Pages

  • Home
  • About Me
  • Halo Ahza!
  • Travel Notes

ad astra per aspera

.... then which of the favours of your Lord will ye deny?

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan dalam berburu restoran seafood enak di Jakarta, seperti misalnya mendapatkan rekomendasi dari teman, melihat review restoran di youtube ataupun di internet. Kita pun bisa memilih restoran dengan menyesuaikan dengan menu yang diinginkan. Nah, buat kita yang saat ini sedang di Jakarta Pusat atau di sekitarnya berikut ini adalah 5 Restoran Seafood enak di Jakarta Pusat yang dapat kita kunjungi.

 gambar: gettyimages.com
 
1.      Restoran Seafood Pelangi Menteng
Restoran ini terletak di Jalan Johar, Nomor 16, Kb. Sirih, Kota Jakarta Pusat. Mungkin buat yang pertama sekali berkunjung ke sini, restorannya akan nampak kecil dari luar, tetapi jika sudah memasuki ke dalam, restoran ini akan terasa cukup luas. Restoran ini memiliki tempat yang cukup strategis karena dekat dengan stasiun kereta api dan memiliki lapangan parkir yang luas. Restoran ini terkenal akan masakan seafood khas Makasar yang nikmat. Harga tiap menu yang dijual dapat dibilang cukup terjangkau. Jadi, kita tak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli menu seafood yang ada di restoran ini. Selain seafood yang menjadi andalan, resto ini juga menyediakan menu tradisional Makasar lainnya seperti Coto Makassar, Mie Kering, Pallumara, dan Ikan Bakar Khas Makassar. Menu minumannya juga beragam, mulai dari es pisang ijo, pallubutung, jus markisa yang juga merupakan minuman khas Makassar. 

2.      Restoran Seafood Pondok Laguna
Restoran seafood selanjutnya yang dapat kita kunjungi di Jakarta Pusat adalah Restoran Seafood Pondok Laguna. Berlokasi di Jalan Batu Tulis Raya No. 45, Kebon Kelapa, Jakarta Pusat. Restoran ini memiliki tempat yang nyaman restoran dan pelayanan yang ramah serta. Rasa yang ditawarkan juga nikmat, dan sesuai dengan selera masyarakat pada umumnya. Harga menu makanannya juga terjangkau sehingga aman di kantong. 

3.      Restoran Cabe Ijo Live Seafood
Restoran ini terletak di Jalam Batu Ceper No.27 RT.15, RT15/RW1, Kebon Kelapa, Kota Jakarta Pusat. Restoran ini memiliki tempat yang luas, jadi kamu tidak perlu khawatir tidak kebagian tempat. Selain rasanya yang enak dan nikmat, harga yang ditawarkan juga cukup terjangkau. Kita juga akan disambut dengan stand kue ketika mau masuk. Fasilitas yang ditawarkan juga sangat menyenangkan, seperti misalnya terdapat toilet yang bersih. Menu yang bisa kita coba salah satunya adalah udang saosnya ataupun ikan bakarnya. Tempat ini juga sangat cocok dikunjungi bersama teman-teman ataupun keluarga tercinta.

4.      Restoran Seafood Seribu Rasa Menteng
Restoran seafood enak selanjutnya adalah restoran seafood Seribu Rasa Menteng. Restoran ini terletak Jalan. H. Agus Salim No.128, RW.5, Menteng, Jakarta Pusat.  Menu yang disajikan memiliki cita rasa yang nikmat karena tidak amis dan sangat fresh. Fasilitas yang dimiliki tempat ini juga cukup lengkap seperti tempat parkir untuk motor dan mobil, toilet yang bersih dan tempat ibadah yang cukup memadai. 

5.      Restoran Seafood Radja Gurame Cempaka Putih
Restoran seafood selanjutnya adalah restoran Radja Gurame Cempaka Putih di Jalan Cempaka Putih No.137 1 7, RT.1/RW.7, Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.  Tempat ini sangat cocok dikunjungi bersama teman-teman ataupun keluarga besar. Tempatnya juga menyediakan lesehan bagi yang menyukai makan dengan lesehan. Hidangan utama yang menjadi favorit tentu saja olahan guramenya yang enak. Bagi kamu yang suak pedas, restoran ini bisa menjadi salah satu referensi buat kamu yang suka makan pedas.
 
Demikianlah ulasan saya mengenai restoran seafood enak di Jakarta Pusat. Tidak hanya menjual menu seafood  yang enak tetapi juga memiliki cita rasa khas tersendiri yang membedakan harga satu dengan restoran seafood lainnya. Info lainnya bisa klik di https://www.cekaja.com/.


\\
_tiasangputri
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Bingung mencari restoran dengan sajian lezat dan suasana mewah?  Yuk kita coba beberapa restoran fine dining unik dan terbaik di Jakarta untuk menciptakan kenangan manis dan menyenangkan bersama pasangan, teman, sahabat, juga keluarga.

Inter Continental Jakarta – Restoran Sugar & Spice
Resto ini berada di dalam Hotel InterContinental Jakarta yang lokasinya berada di daerah Pondok Indah. Resto ini menawarkan pengalaman bersantap yang dinamis dengan suasana yang ramah dan ceria. Yang menjadi khas, tempat ini menghadirkan kuliner dari lima benua melalui 6 dapur pertunjukan yang luar biasa. Tak heran jika menu yang disajikan sangat bervariasi, mulai dari steak, kepiting dan seafood lainnya, sushi, sampai nasi kebuli khas Timur Tengah. Dijamin bikin ketagihan dan ingin kembali berkunjung untuk merayakan hari-hari special. 
Gambar: jakartapondokindah.intercontinental.com



Miyama Japanese
Restoran Jepang Miyama termasuk salah satu restoran ala Jepang yang terkenal di Jakarta yang berada di Hotel Borobudur. Sajiannya berupa hidangan Jepang otentik seperti teppanyaki, sushi, dan tempura yang bakal memanjakan lidah para pecinta makanan Jepang. Gambar: hotelborobudur.com.



