Hari terakhir itu tiba juga. Masih dengan agak malas saya bangun pagi buta untuk membereskan perintilan yang belum masuk koper. Mungkin baru kali itu saya merasa sangat berat untuk pulang kampung. Karena selama setengah hidup saya merantau, pasti selalu bersemangat kalau sudah mencium bau-bau pulang, mudik, liburan, dan sejenisnya. Ternyata magnet si pak suami dan suasana negeri ini begitu kuat :D.
Pesawat saya tinggal landas jam 12 siang. Jadinya kami mesti berangkat pagi-pagi karena jarak Hanyu-Narita lumayan jauh. Kami juga tidak membuat tambahan itenerari di akhir liburan ini. Semua demi tepat waktu sampai bandara, minimal 1 jam sebelum pesawat berangkat. Berabe soalnya kalau sampai ketinggalan pesawat. Sayang ongkos tiketnya bo!




