, rockwell machine, impack, dan peralatan mati lainnya. Hari2 yang selalu dihabiskan untuk menulis bertumpuk-tumpuk laporan. Hari2 ketika setiap detik mata saya harus berhadapan dengan komputer yang melelahkan untuk mengetik laporan. Bahkan saya sampai lupa tiap minggu ada yang namanya malam minggu—malam yang santai buat refresh otak. Karena malam minggu pun dijadikan jadwal dedlen laporan dan asistensi. Jadi kerasanya hari tuh kayak Senen terus. Sibuk mulu..

Pokoknya selama hampir sebulan kehidupan saya sebagai seorang mahasiswa berubah. Lumayan banyak mungkin derajat perubahannya. Mungkin memang gak sampai 180 derajat. Tapi cukup bikin shock juga buat seorang mahasiswa teknik yang lumayan santai dibanding teknik yang lain. SANTAAIII???? Santai dari Hongkong ???? I’m so disagree if there’s a statement said that industrial engineering is the most easy going (santai) than the other one. Karena sekarang ini rasa santai itu sudah lenyap. Mungkin memang waktu saya di semester satu-dua, masih bisa tuh yang namanya pulang kampus trus langsung maen, atau mampir ke BEM, atau tidur nyenyak. Tapi sekarang?? Hiks #mulai-drama-deh, dunia teknik yang keras akan segera dihadapi. Dan mungkin buat yang punya kebiasaan di luar nalar teknik—manja, malesan, etc…-- they won’t be survive.

Bayangkan, tiap hari adalah pretest, praktikum, deadlen laporan, asistensi, response, then posttest. Eh… kayaknya mungkin emang gitu kali ya buat yang kuliah dibidang science kayak MIPA, FKIP MIPA, kedokteran, pertanian, peternakan #:p

Praktikumnya teknik industri tuh emang ngapain toh? Kok kayaknya bikin heboh banget? Bukannya teknik industri itu terkenal sebagai ekonominya anak teknik? Masa sihhh berat?? weitZZZZ jangan salah ya.... teknik industri itu dulu2nya adalah bagian dari teknik mesin. Bahkan dulu adalah sebuah progdi dijurusan mechanical engineering. Because of that, praktikumnya anak industri juga ada yang gak beda sama teknik mesin. Walaupun yang dipraktikan gak sedetail anak mesin sih. Jadi anak industri juga mesti ngerti gimana cara nge-drilling alias ngebor, ngecor, ngawur #dipikir mau dangdutan. Harus ngerti juga ngebubut besi, ngelas, ngamplas, ngecat, dan potong2 besi. Harus tahu dan ngerti serta paham tentang sifat2 baja, besi, stainless dan material lainnya. Jadi pas praktikum ya beneran kita mesti pegang-pegang tuh yang namanya mesin bubut, las, bor, milling, gergaji, kawat besi, seng, baja, ampelas. Gak cuma cowok yang dituntut harus bisa. Cewek juga kudu bisa. Jadi gak boleh tuh, cewek teknik manja. Harus bisa ngerjain benda kerja bubut, nggergaji, motong besi, ngelas #matek!!

Oh ya praktikum semester saya kemarin gak cuma dua mata uji praktik loh. Tapi ada tiga dipraktikumkan: Proses Produksi (PP), pengetahuan bahan (PB), dan fisika. Biasanya yang normal di teknik2 lain, seminggu tuh praktikum maksimal dua. Lah ini, tiga bo!! Gile kan, misalkan hari senin praktik PP, hari rabu responsi-dedlen laporan PP, ma pretest-praktikum PB, trus hari sabtu dedlen-responsi PB n pretest-praktikum fisika. Trus senen lagi PP, rabu PB, sabtu fisika, gitu selama sebulan berturut2. Dan  sebelum dedlen adalah waktu buat bikin laporan dan asistensi laporan. Dan setiap asistensi pasti adaaaaa aja yang kurang atau salah dalam penulisan laporan. Ini yang bikin saya tiap hari harus revisi2 sampai laporan itu bener2 fix. Mana laporan PB dan  fisika harus ditulis tangan lagi, padahal laporannya kan tebel lagi #ngoret-ngoret tanah. Kalau PP sih diketik, tapi minimal harus 70 halaman A4. Maksa banget ya. Hehehe...sampai bingung mau bikin gombalan analisis apalagi.
Kata kakak tingkat, praktikum di semester 3 itu belum apa2 dibanding praktikum semester 4 keatas. Bakal sering tulis tangan dan dedlen laporan maksimal cuma dua hari. Selain itu modul praktikumnya juga lebih banyak. Satu praktikum ada yang sampai 8 modul loh. Bahkan mungkin sampai nginep di lab kalo bikin laporan #hasyeek. Dan harus bener2 kompak satu tim. Nahhh kalo kekompakan gak jalan laporan juga bakal susah buatnya.
Iya sih, saya pernah liat tuh laporan statistik anak 2004. Tebelnyaaa...!! mungkin sama buku Harry Potter yang terbaru tebelan laporan itu #mulai-lebay. Bisa buat mukul kecoa bahkan mungkin tikus kali ya, bener2 super duper tebel. Wong skripsi aja jarang2 yang setebel itu. Busyeeet dah, besok eikeh juga bakal kayak gitu #pingsan!