Lobby Lounge
Lobby Lounge merupakan tempat yang tepat untuk bersantai dan menikmati teh atau kopi sembari menikmati suasana pusat kota Jakarta. Menghadap taman subur di Shangri-La Hotel, Jakarta, sinar matahari di sore hari atau langit berbintang di malam hari adalah pemandangan yang luar biasa untuk dinikmati bersama pasangan atau sahabat kesayangan. Gambar: shangri-la.com




AMUZ Gourmet
AMUZ menjadi salah satu restoran dengan sajian masakan Prancis terbaik di Jakarta. Dengan Chef Gilles Marx yang ikonik sebagai pucuk pimpinan, diharapkan hanya bahan internasional terbaik yang disajikan di atas piring kita. Pilihan Menu Hidangan Tujuh Kejutan Chefbbbbbbbbzbzbz untuk pengalaman AMUZ yang sesungguhnya. Gambar: https://amuzgourmet.com.



Tidak hanya itu saja kumpulan restoran unik di jakarta, berikut merupakan beberapa restoran terbaik lainnya yang bisa kita kunjungi!

Shiosai Japanese
Shiosai Japanese Restoran adalah tempat yang sempurna untuk makan dan menikmati berbagai masakan Jepang autentik yang dikombinasikan dengan layanan hangat dan ramah di konter Sushi, ruang Tatami atau konter Teppanyaki. Gambar: https://best.nowjakarta.co.id.



C's Grand Hyatt
Terletak di suasana canggih namun santai, C's di Grand Hyatt Jakarta menyajikan pilihan makanan laut paling segar juga menjadi pilihan terbaik untuk menikmati menu berbahan dasar daging sapi Jepang, Australia, dan AS. (gambar: https://assets.hyatt.com)



Grand Café - Grand Hyatt Jakarta
Grand Café adalah restoran yang buka sepanjang hari, menawarkan hidangan prasmanan sesuai pesanan yang menekankan citarasa lokal dan santapan bergaya rumahan dengan interior dan arsitektur yang dirancang untuk membangkitkan perasaan rumah Indonesia. Restoran ini berlokasi di dalam Hotel Grand Hyatt Jakarta. (gambar: www.hyatt.com; www.zomato.co.id)




En Dining Japanese
En Dining adalah restoran Jepang yang mempunya spesialisasi makanan khas Okinawa. En Dining Jakarta adalah cabang dari En Dining Singapore dan Hong Kong. Terletak di pusat perbelanjaan paling bergengsi di Jakarta, Plaza Indonesia dan Senayan City, menjadikannya cukup populer di kalangan eksekutif, baik lokal maupun para ekspatriat. (gambar: klikhotel.com)




Gitu deh kira-kira kumpulan Restoran Fine Dining Unik di Jakarta yang bisa kita jadikan alternatif untuk merayakan momen spesial. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk membantu menemukan restoran favoritmu.  


_tiasangputri


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Sekarang ini saya tuh looove banget sama Instagram alias IG. Rasanya kayak bener2 addict deh. Pagi siang sore malem sering banget buka IG. Buat apa? Buat liat2in aja. Ada juga akun2 yang saya selalu nanti2kan update-nya. Seru tau! Bahkan kadang merindukan si empunya akun kalau pas lama gak update. 

Tapi kali ini saya lagi gak mau bahas akun2 apa saja yang tiap waktu saya kepoin. Kali ini saya mau berbagi informasi akun instagram yang jualan snackbox dan katering di Jabodetabek. Biar kalian-kalian yang jadi seksi konsumsi di acara kantor mendapatkan setitik pencerahan, karena zuzur saya pernah ngalami clueless dalam hal ini. 

Jadi saya beberapa kali menjadi panitia acara di tempat kerja. Mulai dari acara ulang tahun, acara inovasi, training, meeting besar dan acara lainnya. Biasanya saya kebagian jadi tim konsumsi. Padahal aslinya mah saya gak yang pinter2 amat milih makanan yaak, hahaha... Apalagi urusan padu padan makanan. Duh masih suka gak pede. Terus sering beda selera gitu sama orang2. Misal menurut si A makanan X enak, eeh menurut lidah saya engga enak. Hahaha....

Biarpun susah susah gampang, gak dipungkiri, menjadi tim konsumsi tuh mengasyikkan juga loh. Bisa icip2 gratis, apalagi kalau ada lebihan. Bakal pasti kebagian untuk dibawa pulang, buat diicip-icip sama keluarga.... Apalagi sekarang ada instagram yaa bok, cari2 apa serasa adaa aja. Makanya sejak saat itu saya follow2in deh itu akun2 IG Snackbox, jajan pasar, katering, snack meeting di seputaran Jakarta, Bekasi, Bogor, dan sekitarnya. 

Dimulai dari yang beneran saya pernah pesen dulu yaaa....

1. Dandy Bakery (dandybakeryid)


Lokasi toko offlinenya ada di Kelapa Gading Jakarta Utara. Jajanan yang disajikan bener2 nyaamiih, bikin susah nelen ludah. Favorit saya adalah risoles dan rougut yang rasanya tuh kezuu dan susuuh banget. Gurih enaak lah. Bahkan temen kantor bilang suka banget sama arem2nya Dandy, katanya arem2 terenak seduniaa *duilee lebay mang kita yaa.. haha* Terus kotak snack nya tuh cakep, keliatan eksklusif tapi simple. Cocok deh!
Share
Tweet
Pin
Share
5 Comments
meneruskan cerita jalan-jalan ke bogor kemarin ah. langsung lompat ke bagian makan-makan dulu ya... mumpung lagi semangat nulis, sambil nunggu macetnya kelar juga.

sebenernya, tujuan utama ke bogor kemarin adalah memuaskan diri akan kuliner bogor yang lokasinya ada di jalan pajajaran. tahu dong ya daerahnya? yang banyak cafe2 rumah dengan jajanan ngehits dan selalu antri kalau mau pesan itu tuh. kenapa pengen kesana? karena waktu kunjungan pertama di beberapa bulan yang lalu saya belum tuntas nyolekin cafe2 tsb satu demi satu, gak muat perut awak ini untuk melahap semua hidangan. nah mumpung libur panjang, mainlah kami kesana biar kesampaian mencicip yang belum sempat dicicipi.

hasilnya?


Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments


"..Mantap. Wes to pokok e mantep seger dan bikin terngiang-ngiang.."
Sop ikan batam membuat saya jatuh hati secara tiba-tiba. Selain karena laper berat, saya gak gak ada pilihan lain setelah berkeliling cari makan malem waktu kemarin ke mall arta gading, jakarta utara. Beberapa tenant nampak biasa dan membosankan karena sudah kerap dicoba di deket tempat tinggal saya. Di foodcourt kurang menarik. Maka sampailah saya di depan resto yang lambang dan namanya unik ini (saya sempet ngeja cara bacanya loh : sop ikan.batam |sop ikan batam |sop. Ikan Batam *gak penting ya*). Awalnya memang sempet ragu, karena saya doyan doyan gak sama ikan. Takut amis dsb. Tapi melihat gambar sopnya yang bening dengan ikan putih yang gede-gede, kayaknya kok menarik dicobain deh. Kebetulan juga resto ini cukup rame pembeli. Jadi makin memantapkan saya buat mampir.

Menu andalannya adalah sop ikan tengiri, sop kepala ikan, sop seafood, dan sop ikan udang. Saya pilih menu sop ikan udang. Seperti biasa, saya  gak pesen banyak, inget daya tampung limited. Cuma modal nekad aja sok-sokan wiskul. Hehe. Kurang lebih 10menit, sop ikannya dateng. Beeuh.. mantap. Sopnya panas 'kebul-kebul' dan aromanya seger bener. Terlihat persis seperti gambarnya. Daging ikannya putih dengan potongan gede, kuahnya bening aroma kaldu ikan dan 'remukan' ebi, ditambah irisan selada dan tomat ijo #ngiler! Disajikan dengan nasi putih panas, potongan cabe rawit dan kecap asin. Rasanya nikmat banget, seger panas pedes, asem gurih gimana gitu. Cocoklah. Repeat order maybe yes!

Keesokan harinya saya kok kayak kepikiran pengen makan sop ikan batam lagi ya.. Tapi berhubung jauh tempatnya, iseng cari resepnya di internet eh lah kok nemu. Resepnya saya ambilkan dari sini ya.

Bahan-bahan/bumbu-bumbu:
300 gram ikan tenggiri fillet, iris miring melebar
1/2 sendok teh air jeruk nipis
1.500 ml air
1 sendok makan ebi, disangrai, dihaluskan
2 sendok makan bawang merah goreng, diremas-remas2
1/2 sendok teh garam
1/2 sendok teh merica bubuk
100 gram sawi asin, dipotong-potong
1 sendok makan kecap ikan
3 buah tomat hijau, dipotong-potong
3 tangkai kemangi, dipetiki

Cara membuat:
Lumuri ikan tenggiri dengan air jeruk nipis. Sisihkan. Rebus air, ebi, bawang merah goreng, garam, dan merica bubuk sampai mendidih dan harum.Masukkan ikan tenggiri. Masak sampai berubah warna. Tambahkan sawi asin, kecap ikan, dan tomat hijau. Masak sampai matang dan mendidih.Menjelang diangkat, tambahkan daun kemangi. Aduk rata. Sajikan hangat. 

*gak sabar pengen masakin ini buat mr.a deh :D*

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Buat saya ini es krim paling enak nomor dua yang pernah saya makan setelah es krim Turki. Saya bukan fans berat es krim, tapi setelah makan es krim yang satu ini saya kayak ketagihan rasanya. Pengen lagi dan lagi, apalagi kalau dapet gratisan diskon. Makanya beberapa hari ini saya nyari promo atau kupon diskon gitu di internet. hihii.

Es krim apa itu? Jawabnya adalah Kindori Japan Ice Cream. Lagi-lagi secara gak sengaja loh saya nemu penjual es krim ini. Konter Kindori ada di Ex Mall Jakarta Pusat, tepat sebelah kiri Kedubes Jepang kalau dari arah Bundaran HI. Waktu itu saya kesana masih dalam rangka pengurusan visa, namun dihari yang berbeda dengan waktu saya jalan-jalan ke GI. Di Ex saya mau makan siang sekalian nunggu bis pulang. Sembari nyari-nyari tempat makan yang cocok, gak sengaja mata melihat konter Kindori yang eye-catching itu. Saya hampirilah itu konter dan memastikan bukan yogurt, karena saya kurang suka yogurt.
penampakan Kindori Ice Cream utuh (kiri) | Baru ngeh tulisan Kindori pas udah mw abis (kanan)
Step membuat es krim Kindori | http://www.kindori.com.my/
Yang unik dari Kindori adalah rasa buahnya dihasilkan dari buah asli langsung. Di konternya dipajang berbagai buah dalam bentuk kering maupun original yang bisa kita request sebagai jadi rasa eskrimnya. Buah-buah yang tersedia waktu kemaren ada jambu, nangka, cempedak, anggur, strawberi, arbei, mangga, pepaya, sama apa lupa.Tadinya saya pikir buah-buah itu untuk toping kayak di yogurt-yogurt gitu, eh ternyata diblender barengan sama bahan es krimnya. Jadilah si eskrim punya rasa dan warna sesuai buah yang dipilih tadi. Bahan es krimya sendiri bentuknya kotak putih kayak tahu, sepertinya terbuat dari krim yang dipadatkan gitu. Kemaren buah yang saya pilih cempedak, eskrim saya jadi berwarna kuning khas cempedak dan wangi. Rasa eskrimnya bener-bener lembut, gak kemanisan karena katanya rendah gula dan kalori. Cocok buat yang diet, walaupun eike juga gak ada niatan diet sih, lawong badan masih kerempeng langsing beginih. Hahaha.