Efek buruk yang didapatkan dari banyaknya tugas-praktikum-laporan adalah….i lost my time to well sleepping, hikx hikx... Udah tiap hari pulang malem – minimal jam 6 sore—trus langsung bikin laporan or revisi sampe yahhh minimal sampe jam 2 dini hari. Kok bisa toh pulang malem??? Ya iyalahhh... satu kali praktikum waktunya antara 2-5 jam. Apalagi kalau ditambah jam buat molorisasi... biasa waktu indonesia solo bagian ngaret !! bisa makan waktu lama kan... udah gitu abis praktikum kita2 bikin meeting dulu sama tim buat bahas gimana bikin laporannya, misalnya dasar teori, copy data, trus bahas analilis. Untungnya sih masih bisa dikerjakan tanpa harus nginep2an segala walau akibatnya telat pulang kerumah.

Yahhh seharusnya sih klo manajemen waktunya diperbaiki gak akan ngeganggu waktu pulang, waktu istirahat dan waktu makan. Tapi susah emang, kadang jadwal yang udah dibuat tiba2 gak sinkron sama jadwal yang dibuat temen satu tim. Belum lagi kalau ada temen satu tim yang juga lagi dikejar dedlen buat laporan lain. Kan tiap praktikum timnya beda semua. Jadi bisa aja satu anak punya 3 tim yang berbeda atau punya dedlen buat 3 laporan dalam waktu yang sama. Kalau ini yang terjadi temen satu tim yang lain mesti nyiapin buanyak maklum.....

aah.. sekian curhat saya. see you soon :)

//

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

-->
Yeee... senangnya... lab ku sekarang punya wajah baru. Benar-benar mengalami perombakan besar-besaran, hardwarenya, softwarenya, bahkan orang-orangnya... tentunya dengan pemikiran dan rencana yang baru juga demi perkembangan dan kemajuan LKS sendiri sebagai lab pusat komputasi dan informasi di kawasan TI UNS. Jadi tambah semangat kerja di LKS.....
Tujuan LKS adalah memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin untuk semua elemen TI khususnya dan juga mahasiswa lain yang membutuhkan bantuan LKS. Dalam hal ini memang lebih ke pelayanan akademik seperti praktikum, tutorial, dan pelatihan-pelatihan yang berhubungan dengan komputasi lainnya. Nah... untuk menunjang kegiatan-kegiatan itu, LKS kini hadir dengan 4 buah server Intel Core 2 Duo, 28 LCD monitor, dan sebuah LCD proyektor.
LKS menerapkan model Clonning System dengan memanfaatkan teknologi UTMA (Ultra Thin Multi Access) Multi User. Dengan teknologi ini, satu CPU bisa dimanfaatkan oleh 7 user sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Perangkat yang digunakan dalam sistem ini adalah paket Xtenda-X300 yang terdiri dari Xtenda PCI Card & Xtenda Multi Box. Dengan sistem yang baru ini, diharapkan LKS akan dapat menunjang proses pembelajaran di TI UNS.
Oiya.... sekarang kalau ngenet juga lebih enak. Walaupun kecepatan koneksinya belum sepenuhnya mengalami perbaikan, setidaknya sekarang bisa ngenet pakai komputer bagus, dan nggak bures lagi. Maklum dulu sewaktu belum diganti masih ada komputer yang belum pentium 4, kan jadi tambah lemot loadingnya.
Program-program LKS juga mengalami kemajuan. Sekarang tiap asisten wajib mengikuti tutorial tentang komputasi. Yang baru dilaksanakan adlh tutorial bikin web dengan joomla dan tutorial pemakaian+pembuatan template via ms word. Pelatihan web ini punya tujuan khusus, yaitu untuk rencana buat web LKS yang masih on progress. Sebenarnya sudah jadi desainnya, tinggal nambah content dan upload aja.... hemmm semoga dalam waktu dekat bisa launching deh tuh web.... trus jadi tahu deh cara bikin web tuh gimana, kan lumayan kalau pengen bikin web pribadi...
Terus kalau pelatihan template tuh tujuannya, untuk membantu dalam penulisan skripsi, tesis, atau laporan-laporan lain yang membutuhkan format penulisan khusus. Kedengarannya sih sepele ya.... tapi ternyata masih banyak yang belum mengaplikasikan template untuk menulis. Jadi lebih enak loh pake template.
Nah nantinya, setelah semua pelatihan tsb benar-benar kelar, baru deh... asisten membuat modulnya dan membagikan ilmunya pada teman-teman mahasiswa lain. Biar gak sia-sia toh ilmunya, n tentu saja biar LKS lebih berguna buat orang lain.
Oh ya... planning lain yang dalam waktu dekat akan terlaksana adalah pengenalan komputer untuk guru-guru SD Matesih, daerah yang masih jauh dari jangkauan kemodernan. Apalagi komputer. Padahal kan saat ini komputer bisa dikategorikan kebutuhan primer... Nah nantinya guru-guru tsb bakal diundang ke LKS kmdian di kasih tutorial. Sukses deh.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Universitas mu masuk tidak? :)
INILAH sepuluh peringkat kampus di negeri ini menurut kalangan dunia kerja. Ini berdasarkan hasil survei Pusat Data dan Analisa Tempo (PDAT) sepanjang Desember 2006 - Januari 2007 :