Harga es krim ini tergolong 'wow' yah.., bahkan dibandingkan es krim turki yang enak nomer satu buat saya. Kamu harus merogoh kantong mulai dari 28k untuk rasa buah non ekslusif macem nangka, cempedak, jambu, mangga, atau pepaya. Dan nambah 5k lagi alias jadi 33k untuk rasa buah yang super macem strawberi, arbei atau anggur. Untuk yang 33k juga bisa mix rasa, maksimal 2 buah di campur. Karena kemaren kagak pake kupon diskon dan karena masih coba-coba eike pesen yang 28k aja. Kalau ternyata gak enak kan gak rugi-rugi amat #ngeles.com

\\

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Beberapa kali membaca tulisan para foodblogger yang ciamik-ciamik mengulas kuliner dan berbagai hidangan, saya jadi terinspirasi menulis hal senada. Siapa tau saya nemu passion dibidang tulis menulis dan memotret makanan seperti mereka. Walaupun sebenernya saya pernah beberapa kali mengulas tentang kuliner daerah seperti di tulisan ini dan ini. Tapi kalau dilihat-lihat lagi, tulisan saya itu kayak kurang 'niat', karena gak ada fotonya. Masih sebatas cerita dan beberapa pakai foto boleh pinjem dari berbagai sumber. #aah saya jadi pengen jalan-jalan lagi trus ngulangin tulisan yang sama dengan berbagai perbaikan. :P.

Review kuliner 'niat' pertama saya jatoh pada restoran Han Gang, sebuah rumah makan ala Korea yang ada di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta Pusat. #Bergaya ya boo, anak kampung macem eyke jelong-jelong sampai GI.  Ide makan disini lalu kemudian muncul keinginan untuk menuliskannya diblog, sebenernya datang tanpa rencana sama sekali. Jadi, ceritanya beberapa hari yang lalu saya ada keperluan bikin visa Jepang. Karena kelarnya udah lewat waktu makan siang dan saya udah super kelaperan, ditambah ternyata Kedubes Jepang cuma selemparan batu dari GI, maka jadilah saya memutuskan nyari makan dsitu. Sekalian cuci mata juga, karena cuapek antri dan pemandangannya kurang seger di kedubes. Dengan semangat ala foodblogger, berkelilinglah saya di GI sampai akhirnya ketemu sama si Han Gang ini.

Sebelum beneran masuk, saya tanyain dulu makanan di resto ini halal atau gak. Setelah dapet keterangan halal dari para pelayannya dan secara kebetulan saya juga melihat beberapa customer-nya berjilbab, mantaplah saya masuk ke dalam. Saya pilih area yang agak privat, karena pengen bebas berfoto-foto makanan #masih malu-malu soalna, hahha.

Pesanan saya adalah Bimbimbap dan Ocha. Sengaja memang pesen satu menu aja, selain karena cuma sendirian, saya sadar diri kalau gak sanggup makan banyak dan juga *ngirit, harganya lumayan boo, bikin kantong kembang kempis, XD*. Monggo disimak hasil berburu kuliner dari newbi ini.

bimbimbap pake telor original | dari www.han-gang.com


Diatas adalah menu yang saya pilih, nama lengkapnya Dolsot Bimbimbap atau disebut nasi campur (gak pake babi). Makanan ini berhasil membuat saya penasaran, sampai akhirnya bisa ngerasain beneran ;p. Yang menarik hati adalah bentuk telur mentah (aslinya seperti digambar paling atas) dihidangkan bersama nasi + sayuran (irisan timun, wortel dan rebusan bayem), daging sapi dan saos bimbimbap didalam mangkok panas. Terus diaduk sampai si telor tercampur rata dan matang. Nah berhubung saya masih agak takut makan telor mentah (kuatir kagak mateng dan jadi amis), maka saya pesen bimbimbapnya pake telor ceplok deh kaya foto diatas. hiihihii. Rasanya emm... lumayan enak, tapi buat lidah saya sih gak senampol nasi pecel gitu, selera sih ya.. tapi yang pasti penasaran saya terobati. Oiya untuk minuman, saya pesen ocha, selain paling ramah dikantong, ocha ini free flow dan seger #bisa bawa galon isi ulang, kalau gak punya malu :P.


Selain menu utama, Han Gang memberikan tambahan menu free berupa hidangan pembuka dan penutup seperti foto diatas. Untuk ukuran gratisan, bagi saya ini termasuk memuaskan, karena porsinya lumayan banyak. Hidangan pembukanya ada berbagai macem. Kemaren saya dapetnya kentang mini kecap wijen, asinan sawi, tumis sosis, salad, bayem rebus, dan asinan apa gitu #lupa namanya. Saya paling suka kentang kecap manisnya. Rasanya lucu, manis-manis gurih gitu, kayaknya pake kecap yang berbeda dari yang ada dipasaran deh. Nah setelah kelar makan, kita masih dapet free dessert berupa buah semanga satu sisir. So nyammy..!

Ngomong-ngomong soal bayar bayaran, di Han Gang ini saya habis sekitar 80 ribuan untuk menu diatas. Harga tiap menu bervariasi sepertinya mulai dari 35 ribuan. Tapi worthy sih, apalagi porsi menunya cukup besar dan banyak gratisannya. Jadi mari kita kesana lagi?

Han Gang Korean Food Resto
Grand Indonesia Sky Bride Level 3A
Jakarta Pusat

ps : Foto-foto tak bersumber diambil dari koleksi pribadi, hasil jepret galaxy s3

Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Rasanya ada beberapa jajanan khas kota Purworejo yang selalu pengen saya bawa ketika pergi ke suatu tempat, dan selalu pengen saya ceritakan kepada siapa saja yang belum mengenal kota ini. Sini saya kenalkan kota Purworejo, sebuah kota kecil yang letaknya di sebelah barat Provinsi Jogjakarta dan sebelah timur Kabupaten Kebumen. Meski kecil, tapi kota ini memiliki cukup banyak kekayaan, termasuk diantaranya wisata jajanannya. Yang terkenal dan melegenda diantaranya adalah 4 ini.

1. Kue Lompong
Kue ini terbuat dari beras ketan hitam, dibungkus dengan daun pisang kering yang sudah berwarna coklat (dalam bahasa jawa disebut 'klaras'). Kue lompong yang berukuran sebesar tempe satuan ini punya warna coklat tua hampir hitam, konon katanya warna hitam ini terbuat dari bakaran merang (batang padi kering). Di dalamnya berisi kacang tanah berbumbu gula jawa yang ditumbuk agak kasar seperti isi pada bakpao kacang tanah.  Kalau dimakan rasanya manis, gak terlalu keras, tapi gak lembek - sedeng lah. Nikmat saat dimakan bersama teh hangat di sore hari yang cerah sambil membaca koran. Harganya per bijinya bisa dibilang agak mahal, sekitar 2000-3000 rupiah, tapi sebanding kok dengan rasanya. Bisa dibawa ke luar kota untuk jangka waktu 3-5 hari. 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

tampilan baru Hokben
Lama rasanya tidak makan di Hokben, ketika suatu hari makan disana, eh dapat suguhan yang sangat berbeda dari biasanya. Rupanya Hokben telah melakukan perbaikan. Kesan pertama yang saya dapat sih tampilan penyajiannya lebih menarik, isi menunya lebih lengkap dengan tambahan ocha dan sup bening, walaupun harganya jadi lebih mahal. Dulu menu paling hemat bisa didapat dengan harga 12-15 ribu, sekarang dengan adanya tambahan ocha dan sup bening jadi sekitar 20ribuan. Tapi kalau gak salah denger kemarin pelayannya bilang bisa tanpa ocha dan sup, jadi harganya bisa lebih ditekan. Ngiriit.. hahha!

Melihat 'warung tetangga' dari awal berdiri sudah memberikan nilai tambah pada produknya, maka sepertinya memang sudah waktunya Hokben melakukan improvement. Apa jadinya kalau gak segera tanggap untuk melakukan perbaikan. Bisa terbuang dari pasar jualan bento, seperti beberapa produk smartphone yang mengalami hal serupa karena terlambat berbenah. Yang saya tau dan pernah makan ada dua macam produk sejenis yang cukup terkenal. Salah satunya adalah produk asli atau lisensi Jepang. Tetapi untuk harga, bagi saya Hokben tetap juara lah, karena menyediakan menu dengan harga paling murah ^^. Sedangkan produk pesaing memiliki harga rata-rata diatas 30ribu per porsinya dan tidak menyediakan paket hemat. Apalagi yang produk lisensi Jepang, sekali makan dengan menu nasi + salad + gorengan (bento) + dan ocha bisa habis hampir 50ribuan.

Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Pengen cerita tentang sebulan paska lebaran kemarin. Buat saya sebulan kemaren itu berasa gak abis-abis lebarannya. Kok bisa? 

Ceritanya, kemaren bener-bener merasakan sensasi pacaran-ala-penganten baru. Semuanya serba indah. Serasa isi dunia milik berdua ya. Secara abis nikah umur 2 minggu langsung ditinggal cabut si mas suamih ke Jepang lagi. Mana sebelum ke Jepang pun kita sudah eldeeran selama hampir setahun. Aih.. bukan cuma itu ding, karena sehari-hari pun tempat tinggal kita jauhan. Saya di Cikarang, si mas di Jakarta. 

Dimulai dari H+2 lebaran, kita mudik ke kampung halaman saya di Kebumen. Bergelut dengan -masih-macetnya-jalanan ibukota sampai rumah, sehingga dengan jadwal penerbangan jam 2 siang baru sampai rumah jam 9 malem. Delapan jam total perjalanan. Betapa lusuhnya badan ini. Kalau dipikir-pikir lagi mendingan naik kereta api. Lebih hemat dan bisa di prediksi kapan sampai. Dan lagi stasiunnya deket rumah. Aiih.. next Lebaran deh ya.

Sampai di Kebumen, selain silaturahmi di rumah sendiri, kita silaturahim ke saudara-saudara yang jadi makin banyak aja. Si mas nambah saudara saya, dan sebaliknya. H+3 full silaturahmi mulai dari Kebumen hingga Purworejo. Hari-hari selanjutnya adalah eksplorasi kampung halaman berdua aja. Sekalian ngasih tau tempat-tempat [kuliner] yang enak dikampung yang belum pernah si mas cobain.

Wisata Kuliner

Sebenarnya dibilang wisata sih gak juga ya, karena cuma deket-deket rumah aja. Hanya saja kan karena si mas belum pernah nyoba dan saya juga udah lama sekali gak nyoba jadi berasa spesial. Yah.. ngelesnya sih begitu, padahal mah karena euforia penganten baru. xxixixi..

Dimulai dari pasar pagi Prembun yang letaknya di terminal. Saya bilang sih dipasar ini nothing so special. Tapi demi memenuhi hasrat kepengen jajanan pasar ya dijabani. Saya beli 'cenil & lupis' - makanan yang terbuat dari tepung ketan ditambah parutan kelapa plus gula jawa cair. Sedangkan si mas nemu kupat tahu Magelang. Hemm... sudah lama pula kami tak makan kupat tahu ala Magelang, yang beda jauh dengan kupat tahu Solo.

Hari berikutnya nyoba bakmi jowo asli wong Prembun. Saya bilang ini bakmi ter-enak di kampung, walaupun bukan makanan khas daerah sini ya... Memasaknya masih pake arang, jadi lumayan lama nungguin matang, ditambah masih harus antri dengan pembeli lain yang cukup banyak. Ayamnya pakai ingkung ayam kampung, cukup menambah sedap masakan. Dengan harga yang murah -13ribuan/porsi, bakmi jowo cukup untuk berdua :D.

Selanjutnya adalah jalan ke Purworejo, tujuannya sate Winong. Kalau yang ini benar-benar asli dari Purworejo. Yang khas dri sate ini adalah menggunakan daging kambing muda dan sambal kecap yang kecapnya dibuat sendiri oleh penjualnya. Selain sate, ada juga gulai kambing yang tidak kalah lezatnya. Dagingnya lembut, empuk dan tidak bau. Harganya juga tidak menguras kantong, walaupun masih suasana lebaran. Maklum, karena di kampung kali ya. Satu porsi sate ditambah seporsi gulai dengan nasi 2 piring, totalnya tidak sampai 50ribu. Kenyang sampai ngantuk. Sayangnya, ternyata kami bukan makan di warung direkomendasikan google alias warung Mustofa... Karena waktu lewat Mustofa kok sepi gitu, kan kami jadi gak yakin. Kami lebih tergoda makan di warung -saya lupa namanya- yang ramai dengan beberapa pikulan sate di halaman depannya. Pas sampai rumah ditanyain Bapak deh, makan sate Winong di Mustofa gak? aiih... Bapak sama kaya mbah google deh, okee lain waktu kita makan di Mustofa yah cintaah.. *ketjup*

Selain sate Winong, ada menu sate lain yang gak kalah nikmatnya. Bahkan ini sudah jadi ceklis wajib si mas kalau mudik ke rumah. Namanya sate Ambal, sate khas daerah Ambal Kebumen. Rasanya yang legit, gurih dan manis ditambah guyuran bumbu tempe pedas manis bersatu menjadi satu cita rasa unik yang beda dari kebanyakan sate. Kalau gak diajakin ke warung ini pastinya akan ada yang 'ngoceeh' aja, hahaha... Jadilah saya selalu menyempatkan diri buat nemenin si Tuan Makan kesini :).

\\


Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
cucur mantap (digoda.net)
Beberapa minggu terakhir ini, kue cucur masuk ke dalam chart makanan terfavorit versi kantin kantor menurut saya. Saya bahkan pernah memborong sampai 6 biji buat dimakan sendiri. Haha. Yup. Saya termasuk penggemar jajanan pasar ini. Selain enak manis dan empuk saya suka bentuknya. Lucu. Pinggirannya yang agak gosong menjadikan rasa manisnya kental sekali. Benar2 rasa gula karamel. Lalu bagian tengahnya yang "nyempluk" merupakan akhir dari menikmati sepotong cucur. halah. agak lebay memang bahasanya. Kayak makan apa aja ya !

Saya rasa masih banyak kok yang menyukai jajanan pasar tersebut. Sebagian karena merasa bernostalgia jaman masih anak2, sebagian lagi memang suka tanpa sebab. Ya kaya saya. Enak ya, hajar aja.

Sayangnya kue-kue jajanan pasar seperti ini semakin hari semakin jarang saja ditemui. Ditambah semakin maraknya makanan cepat saji dan 'kebarat-barat-an' di masyarakat. Bahkan di kampung kecil yang namanya kentang goreng ala amrik, atau burger, atau sosis kian menjamur. Tak heran jika jajanan pasar semakin tersingkirkan keberadaannya. Mungkin anak-anak jaman sekarang gak pada tau cucur, apem, lemper, serabi, kueh ku itu seperti apa. Terbayang di pikiran juga gak sampai kali ya...

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Sudah lama sekali gak share pengalaman hidup di blog ini sejak ditinggal skripsi. Eh begitu pengen nulis yang muncul dibenak tentang warung makan. Asooy lahh..oh iya satu lagi yang bikin semangat nulis kambuh lagi adalah karena blog aku ini sudah jadi cantik. trims blogger yang udah upgrade temanya.. walau yang aku pake masih standar blogger, tapi cukup lah puas hati ini.
 
Kembali ke laptop, semasa kuliah dulu saya sering coba-coba makan di tempat-tempat baru dan asyik. Mengingat dulu kos nya gak disediain dapur jadi kalo makan mesti keluar rumah. Alhasil saya punya banyak koleksi warung makan yang enak rasanya, menurut standar mahasiswa #haha.

Temuan-temuan ini sebagian besar berasal dari cerita mulut ke mulut, apalagi teman2 kos juga suka hunting makanan jadi kecipratan juga info warung makan terbaru. Ada juga yang inisistif cari sendiri, biasanya sih karena saya ngelihat warungnya kok rame, jadi bikin penasaran.

1. Seafood Tiga Serangkai
Kita sih lebih seneng nyebutnya seafood monumen pers, tapi karena tempatnya lebih deket ke PT.Tiga Serangkai, okelah aku tulis disini pake nama itu aja. Disini aku bener2 belajar buat bisa makan ikan. hmm... aku sebenarnya paling males makan ikan, amis dan bau tanah. Tapi disini cara masaknya benar2 beda. bumbunya kerasaaa banget. Paling suka menu kerang goreng garing. rasanya mantap, gurih bgt rasa mentega, apalagi dicocol pake sambel trasi cabe mentah segar. alamaaakk. :P pedesnya sampai ke ubun2. tapi kalo cuma sepiring doang nagih bgt.. menu kedua favorit adalah kakap saos tiram pedas. maaanttaap. gak ada amis sama sekali. yang ada nambah nasi nambah lagi nambah lagi.

2. Soto Buthek
Makanan nemu secara tidak sengaja. lagi benar2 kelaperan. sebenarnya waktu itu mau cari soto suit2 yang udah berkali2 hunting gak pernahketemu. gak tau tutup gak tau salah jalan. udah give up bgt, mana laper. yaudah mata kelayapan liatin jalanan eeehh... liat warung tenda sederhana pinggri jalan kok liat rame bgt. trus tergiur harganya yang super murah: soto 2500/porsi. ahaa.. udah lah soto ini aja. gak pake lama langsung sandarin si KING buat parkir. sotonya disajikan di mangkuk kecil-kaya mangkuk dawet gitu. biar kecil, tapi rasanya mantap. buktinya kita nambah 2 kali. hehehe... disajikan dengan aneka lauk macam sate telur puyuh, tempe goreng garing, tahu pong, babat dan empal gepuk, serta kerupuk. wooh.. walau harga pokoknya cuma 2500, kita setiap makan disitu berdua biasanya abis Rp.15rb, gara2 nambah+lauknya gak nguatin. hahaha....oiya soto ini di daerah singosaren arah ke Paparons Pizza.

3. Soto Balapan
Naahh masih seputar soto [tiba2 jadi makanan favorit di solo]. ini soto benar2 nice memory bgt. tempatnya memang jelek, sangat sederhana sekali. dipinggir jalan deket pasar legi. deket rel kereta menuju stasiun balapan. Soto ini buka dari subuh sampai jam 9an pagi. biasanya kita sarapan di soto ono kalau hari libur sambil bercerita dengan padagangnya. Rasanya lebih enak dibanding soto buthek menurutku. lebih berbumbu dan segar. memang lauknya tidak sebanyak di soto buthek. cuma ada tempe goreng anget dan tahu pong. tapi yang bikin seru sambelnya yang mantap saat dioleskan ke tempe goreng. hmm.... enak enak enak....oiyaa lupa.. soto di solo itu bentuk kuahnya bening, isinya taoge, irisan daun bawang, dan irisan daging sapi aja,, minimalis sih, tapi rasanya juara.

4. Rujak Jagalan
Appetaizer jawa yang khas. rujak di tempat ini lain dari yang lain rasanya. lengkap alias kumplit isi buahnya, bahkan ada buah aneh2nya kaya ubi kuning dan pisang mentahnya [menurutku aneh sih.. hehe]. yang bikin aneh lagi, warung rujak ini setiap hari rameee nya minta ampun. yang beli macam2 jenis orangnya,mulai dari tukang becak, sampai bos2 yang mobilnya kinclong2. antrinya lama pisan euy.. tapi memang maknyus sih..

5. Selat Viens
Ini makanan khas solo bgt. selat. pertama denger aku kira semacam salad atau yang berbau buah2an dikasih mayonaise gitu. eh ehe... ternyata isinya macam gado2 tapi pake bumbu cair rasa kecap atau apaa gitu. kaya bumbu pempek bentuknya. isinya ada sayuran rebus seperti wortel, kentang, buncis, trus ada daging giling yang dibulet2in, trus ada yang ditambahin iga goreng gitu... hmmm... disiram saus hitam, dikasih sambel dan cuka, siap santapp dehh..selat viens ini termasuk terkenal enak loh disolo. tempatnya di dekat st.Balapan, yang jalan mau ke arah Manahan sebelum rel.

6.  Markas Solo
Ini sih tempat makan mahasiswa bgt. hehehe.. coz tempatnya juga di depan kampus agak ke barat. menu yang disediain diantaranya ayam, tempe, tahu, telur, kakap, lele dipenyet pake sambel terasi khas markas. Rasanya enakkk looh... pedas, asin, guriih gimanaa gitu. ditambah es teh yang nasgitel ala teh gardoe tambah nikmat pokoknya. kalau pesan disini juga mesti antri, coz biasanya rame mahasiswa yang kelaperan. hahaha... murah meriah,gurih,kenyang...

7. Duren Matesih
 

Siapa sih yang gak suka buah eksotis ini. rugi bgt.. Nah solo juga terkenal dengan penghasil durian, lebih tepatnya di daerah matesih. hampir semua warga disana menanam durian di halaman rumahnya. jadi kalo kita mau beli durian disana tinggal ke rumah penduduk aja, ntar langsung dipetikkan durian segar. rasanya gak kalah sama durian montong. enakk dan sedap pokoknya. apalagi harganya masih murah dibandingkan durian yang udah turun dijalanan atau di pasar. waktu itu aku bisa dapet 4buah durian ukuran sedang hanya dengan 50rb saja looh..plus nya lagi karena daerah matesih termasuk daerah tinggi kita disuguhi pemandangan yang oke punya. good view laah... 

Kira2 itu yang bisa jadi agenda tiap kali mau liburan ke solo. mengenang rasa makanan khas solo, yang emang ngangenin. Bersyukur bgt pernah hidup di Solo, walau awal2nya maleess banget.






\\

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

About me




introvert, simple, cats lover, photograph
writing, sharing, reading & cooking enthusiast


What I Iike

Follow Us

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Headline

Ealah, Kena Covid Juga Kan

Jika awal tahun 2020 dimulai dengan banjir air hujan, tahun 2021 kok yaa diawali dengan banjir air mata gara-gara Covid19. Sebuah awalan yan...

Categories

life in my opinion haloahza! traveling resep in my review lovelife #30harimenulis #icip2 motherhood nostalgia cerita umroh diary pregnancy Marriage cerita menyusui parenting random thought MyWeddingDay anniversary teknik industri obrolan wanita worklife

Blog Archive

  • ▼  2022 (2)
    • ▼  April 2022 (1)
      • Kemping Pertama di Hopeland Bogor
    • ►  March 2022 (1)
  • ►  2021 (10)
    • ►  November 2021 (1)
    • ►  October 2021 (1)
    • ►  August 2021 (1)
    • ►  May 2021 (1)
    • ►  April 2021 (1)
    • ►  March 2021 (2)
    • ►  January 2021 (3)
  • ►  2020 (8)
    • ►  December 2020 (1)
    • ►  May 2020 (2)
    • ►  March 2020 (2)
    • ►  February 2020 (3)
  • ►  2019 (23)
    • ►  December 2019 (1)
    • ►  November 2019 (2)
    • ►  September 2019 (2)
    • ►  August 2019 (3)
    • ►  July 2019 (1)
    • ►  June 2019 (1)
    • ►  May 2019 (2)
    • ►  April 2019 (2)
    • ►  March 2019 (1)
    • ►  February 2019 (6)
    • ►  January 2019 (2)
  • ►  2018 (37)
    • ►  December 2018 (9)
    • ►  November 2018 (8)
    • ►  October 2018 (1)
    • ►  September 2018 (2)
    • ►  August 2018 (1)
    • ►  July 2018 (1)
    • ►  June 2018 (1)
    • ►  May 2018 (7)
    • ►  April 2018 (3)
    • ►  March 2018 (1)
    • ►  February 2018 (2)
    • ►  January 2018 (1)
  • ►  2017 (8)
    • ►  December 2017 (1)
    • ►  September 2017 (2)
    • ►  February 2017 (2)
    • ►  January 2017 (3)
  • ►  2016 (65)
    • ►  December 2016 (1)
    • ►  November 2016 (1)
    • ►  October 2016 (4)
    • ►  September 2016 (7)
    • ►  August 2016 (4)
    • ►  July 2016 (3)
    • ►  June 2016 (11)
    • ►  May 2016 (5)
    • ►  April 2016 (8)
    • ►  March 2016 (7)
    • ►  February 2016 (6)
    • ►  January 2016 (8)
  • ►  2015 (26)
    • ►  December 2015 (8)
    • ►  November 2015 (1)
    • ►  October 2015 (4)
    • ►  September 2015 (2)
    • ►  August 2015 (4)
    • ►  April 2015 (3)
    • ►  March 2015 (1)
    • ►  January 2015 (3)
  • ►  2014 (38)
    • ►  December 2014 (2)
    • ►  October 2014 (1)
    • ►  July 2014 (1)
    • ►  June 2014 (5)
    • ►  May 2014 (6)
    • ►  April 2014 (8)
    • ►  March 2014 (4)
    • ►  February 2014 (6)
    • ►  January 2014 (5)
  • ►  2013 (26)
    • ►  December 2013 (3)
    • ►  November 2013 (2)
    • ►  October 2013 (2)
    • ►  September 2013 (4)
    • ►  August 2013 (1)
    • ►  July 2013 (1)
    • ►  June 2013 (2)
    • ►  May 2013 (4)
    • ►  April 2013 (2)
    • ►  March 2013 (2)
    • ►  February 2013 (2)
    • ►  January 2013 (1)
  • ►  2012 (13)
    • ►  December 2012 (3)
    • ►  November 2012 (7)
    • ►  October 2012 (2)
    • ►  July 2012 (1)
  • ►  2011 (1)
    • ►  January 2011 (1)
  • ►  2010 (6)
    • ►  December 2010 (5)
    • ►  April 2010 (1)
  • ►  2009 (5)
    • ►  April 2009 (2)
    • ►  February 2009 (1)
    • ►  January 2009 (2)
  • ►  2008 (33)
    • ►  December 2008 (6)
    • ►  November 2008 (2)
    • ►  September 2008 (3)
    • ►  August 2008 (3)
    • ►  June 2008 (2)
    • ►  May 2008 (2)
    • ►  April 2008 (4)
    • ►  March 2008 (2)
    • ►  February 2008 (1)
    • ►  January 2008 (8)
  • ►  2007 (38)
    • ►  December 2007 (4)
    • ►  November 2007 (1)
    • ►  October 2007 (8)
    • ►  September 2007 (12)
    • ►  August 2007 (7)
    • ►  June 2007 (1)
    • ►  May 2007 (5)
Copyright Tia Putri. Powered by Blogger.

#eatandcook

#eatandcook

#japantrip

#japantrip

Most Read

  • Life begins at 30…
    Pulang Kampung 2026
  • time capsule
    What You Are Looking For Is in the Library – Michiko Aoyama (book review)
  • La Bellezza della Semplicita
    Raga yang Tak Lagi Sama
  • mamarantau
    Merantau di Anjo, Aichi, Jepang
  • carissavitri
    “Bu, Capek. Mau Sama Ibu Aja Selamanya”
  • Gembul Kecil Penuh Debu
    Mangut Iwak Wader ❤
  • Catatan Nyempil Kalau Lagi Ada Waktu
    Matilda's 6th Birthday Celebration
  • The Sun is Getting High, We're Moving on
    Lulus Cum Laude, Penting Gak Sih?
  • it's my point of view
    SGM Eksplor bersama Indomaret Dukung Pendidikan Anak Generasi Maju di Masa Pandemi
  • Talk about family, daily life, living, and us
    On Her Wedding Day
  • / besinikel
    1000 hari pertama Yaya, ngapain aja?
  • Masrafa.com
    Memilih Suplemen Dibantu Jovee
  • rocknroll mommy
    Makin Susah Cari Blogger
  • Jerapah Keriting
    Karena Harta yang Berharga adalah Foto Sekolah..
  • Afifa Ayu's Music Box ❤
    Update: My first baby publication!
  • Alfira Fitrananda
    When I’m Sick
  • Lafamilledewijaya
    Resik V Godokan Sirih : Buat Yang Pengen Alami Dan Praktis
  • rumahduapohon
    happy 7th anniversary mr. kumis!
  • santistory
    Manajemen Kulkas dan Belanja Mingguan
  • Mengumpulkan cerita yang terserak
    On this day, 8 Years Ago..
  • let the beast in!
  • Citraningrum
Show 5 Show All

Stats

Member of

Blogger Perempuan

Created with by ThemeXpose | Distributed by Blogger Templates