1. UI
2. ITB
3. UGM
4. IPB
5. ITS
6. UNAIR
7. TRISAKTI-Jkt
8. UNPAD
9. ADMAJAYA-Jky
10. UNDIP

Kenapa 10 PT ini dipilih dunia kerja..? KARENA LULUSANNYA MEMILIKI KARAKTER

Karakter seperti apa yg dinilai PENTING oleh Dunia Kerja..? INILAH RANGKING 10 KARAKTER DIMAKSUD :
1. Mau bekerja keras
2. Kepercayaan diri tinggi
3. Mempunyai Visi kedepan
4. Bisa bekerja dalam Tim
5. Memiliki kepercayaan matang
6. Mampu berpikir analitis
7. Mudah beradaptasi
8. Mampu bekerja dalam tekanan
9. Cakap berbahasa Inggris
10. Mampu mengorganisasi pekerjaan

Bagaimana agar lulus PT dengan berkualitas. .? INILAH 6 TIPS DARI DUNIA KERJA berdasarkan rangkingnya :
1. Aktif berorganisasi
2. Mengasah bahasa Inggris
3. Tekun belajar
4. Mengikuti perkembangan informasi
5. Memiliki pergaulan luas
6. Mempelajari aplikasi komputer

Bagaimana Dunia kerja menjaring pekerjanya.. ? INILAH 8 SYARAT YG HARUS DIPENUHI (berdasrkan rangking):
1. Indek prestasi komulatif
2. Kemampuan bahasa Inggris
3. Kesesuaian program studi dengan posisi kerja
4. Nama besar Perguruan Tinggi
5. Pengalaman kerja/magang
6. Kemampuan aplikasi komputer
7. Pengalaman organisasi
8. Rekomendasi

sumber : Majalah mingguan Tempo, 20 Mei 2007

terussss???

Pengen sedih sebenarnya baca ini. Karena kampusku ga masuk daftar !!! but the show must go on… mungkin memang nasib yang membawaku ke solo. Tapi bersyukur sih masih bisa sekolah.

Ibuku bilang kampus kita boleh kalah dengan yang lain. Tapi kita pribadi ga boleh kalah, karena sekarang persaingannya antar personal. Kalau kita  jadi orang yang intelek, cerdas, berpengalaman, siapa sih yang mau nolak? Siapa apa nih maksudnya? Hohoho. Ibuku juga bilang gak semua lulusan kampus top bisa dengan mudah cari kerja. Semua bergantung pada individunya. Iya... individu masing2 mahasiswa. Jadi ga perlu sedih lagi, masih banyak kesempatan menjadi yang terbaik. Tentunya dengan bersungguh2 dalam ikhtiar dan berdoa. Husnudzon. Husnudzon!!

Caranya....???
Berusaha memenuhi setiap syarat atau karakter dari tulisan diatas. Pokoknya jadi mahasiswa yang memenuhi kriteria seperti mahasiswa di kampus top itu. Memang kelihatannya susah dan terkesan sangat perfect. Tapi untuk menggapai suatu impian kan emang butuh pengorbanan dan usaha. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersusah-susah dahulu bersenang-senangnya kapan kemudian, sambil nunggu waktu tibalah saatnya UNS tercinta masuk daftar universitas terbaik di Indonesia.

\\



Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates